NEWS

Kolaborasi dalam Pelatihan Pencerah Nusantara Angkatan 5
Jakarta, 12 April 2017 – Pencerah Nusantara, gerakan sosial kepemudaan di bidang pembangunan kesehatan saat ini telah memasuki tahun kelima. Mengawali perjalanan tahun ini, Pencerah Nusantara melaksanakan rangkaian pembekalan bagi 50 pemuda-pemudi Indonesia terpilih sebagai Pencerah Nusantara Angkatan 5 yang akan ditempatkan di 9 daerah penempatan di seluruh Indonesia untuk memperkuat layanan kesehatan primer. Selain berfokus pada peningkatan kapasitas tim, pembekalan yang diselenggarakan sejak 12 Maret 2017 hingga 26 April 2017 ini juga menjadi perwujudan kolaborasi lintas profesi dimana para pakar dari berbagai bidang berkontribusi pada pembangunan kesehatan bangsa.

“Kolaborasi merupakan jantung dari gerakan Pencerah Nusantara. Meskipun Pencerah Nusantara bergerak dalam bidang kesehatan, namun dalam menjawab tantangan dunia kesehatan membutuhkan kontribusi lintas sektor dan lintas profesi. Pada pembekalan bagi ke-50 Pencerah Nusantara Angkatan 5, CISDI selaku pengelola mengundang institusi maupun individu yang menjadi pakar profesional dari berbagai bidang yang akan mendukung tugas-tugas seorang Pencerah di lapangan,” demikian pernyataan Anindita Sitepu, Direktur Program CISDI.

“Rangkaian pembekalan ini telah dirancang sesuai dengan kebutuhan tim di lapangan serta masukan dari para alumni program. Hal ini ditindaklanjuti oleh pengelola dengan menyusun kurikulum pembekalan di bidang medis seperti kegawatdaruratan, obstetri ginekologi, perinatologi, gizi klinis dan gizi komunitas, kesehatan gigi dan mulut, dan kebijakan kesehatan. Selain itu kami juga memberikan materi-materi pendukung di luar medis seperti manajemen dan akreditasi puskesmas, komunikasi, advokasi, pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan perempuan, kebijakan dana desa, kesehatan reproduksi, kepekaan budaya, fotografi, penulisan kreatif dan team building,” tambah Deviana Wijaya Dewi selaku Lead for Pencerah Nusantara.

Setelah masa pembekalan berakhir, tim Pencerah Nusantara akan dikirim ke 9 daerah penempatan yang tersebar di seluruh Indonesia, yaitu Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh; Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan; Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat; Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah; Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Barat; Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat; Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara; Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat; dan Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Ke-9 lokasi ini dipilih setelah melalui serangkaian asesmen berdasarkan tingkat permasalahan kesehatan yang dihadapi serta komitmen pemerintah daerah.

“Permasalahan kesehatan yang dihadapi Indonesia sangat kompleks, terlebih lagi Indonesia tengah menghadapi tantangan besar untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Beberapa daerah tidak menjadi prioritas pemerintah namun masih membutuhkan bantuan untuk menjawab tantangan kesehatan sesuai dengan konteks lokal. Daerah-daerah ini menjadi daerah penempatan Pencerah Nusantara dimana intervensi dilakukan berbasis tim dan dipusatkan di puskesmas sebagai garda terdepan layanan kesehatan primer. Dengan metode ini, kami berharap dapat berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan anak melalui unit terkecil kesehatan serta memperkuat edukasi kesehatan agar terjadi keberlanjutan dalam layanan kesehatan,” demikian tutup Deviana Dewi.



Oleh: Yeyen Yenuarizki

Share this: