NEWS

Grand Opening PILMAPRES FIK UI 2018: Fadjar Wibowo Ajak Mahasiswa Aktif Bangun Kompetensi yang Relevan di Era SDG
Depok, 16 Februari 2017 – Pada hari Jumat, 9 Februari 2018, BEM Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) menyelenggarakan "Grand Opening Pemilihan Mahasiswa Berprestasi FIK UI 2018" yang dihadiri oleh sekitar 200 mahasiswa dan dosen. Mengusung tema “Fostering Students Role in Achieving Sustainable Development Goals (SDGs)”, BEM FIK UI menghadirkan pembicara-pembicara muda inspiratif dengan rekam jejak dan prestasi terkait SDGs seperti Mahasiswa Berprestasi UI, Radhiyan Pasopati Pribadi. Selain itu, BEM FIK UI juga mengundang CISDI sebagai think tank yang berfokus pada pencapaian SDGs di Indonesia yang diwakili oleh dr. Mochammad Fadjar Wibowo, MSc.

Sebagai seseorang yang memiliki latar belakang akademis dan profesional di sektor yang memiliki irisan antara bidang kesehatan, pembangunan dan teknologi komunikasi dan informasi, dr. Mochammad Fadjar Wibowo, MSc atau yang akrab dipanggil Fadjar meyakini posisi mahasiswa sebagai aktor penting dalam mengakselerasi pencapaian target pembangunan. “Mahasiswa zaman now sebagai memiliki modal energi, optimisme dan konektivitas yang lebih besar dari generasi sebelumnya. Berproses menjadi kaum profesional dan intelektual di perguruan tinggi, mahasiswa memiliki akses pengembangan keterampilan dan pengetahuan yang lebih besar dari kebanyakan orang. Kesempatan berjejaring dan menjangkau institusi lain untuk mendapatkan pengalaman, melalui magang misalnya, perlu dioptimalkan sejak awal agar mahasiswa memiliki kesiapan ketika memasuki dunia profesional baik sebagai praktisi maupun intelektual.”

Bertindak sebagai Outreach and Partnership Coordinator di CISDI, Fadjar memahami betul bagaimana pemuda mampu membawa perubahan melalui implementasi riset, pengelolaan program intervensi, hingga advokasi sebagai bagian dari percepatan pencapaian SDGs. CISDI memiliki program penguatan sistem kesehatan di tingkat lokal yakni Pencerah Nusantara. Dalam Pencerah Nusantara, profesional kesehatan muda terpilih dipersiapkan untuk memperkuat layanan kesehatan primer di Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK). Hingga saat ini, 146 tenaga kesehatan profesional telah memperkuat pembangunan di bidang kesehatan, khususnya di 16 daerah penempatan melalui participatory intervention di puskesmas setempat. Sebagai garda terdepan layanan kesehatan, Puskesmas memiliki peran penting tidak hanya dalam pelayanan kuratif, tetapi juga promotif dan preventif, termasuk menyentuh determinan sosial kesehatan, seperti pemberdayaan pemuda, masyarakat, hingga adovokasi pemerintah daerah dari tingkat desa hingga kabupaten. 
Selain pembangunan kesehatan, CISDI juga menyelenggarakan Forum for Young Indonesians (FYI), sebuah forum tahunan yang bertujuan sebagai platform bagi pemuda untuk berinteraksi dengan para pemimpin bisnis, akademis, pemerintahan dan organisasi masyarakat sipil dalam pengelolaan isu sistem pangan yag berkelanjutan. Penyusunan konsep dan persiapan program-program di atas melibatkan riset yang menyasar pemuda utamanya mahasiswa. Melalui proses seleksi yang dilakukan berkala, CISDI membuka kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai bidang, termasuk kesehatan, untuk dapat berkontribusi melalui program-program yang CISDI selenggarakan.

“Saat ini ada sekitar 20-an organisasi internasional di bawah naungan PBB yang beroperasi di Indonesia. Lembaga-lembaga ini bergerak dalam berbagai isu seperti kesehatan, kesejahteraan anak, pembangunan ekonomi, pangan dan pertanian, kehutanan, hingga teknologi informasi dan komunikasi. Jika jeli, menemukan kesempatan magang pada lembaga-lembaga ini bukan hal yang sulit. Beberapa universitas swasta justru lebih aktif mengelola peluang ini dengan ‘menawarkan’ mahasiswanya setiap semester 4 dan 8 untuk menjadi pegawai magang pada berbagai organisasi.  Kesempatan menggali pengetahuan, mengasah keterampilan dan berjejaring tidak terbatas dengan organisasi internasional tetapi juga dapat dilakukan dengan perusahaan multinasional, perusahaan nasional, bahkan start-up.” ujar Fadjar.

Fadjar adalah alumni Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada (UGM) yang semasa kuliah aktif sebagai asisten peneliti pada bidang Pendidikan Kedokteran dan bidang Promosi dan Perilaku Kesehatan. Minatnya pada isu kesehatan masyarakat dan hubungan internasional membawanya pada kesempatan internship di World Health Organization (WHO) dan pertukaran mahasiswa dengan beasiswa Erasmus Mundus ke l’Université catholique de Louvain, Belgia selama satu tahun. Setelah menyelesaikan pendidikan dokter, Fadjar melanjutkan studi Global Health di Karolinska Institutet, Swedia. Sekembalinya dari Swedia, Fadjar mendalami ketertarikannya untuk mendalami riset di bidang kesehatan sebagai research associate untuk Abdul Latif Jamil Poverty Action Lab (J-PAL) Southeast Asia. Sebelum bergabung dengan CISDI, Fadjar sempat bekerja untuk KlikDokter.com sebuah platform konsultasi medis online yang dimiliki Bersama oleh perusahaan farmasi dan media terbesar di Indonesia dengan diawaki oleh sekitar 30 dokter dan tenaga IT profesional.

Sebagai penutup acara Grand Opening Pemilihan Mahasiswa Berprestasi, Fadjar juga menyampaikan bahwa sebagai mahasiswa yang kelak lulus dari salah satu leading higher institutions seperti Universitas Indonesia, mahasiswa termasuk dari bidang keperawatan, akan menjadi pemimpin para praktisi dan kaum intelektual di bidangnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya untuk menimba pengalaman, mengasah skill dan pengetahuan serta berjejaring sesuai dengan minatnya dan jika perlu hingga ke luar Indonesia. 

“Menurut BKKBN, Indonesia diproyeksikan akan mendapat bonus demografi di tahun 2030-2045 di mana penduduk usia produktif akan lebih banyak dibanding penduduk usia tidak produktif. Bonus ini bisa menjadi bencana jika tidak dipersiapkan secara strategis. Apa yang bisa kita lakukan saat ini? Define your passion early, find a mentor and get the right information! Jika Anda memiliki ketertarikan dalam isu-isu tertentu tetapi enggan melakukan riset, setidaknya mulailah dengan mencari video di Youtube mengenai isu dan tema yang sesuai dengan minat Anda seperti kesehatan komunitas, sanitasi dan kesehatan lingkungan, efek perubahan iklim bagi kesehatan, dan lainnya. Mempertimbangkan kredibilitas, sebaiknya video dalam Bahasa Inggris. Dengan pemahaman yang berasal dari informasi yang tepat, kita bisa menentukan arah karir yang lebih baik dan berpartisipasi aktif dalam mendukung Indonesia mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.”

Share this: