ARTIKEL

Mewujudkan SDG nomor 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, menjadi tugas bersama seluruh pemangku kebijakan dan masyarakat dunia. Hal ini didasari pada pemahaman bahwa kesehatan adalah hak dasar hidup seseorang. Kesehatan menjadi elemen terpenting pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan faktor kunci pencapaian seluruh SDGs. Untuk mendukung akselerasi pencapaian SDGs, pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 2019, 12 organisasi internasional berkomitmen untuk mempercepat terwujudnya Cakupan Kesehatan Semesta (UHC) melalui kolaborasi yang tertuang dalam Global Action Plan for Healthy Lives and Well-being for All. Dalam deklarasi tersebut juga, negara anggota PBB telah berkomitmen untuk mencapai Cakupan Kesehatan Semesta dengan berinvestasi pada empat area utama dalam layanan kesehatan primer.

Memastikan tercapainya Cakupan Kesehatan Semesta merupakan pilihan politis setiap kepala negara. Pemerintah Indonesia telah membentuk UU no 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, namun pembentukan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS baru terjadi di tahun 2014 . Program nasional ini merupakan upaya intervensi yang strategis, holistik, dan integral dalam upaya pembangunan kesehatan di Indonesia. Pada dasarnya, Cakupan Kesehatan Semesta ingin memastikan bahwa tidak ada orang yang mengalami halangan finansial untuk mengakses layanan kesehatan (kuratif, rehabilitative, paliatif, promotif dan preventif) yang berkualitas. Seringkali terjadi kesalahpahaman bahwa kehadiran JKN di masyarakat adalah satu-satunya cara untuk mencapai Cakupan Kesehatan Semesta di Indonesia, namun kenyataannya tidak.

“Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) indikator pencapaian Cakupan Kesehatan Semesta (UHC) terdiri dari memastikan akses yang setara ke layanan kesehatan sesuai kebutuhan dan layanan kesehatan yang tersedia berkualitas tanpa mengakibatkan kesulitan finansial. Untuk itu, BPJS harus mulai bergerak mengejar target tersebut dan tidak hanya fokus pada jumlah kepesertaan saja” ujar Olivia Herlinda, Direktur Kebijakan CISDI.

Penerapan Jaminan Kesehatan Nasional di Indonesia tidak akan berhasil tanpa diiringi dengan keseriusan pemerintah untuk menangani regulasi dan permasalahan lain yang terkait, seperti pengendalian tembakau, masalah lingkungan, HAM, dan lainnya. Maka itu, komitmen politik dari pimpinan tertinggi dan lembaga pemerintahan dalam memperbaiki kebijakan kesehatan turut menjadi faktor terpenting dalam pencapaian UHC. Seperti yang dikutip dari artikel yang ditulis oleh Diah Saminarsih tentang Menata Kembali Pembangunan Kesehatan di Tempo (15/10), “Berkaca pada hasil Riset Kesehatan Dasar 2018, peningkatan prevalensi perokok usia muda; penanganan stunting; program angka kecukupan gizi seperti komposisi gula, garam, dan lemak; serta peningkatan penyakit kronis di Indonesia memerlukan kapasitas dan kecakapan mumpuni dari birokrasi yang efisien.”

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2018, Indonesia dalam lima tahun ke depan akan memiliki aset sumber daya manusia, dalam usia produktif sebesar 68,75 persen yang akan mencapai kelas ekonomi menengah ke atas di tahun 2020. Selain itu, kecanggihan teknologi yang terus berkembang juga merupakan potensi yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Hal ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk melakukan pembenahan di bidang kesehatan serta mengkaji ulang kebijakan yang berbasis bukti agar sesuai dengan kebutuhan saat ini. Dengan begitu, Indonesia dapat mencapai UHC dengan memastikan akses ke layanan kesehatan yang berkualitas untuk semua demi pembangunan berkelanjutan tanpa meninggalkan satu orang pun.


Referensi:

https://www.who.int/publications-detail/stronger-collaboration-better-health-global-action-plan-for-healthy-lives-and-well-being-for-all

https://www.who.int/news-room/detail/24-09-2019-multilateral-agencies-launch-a-joint-plan-to-boost-global-health-goals

https://kolom.tempo.co/read/1259757/menata-kembali-pembangunan-kesehatan

http://p2p.kemkes.go.id/rakerkesnas-2019-kemenkes-targetkan-untuk-tingkatkan-cakupan-kesehatan-semesta-uhc/

Share this:

VIDEO TERKINI

Nasional Youth Town Hall (Indonesia)

Nasional Youth Town Hall (Indonesia)