NEWS

Menjadi Agen Perubahan (Anti Rokok) bersama SMP Al-Izhar

Jakarta, 8 Desember 2015 – CISDI, untuk kedua kalinya, kembali datang ke SMP Al-Izhar untuk memberikan pelatihan Penggerak Nusantara bertemakan “Bahaya Rokok”. Kegiatan kali ini hanya dilakukan selama 1 hari ditujukan untuk semua anak yang duduk di kelas 8. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian class meeting yang diadakan setelah para siswa selesai mengikuti ulangan umum.

Pengurus OSIS SMP Al-Izhar turut membantu menjadi pemimpin kelompok bagi teman-temannya, dengan jumlah peserta pelatihan kurang lebih 100 peserta. Materi yang diberikan di antaranya, Kawasan Tanpa Rokok, Harga yang Dibayar sebagai Pengganti Rokok, Iklan Rokok dan Perokok Pengganti, Kandungan Berbahaya dalam Rokok, dan Kampanye melalui Media Sosial mengenai Bahaya Merokok. Masing-masing materi diberikan di setiap kelas oleh fasilitator yang terdiri dari CISDI, Smoke Free Agents (SFA), dan beberapa teman-teman relawan.

“Selama setengah hari ke depan, kita akan sama-sama mengetahui seputar bahayanya merokok dan aksi apa yang harus kita lakukan untuk memutus rantai perilaku pada anak remaja.”, ungkap Asnoer, salah satu fasilitator yang memberikan materi Harga yang Harus Dibayar sebagai Pengganti Rokok.

Aktivitas yang dilakukan sebagian besar adalah diskusi, memainkan games yang terkait dengan materi yang diberikan, serta pemaparan materi kepada para peserta. Pada setiap materi yang diberikan, peserta diajak untuk lebih mengetahui serta menyadari kandungan apa saja yang ada pada sebatang rokok, siapa saja target yang menjadi sasaran iklan rokok, kawasan-kawasan mana saja yang tidak boleh merokok, serta apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan bahayanya merokok, terutama pada anak remaja, dimulai dari umur 13 tahun. Selain itu, peserta juga dipersiapkan menjadi agen perubahan untuk mengurangi perilaku merokok, khususunya pada remaja.

Pemberian materi yang dikemas lebih menarik, seperti pemberian games, diskusi dengan alat peraga, membuat peserta mengikuti kegiatan dari setiap materi lebih semangat dan antusias. Terlihat saat pemberian materi selesai, beberapa dari peserta bertanya untuk mengetahui lebih lanjut.

“Kak, main lagi dong games-nya!”, ujar salah satu peserta dari Al-Izhar kepada Udin, fasilitator untuk materi Kandungan Berbahaya dalam Rokok.

Tak hanya kegiatan dengan pemberian 5 materi mengenai bahaya rokok, peserta juga diberikan lomba usai acara diadakan, yaitu membuat kampanye melalui social media dengan membuat meme, merupakan sebuah gambar dan tulisan, lalu diunggah melalui social media masing-masing kelompok melalui aplikasi Instagram. Pemenang lomba meme tersebut akan diumumkan pada acara puncak class meeting SMP Al-Izhar, tanggal 15 Desember 2015. Tujuan lomba ini adalah mengajak para peserta agar dapat menjadi pioneer anti rokok melalui kampanye di media sosial.

“Terima kasih atas kesediaan waktu teman-teman Al-Izhar dalam mengikuti kegaiatan ini. Semoga setelah mengikuti kegiatan ini, kalian bias menjadi agen perubahan untuk memberantas perilaku merokok ya!”, tutup Arlene, selaku koordinator kegiatan Peer Educator Tobacco Control.

 

Penulis: Muhammad Etsha dan Hadassah A. T.

Share this:

VIDEO TERKINI

Menggugah Pemuda Bereaksi Mengantisipasi Beban Sistem Pangan di Masa Depan

Forum for Young Indonesians (FYI) dengan tema 'Our Food, Our Future' digelar di Hall Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta, (Minggu 22/10). Hadir pakar-pakar termuka seperti Wakil Presiden RI ke -11 Prof. Dr. Boediono, Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, ekonomo Faisal Basri, ekonom Prof. Dr. Emil Salim serta inovator-inovator muda yang memberi warna baru dalam praktik sistem pangan berk