ARTIKEL

Setiap 23 Juli, kita selalu memperingati Hari Anak Nasional. Banyak harapan yang digaungkan bagianak Indonesia sebagai generasi penerus bangsa. Selain menjadi tumpuan bangsa untuk masa depan, harapan yang tidak kalah penting adalah harapan tentang kualitas hidup anak. Dalam rangka mewujudkan Sumber Daya Manusia Unggul sebagai visi utama Presiden Joko Widodo pada periode 2019-2024, upaya peningkatan gizi anakmenjadi faktor fundamental untuk mencapai visi tersebut.

Meskipun visi tersebut menjadi prioritas nasional sepanjang lima tahun mendatang, tim Pencerah Nusantara bersama Puskesmas Kluet Timur, Aceh Selatan, telah melakukan upaya peningkatan gizi balita sejak 2016. Status gizi balita menjadi isu yang sangat penting karena berdasarkan Laporan Penilaian Kinerja Puskesmas Kluet Timur 2016, persentase penimbangan berat balita baru mencapai 67 persen. Angka ini masih jauh di bawah target Standar Pelayanan Minimal (SPM) 2016 sebesar 85 persen. Selain itu, tingginya angka balita berstatus gizi buruk di Kluet Timur menambah “pekerjaan rumah” pemerintah daerah dan instansi terkait.

Temuan tersebut mengindikasikan upaya dalam meningkatkan status gizi balita yang perlu diperkuat di Kluet Timur, Aceh Selatan. Pencerah Nusantara bersama Puskesmas Kluet Timur mengembangkan  program intervensi gizi balita, melalui program Revitalisasi Posyandu. Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi balita yang didorong oleh partisipasi aktif masyarakat Kluet Timur melalui beberapa kegiatan seperti pendampingan posyandu dan kader untuk meningkatkan kapasitas SDM kesehatan, pengawasan serta evaluasi pelaksanaan kegiatan rutin posyandu, dan advokasi peran posyandu dalam menekan angka gizi buruk balita.

Seiring dengan berjalannya upaya revitalisasi posyandu, persentase penimbangan berat balita mencapai 100 persen dan prevalensi balita gizi kurang berhasil ditekan hingga 4,78 persen. Upaya intervensi ini diapresiasi oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dengan dikeluarkannya Peraturan Bupati No. 97 Tahun 2017 tentang Mekanisme Alokasi Dana Gampong Aceh Selatan. Melalui peraturan tersebut, posyandu memiliki dana operasional posyandu yang dialokasikan dari dana desa. Keberhasilan program intervensi ini tidak mungkin tercapai tanpa adanya keterlibatan lintas sektor. Tim Pencerah Nusantara, Puskesmas Kluet Timur, beserta Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) terus berupaya untuk mensosialisasikan Peraturan Bupati No. 97 tahun 2017 ke kepala Desa atau Keuchik Gampong lainnya demi meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak dan balita.


Penulis:
Angga Prabowo

Share this:

VIDEO TERKINI

Nasional Youth Town Hall (Indonesia)

Nasional Youth Town Hall (Indonesia)