ARTIKEL

Akses menuju layanan kesehatan masih menjadi salah satu tantangan utama dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat. Jika sebagian besar masyarakat yang tinggal di Pulau Jawa dapat dengan mudah mengakses layanan kesehatan, kondisi sebaliknya terjadi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Kondisi alam di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur,  didominasi dengan transportasi sungai sebagai moda transportasi utama. Menyusuri Sungai Kelay untuk mendekatkan layanan kesehatan ke masyarakat menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi tim Pencerah Nusantara yang bertugas di Puskesmas Kelay pada tahun 2012-2015. Karena kondisi alam yang hanya memungkinkan dapat diakses melalui Sungai Kelay mengakibatkan melambungnya harga transportasi di Kabupaten Berau. Faktor biaya transportasi menjadi alasan utama bagi ibu hamil untuk tidak memeriksakan kandungannya ke puskesmas dan lebih mempercayai dukun di lokasi tempat mereka tinggal. Selain itu, harga yang ditawarkan oleh dukun lebih terjangkau sehingga ibu hamil merasa beban ekonomi yang dikeluarkan untuk kelahiran dapat sedikit berkurang Meskipun kondisi ini tidak ideal, edukasi kesehatan yang belum optimal turut membentuk budaya melahirkan oleh dukun setempat di kalangan masyarakat Kecamatan Kelay.

Menjawab tantangan tersebut tim Pencerah Nusantara bersama Puskesmas Kelay menginisiasi program intervensi bagi ibu hamil untuk melakukan pengecekan kondisi kesehatan janin dan ibu secara rutin bersama tenaga medis. Upaya intervensi ini meliputi home visit, rumah singgah, pendataan ibu hamil, senam hamil, dan kemitraan dukun. Kegiatan home visit merupakan metode pendekatan secara langsung dari Puskesmas Kelay dan tim Pencerah Nusantara dengan mengunjungi rumah ibu hamil yang tujuan untuk meningkatkan tingkat kepercayaan antara ibu hamil dengan puskesmas. 

Pemahaman tentang peran dukun dalam kehamilan dan kelahiran di kalangan masyarakat perlu dibenahi. Namun, tim Pencerah Nusantara tidak melihat peran dukun dapat menghambat upaya intervensi mereka. Mereka menguatkan posisi dukun sebagai tenaga kesehatan tidak terlatih dikombinasikan dengan unsur kepercayaan lokal dalam melaksanakan pengecekan kesehatan ibu hamil; seperti membacakan doa dan mendampingi proses pengecekan kesehatan ibu hamil.

Upaya intervensi lainnya yang tidak kalah penting adalah senam hamil. Melalui program senam hamil, keterlibatan ibu hamil untuk mengecek status kesehatan mereka di puskesmas semakin meningkat. Kegiatan senam hamil dilakukan oleh tenaga medis dari Puskesmas Kelay dan tim Pencerah Nusantara yang bertujuan untuk menurunkan risiko komplikasi kehamilan, mengurangi stres dan membangkitkan suasana hati ibu, mengurangi ketidaknyamanan saat hamil, dan membantu tubuh ibu mempersiapkan kelahiran.

Dengan adanya program intervensi di bidang kesehatan ibu dan anak, persentase persalinan dibantu tenaga kesehatan profesional meningkat dari 48,3 persen menjadi 67,6 persen sepanjang tahun 2016. Di saat yang bersamaan, peningkatan persentase persalinan di fasilitas kesehatan sebesar 37,7 persen, dan 9 dari 10 ibu hamil memeriksakan kehamilannya oleh tenaga kesehatan profesional. Membangun kepercayaan antara ibu hamil dan tim medis menjadi pencapaian utama dari program intervensi ini mengingat kesehatan ibu dan janin adalah prioritas yang paling pertama demi kehidupan bayi yang lebih berkualitas.


Penulis:
Angga Prabowo

Share this:

VIDEO TERKINI

Nasional Youth Town Hall (Indonesia)

Nasional Youth Town Hall (Indonesia)