NEWS

CISDI Sebarkan Semangat Pembangunan melalui Diskusi di Dua Universitas Ternama di Indonesia
Jakarta, 30 November 2016 – Menyusul semangat Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 27 Oktober, CISDI, sebagai organisasi masyarakat sipil yang fokus di bidang pembangunan kesehatan dan pemberdayaan pemuda, menebarkan semangat kepemudaan kepada mahasiswa dan mahasiswi di Universitas Indonesia dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Melalui diskusi bertajuk, “Pemuda sebagai Katalis Pembangunan Kesehatan Indonesia” yang diselenggarakan pada tanggal 30 November 2016 di Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia dan tanggal 1 Desember 2016 di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah, CISDI mengajak pemuda-pemudi Indonesia untuk berkontribusi langsung pada pembangunan kesehatan Indonesia.

Dalam sambutannya, Ibu Diah Saminarsih, pendiri CISDI dan Staf Khusus Menteri Kesehatan RI bidang Peningkatan Kerjasama dan SDGs, menyampaikan bahwa peran pemuda dalam akselerasi pembangunan Indonesia sangat vital. Terlebih lagi, kondisi geografis negeri ini yang tersebar dari Sabang sampai Merauke perlu diimbangi dengan persebaran pemuda-pemudi berkualitas untuk mendukung akses pembangunan yang setara, termasuk akses kesehatan. “Saat ini, 1 dari 4 penduduk di Indonesia adalah pemuda. Dari statistik tersebut, Indonesia akan mengalami bonus demografi di tahun 2030 dimana jumlah individu produktif akan lebih banyak dibanding jumlah individu yang tidak produktif. Sehingga tidak berlebihan jika saat ini Indonesia harus sudah mulai memberdayakan secara maksimal peran pemuda untuk menjawab tantangan-tantangan pembangunan yang ada, salah satunya adalah tantangan di dunia kesehatan.”


Anindita Sitepu, Direktor Program CISDI, menambahkan, “Indonesia memiliki 9500 Puskesmas dimana setengah dari jumlah Puskesmas tersebut tidak berfungsi. Padahal Puskesmas memiliki peran krusial sebagai garda terdepan kesehatan, terutama bagi mereka yang hidup jauh dari akses kesehatan. Kita sadar bahwa kondisi geografis Indonesia sangat luas. Sehingga peran Puskesmas perlu diperkuat, tidak hanya sebagai lini terdepan dalam tindakan kuratif, tetapi juga mampu menjadi pusat edukasi kesehatan bagi masyarakat.”

Melalui program Pencerah Nusantara, sebuah gerakan sosial kepemudaan yang bertujuan untuk memperkuat layanan kesehatan primer di Indonesia, CISDI telah secara aktif mendukung peran pemuda dalam pembangunan. Keberadaan Pencerah Nusantara, sebagai sebuah platform bagi profesional muda baik yang memiliki latarbelakang di bidang kesehatan maupun bidang non-kesehatan untuk dapat melakukan intervensi integratif yang inovatif di Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK), telah terbukti membawa perubahan positif di 7 lokasi penempatan semasa cohort I (tahun 2012-2015).

“Selama empat tahun perjalanan Pencerah Nusantara, kami melihat bahwa masih banyak pemuda-pemudi Indonesia yang memiliki kepedulian dan visi yang kuat untuk merubah wajah kesehatan Indonesia menjadi lebih baik. Hal tersebut dibuktikan oleh para alumni PN yang telah mengerahkan jiwa raga untuk berkontribusi langsung dalam memunculkan praktik baik di masing-masing penempatan,” tambah Anindita Sitepu. “Beberapa diantara praktik baik yang dimunculkan oleh tim PN 1 hingga PN 3 sewaktu penugasan adalah peningkatan kunjungan antenatal di Kabupaten Berau, inovasi Itik Lindu Ceria sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Lindu terkait peningkatan kualitas gizi, peningkatan kapasitas terhadap 1050 kader di lebih dari 200 Posyandu di seluruh lokasi penempatan, hingga pembentukan kelompok pemberdayaan pemuda Laskar Tosari di Kabupaten Tosari yang telah memperoleh penghargaan Satu Indonesia Award.”


Saat ini, perjalanan program Pencerah Nusantara telah mencapai tahun keempat yang mengawali perjalanan cohort II (tahun 2016-2019) di 9 lokasi penempatan baru: Kabupaten Aceh Selatan, Aceh; Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan; Kabupaten Cirebon, Jawa Barat; Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah; Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah; Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat; Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara; Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat; dan Kabupaten Sorong, Papua Barat. 

Bersamaan dengan kunjungan kampus kali ini, CISDI mengajak pemuda-pemudi Indonesia untuk turut mengambil bagian dalam pembangunan kesehatan melalui program Pencerah Nusantara. “Kesehatan bukan hanya tanggung jawab mereka yang berprofesi dokter, bidan, perawat, dokter gigi, atau ahli kesehatan masyarakat, tetapi juga termasuk mereka yang tidak memiliki latarbelakang non-kesehatan. Keberadaan masyarakat dan pemangku kepentingan setempat juga memiliki peran penting sebagai bentuk nyata dari kolaborasi multisektor dalam menjaga keberlanjutan program kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pencerah Nusantara diharapkan mampu menjadi katalisator dalam menciptakan pembangunan kesehatan di Indonesia yang setara, berdaya dan sejahtera berdasarkan pada paradigma sehat.”


Penulis: Yeyen Yenuarizki

Share this: