NEWS

FYI Kumpulkan Petani Masa Kini
Tue, Nov 7th 2017, 10:47
FYI Kumpulkan Petani Masa Kini
Jakarta – Untuk menyelesaikan permasalahan gizi dan kelaparan, peningkatan populasi di Indonesia yang bertambah sejumlah 9 juta orang dalam beberapa tahun mendatang perlu dihadapi dengan penuh persiapan. Berangkat dari kekhawatiran akan kurangnya bahan pangan di masa mendatang, kurang lebih 400 pemuda dengan gagasan inovatif berkumpul dan berdiskusi mengenai berbagai topik terkait system pangan dari hulu ke hilir dalam kegiatan Forum for Young Indonesians (FYI).

FYI menghadirkan 23 pembicara inspiratif, di antaranya merupakan para “petani masa kini”, untuk berbagi informasi dan pengalaman dalam menciptakan inovasi di bidang pertanian terutama dengan melibatkan teknologi sebagai alat bantu untuk produksi dan pemasaran. Selain itu, beberapa pembicara berbagi inovasi dalam mendekatkan petani dan konsumen dengan menciptakan rantai distribusi baru, dengan harapan petani tidak dirugikan oleh tengkulak.

Selain para pembaharu bidang pertanian, pembicara dalam kegiatan FYI merupakan tokoh yang berkompeten di bidang pembangunan dan kesehatan, dua topik yang tidak dapat dipisahkan dari sistem pangan. Tokoh tersebut meliputi akademisi, praktisi media, pejabat pemerintah hingga seniman seperti Prof. Boediono, Wakil Presiden RI ke-11; Prof. Nila Moeloek, Menteri Kesehatan RI; Emil Salim, Ahli Ekonomi Pembangunan Senior; Faisal Basri; Wisnu Nugroho; dan Nugie. Meski berbicara dengan sudut pandang displin ilmu yang berbeda, para pembicara mampu menyajikan visi yang sama, mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia.

Tema FYI tahun ini, “Our Food, Our Future!”, seiring dengan penyelenggaraan Asia Pacific Food Forum oleh Kementerian Kesehatan dan EAT Foundation di Jakarta. Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) dan ID Comm sebagai mitra pelaksana menimbang bahwa Oktober ini adalah waktu yang paling tepat meyelenggarakan FYI. Pelaksanaan FYI juga sejalan dengan  Sustainable Development Goals (SDGs), sebuah kerangka global tujuan pembangunan berkelanjutan yang disetujui oleh seluruh negara di dunia. Kehadiran sistem pangan berkelanjutan berpengaruh banyak pada suksesnya pencapaian SDG.

Selain ditujukan untuk menjadi wadah bagi pemuda untuk berdiskusi dan berinteraksi mengenai isu-isu sosial dan pembangunan, terutama mengenai isu pangan, FYI memberi kesempatan dan dukungan kepada pemuda Indonesia yang memiliki ide dan inovasi dalam mewujudkan ketahanan pangan. Sebuah kompetisi bernama small grant “Seeds for Change” dibuat untuk membantu para pemuda merealisasikan ide mereka menjadi aksi nyata. Pemenang kompetisi ini mendapatkan dukungan dana sejumlah 15 juta rupiah masing-masing untuk dua pemenang dari tim FYI.

Mereka yang berhasil meyakinkan dewan juri adalah Bhaskara Anggarda dan Albert Tulak dengan proposal “Pemberdayaan Mama Papua” dan Ahmad Fajar dan Putri Retno dengan proposal “Pengelolaan Limbah Cair Produksi Tempe” dengan menggungguli 141 proposal program yang diterima. Dengan suksesnya penyelenggaraan FYI dan “Seeds for Change”, diharapkan pemuda Indonesia semakin terlibat aktif sebagai katalis perubahan menuju sistem pangan yang berkelanjutan dan mampu segera memulai aksinya dari sekarang. 

Share this:

VIDEO TERKINI

Menggugah Pemuda Bereaksi Mengantisipasi Beban Sistem Pangan di Masa Depan

Forum for Young Indonesians (FYI) dengan tema 'Our Food, Our Future' digelar di Hall Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta, (Minggu 22/10). Hadir pakar-pakar termuka seperti Wakil Presiden RI ke -11 Prof. Dr. Boediono, Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, ekonomo Faisal Basri, ekonom Prof. Dr. Emil Salim serta inovator-inovator muda yang memberi warna baru dalam praktik sistem pangan berk