NEWS

Diskusi Publik CISDI: Meningkatnya Ancaman Diabetes Mellitus Terhadap Generasi Muda Indonesia

Terus meningkatnya jumlah penderita Diabetes Mellitus (DM) yang juga berdampak pada tingginya angka kematian membuat DM menjadi permasalahan kesehatan yang tidak lagi bisa dipungkiri. Dalam Diskusi Publik bulanannya yang membawa pandangan dari berbagai ahli dan praktisi lapangan, CISDI, berkolaborasi dengan Tropicana Slim, mengulas bagaimana prevalensi DM di Indonesia yang terus meningkat adalah suatu ancaman nyata bagi potensi yang dibawa oleh generasi muda Indonesia.

Diselenggarakan di Restoran Kembang Goela, Plaza Sentral, Jakarta, Diskusi Publik kali ini diisi oleh Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD, KEMD, FACE, selaku Direktur Institut Diabetes Indonesia (INDINA), Diah Saminarsih, Pendiri CISDI dan Staf Khusus Menteri Kesehatan RI Bidang Peningkatan Kemitraan dan SDGs, Anindita Sitepu sebagai Direkur Program CISDI, Angelique Dewi Permatasari, Head of Corporate Communication Division Tropicana Slim, serta Fendy Susanto, MSc, selaku Nutrition and Environmental Sustainability Manager Tropicana Slim.

Data riskesdas 2013 menunjukkan adanya 10 juta penderita diabetes di Indonesia, sebuah fakta yang menyebabkan tingginya beban sosial dan ekonomi. Akibatnya, pembiayaan kesehatan terkait diabetes yang ditanggung oleh negara sangatlah tinggi. "Maka dari itu, harus ada internalisasi upaya promotif dan preventif dalam masyarakat Indonesia, yang termasuk perbaikan pola hidup dan makanan untuk menurunkan faktor risiko penyakit diabetes", tegas Diah Saminarsih.

Prof. Sidartawan Soegondo menuturkan bahwa berdasarkan data International Diabetes Foundation (IDF), prevalensi diabetes di Indoneisa menempati peringkat ke-5 terbanyak di Indonesia, dimana prevalensi tertinggi ditemukan di provinsi Maluku Utara dan Kalimantan Barat. "Sangatlah menarik bahwa kasus diabetes yang notabene merupakan penyakit tidak menular atau penyakit orang urban, malah paling banyak ditemukan bukan di kota besar seperti Jakarta", tutur Prof. Sidartawan Soegondo. Ketika survey Riskesdas dilakukan, ditemukan banyak orang yang tidak sadar memiliki penyakit diabetes. Masyarakat secara umum tidak menyadari bahwa mereka secara perlahan mengalami perubahan pola hidup yang menyebabkan resiko diabetes mereka meningkat.

Anindita Sitepu memaparkan temuan lapangan tim Pencereah Nusantara, dimana di 3 lokasi, diabetes termasuk dalam 10 penyakit tertinggi di kecamatan. "Hal ini bisa saja terjadi karena beberapa faktor, seperti ketiadaan alat penunjang diagnosis di puskesmas, pasien tidak mendapatkan edukasi yang tepat untuk melakukan tes gula darah, serta ketidaksediaan obat di puskesmas."  ujar Anindita Sitepu. Tim Pencerah Nusantara sadar bahwa perubahan perilaku itu sulit, dimana proses ini membutuhkan waktu dan kesabaran agar tercipta keberlanjutan yang baik. Fendy Susanto menambahkan bahwa edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan sejak dini, pentingnya pola hidup sehat dan pemeriksaan gula darah rutin terus diperlukan untuk menekan prevalensi DM di Inodonesia, tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif.

Tropicana Slim menaruh perhatian besar dan menjadi permasalahan DM sebagai prioritas agendanya. "Misi Tropicana Slim sesuai dengan CISDI, karena itu kami mengapresiasi berbagai inovasi yang dilakukan oleh CISDI, terutama program Pencerah Nusantara, dalam melakukan upaya promotif dan preventif di tingkat akar rumput. Kami berharap Tropicana dan CISDI dapat mengoptimalkan dan terus mengembangkan potensi kerjasamanya dalam mengendalikan kasus DM di wilayah-wilayah pengabdian PN." ujar Angelique Dewi Permatasari.

Indonesia saat ini berjuang untuk menangani beban sosial ekonomi akibat DM yang berkembang secara cepat. "Karena itu, saya sangat mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara dua organisasi ini. Semoga ini bisa mengunggah para pemangku kepentingan lainnya untuk terus berkolaborasi secara lintas sektor dan melakukan aksi nyata dengan terus melibatkan publik secara intensif" tutup Diah Saminarsih mengakhiri Diskusi Publik CISDI ini.


Penulis: Adi Sarosa

Share this: