NEWS

CISDI Rayakan Hari Perempuan Internasional bersama Tokoh Muda Perempuan Indonesia
Jakarta, 6 Maret 2017 – Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap tanggal 6 Maret memiliki magnet tersendiri bagi tokoh-tokoh perempuan muda di Indonesia. Visi akan kesetaraan gender di Indonesia sudah seringkali digaungkan dengan harapan wanita Indonesia menyadari secara penuh dan memperoleh haknya untuk mendapatkan kesejahteraan. Namun, Indonesia masih menempuh perjalanan panjang menuju kesetaraan. Sepanjang perjalanan itu lah, kemunculan tokoh muda perempuan Indonesia memperkuat perjuangan kesetaraan dalam berbagai bidang, tidak terkecuali bidang pembangunan kesehatan.

Anindita Sitepu, Direktur Program CISDI, adalah salah satu tokoh muda perempuan Indonesia diundang oleh US Mission to ASEAN sebagai pembicara pada diskusi Hari Perempuan Internasional yang mengangkat topik “Pemimpin Muda Perempuan di ASEAN: Tantangan dan Kesempatan”. Sebagai aktivis di bidang pembangunan kesehatan, Nindi menyatakan bahwa perjuangannya tidak lepas dari peran perempuan didalamnya. “Pengalaman saya dalam bidang pembangunan kesehatan telah banyak dipengaruhi oleh mentor-mentor perempuan hebat yang pernah saya temui, seperti Prof. Nila Moeloek (Menteri Kesehatan RI), Mbak Diah Saminarsih (Staf Khusus Menteri Kesehatan RI) serta para perempuan hebat lainnya. Terlebih lagi, keterpaparan saya terhadap isu-isu pembangunan sudah dimulai sejak kecil mengingat ibu saya juga seorang aktivis. Hal ini yang mengasah kepekaan saya untuk mengekspos isu-isu kesehatan dan kesetaraan kepada masyarakat agar kita bisa menemukan solusinya bersama-sama.”

Sejalan dengan tema diskusi kali ini, Nindi menjelaskan bahwa pemimpin muda saat ini memiliki banyak kesempatan untuk menciptakan perubahan. “Bagi saya, kepemimpinan adalah sebuah keberanian untuk menantang norma-norma yang ada dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Kepemimpinan seperti ini sudah banyak muncul dalam gerakan kepemudaan yang ada sekarang, salah satunya adalah Pencerah Nusantara, sebuah gerakan sosial kepemudaan yang dikelola oleh CISDI. Hingga saat ini, CISDI telah mengirim 146 profesional muda di bidang kesehatan untuk memperkuat layanan kesehatan primer di 16 lokasi di Indonesia. Salah satu fokus kami adalah kesehatan ibu dan anak (KIA) dimana keterbatasan akses menjadi tantangan terbesar. Melalui Pencerah Nusantara, kami ingin mendekatkan akses untuk turut berkontribusi dalam mengurangi angka kematian ibu, angka kematian balita, serta meningkatkan pemberdayaan perempuan sebagai bentuk nyata dari kesetaraan.”

Diskusi yang dipandu oleh Ms. Jane Bocklage, Chargés d'affaires US Mission to ASEAN, memeriahkan tema Hari Perempuan Internasional, yaitu #BeBoldforChange sebagai bentuk dukungan terhadap inklusivitas gender. Selain Direktur Program CISDI, tokoh pemimpin perempuan muda lainnya yang juga turut berbagi pandangan dalam diskusi tersebut adalah Dissa Ahdanisa, CEO Fingertalk Cafe untuk kaum tunarungu, dan Yanti Silviana, Co-Founder P-Fuze (Plastic Fused). Kehadiran ketiga tokoh pemimpin perempuan muda Indonesia ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki pemimpin perempuan muda dan berani merubah. Dengan komitmen tinggi, ketiganya memperjuangkan kesetaraan kaum perempuan dan inklusivitas gender di berbagai bidang demi masa depan Indonesia yang lebih cerah.

Selamat Hari Perempuan Internasional!



Oleh: Yeyen Yenuarizki

Share this: