NEWS

Pemuda Pemudi Indonesia Terbukti Peduli dengan Perubahan Indonesia yang Lebih Baik melalui Pencerah Nusantara V
Jakarta, 2 Februari 2017 – Perjalanan yang dilakukan oleh Pencerah Nusantara IV akan segera berakhir. Akhir Januari hingga awal Februari 2017 kemarin, Pencerah Nusantara melangsungkan direct assessment untuk 110 peserta yang telah terpilih dari 3.101 peserta yang daftar menjadi Pencerah Nusantara V. Seleksi tahap II kembali dilakukan di 2 tempat, pada hari Senin (30/01) diadakan di Kantor GE Healthcare, lantai 18, Gedung South Quarter, Jakarta Selatan, sedangkan hari Selasa (31/01) sampai Kamis (02/02) kembali diadakan di Kampus FKIK, UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang. CISDI mengucapkan terima kasih kepada GE Healthcare serta FKIK UIN Syarif Hidayatullah yang telah menyediakan tempat untuk berjalannya proses seleksi tahap II Pencerah Nusantara V.

“Hari ini adalah kesempatan terakhir bagi kalian, maka tunjukkanlah diri kalian yang terbaik sehingga kami bisa melihat kesungguhan kalian dalam menjadi Pencerah Nusantara angkatan ke-5 ini.”, tutur Anindita Sitepu selaku Direktur Program CISDI dalam memberikan kalimat pembuka kepada para peserta.


Keberagaman peserta yang berasal dari wilayah-wilayah di seluruh Indonesia ini terus menjadi bukti bahwa pemuda/i di Indonesia tidak tinggal diam dalam membantu meningkatkan derajat pelayanan kesehatan tingkat primer yang lebih berkualitas. Serangkaian tes dari seleksi tahap II pun mereka ikuti dengan baik, dimulai dari psikotes, FGD (Focus Group Discussion), dan yang terakhir adalah wawancara dengan beberapa panelis yang terdiri dari organisasi profesi, mitra-mitra CISDI, psikolog dari UI, serta tim pengelola CISDI.

“Wawancara dengan beberapa panelis bertujuan untuk menunjukkan nilai kolaborasi antar mitra yang menjadi nilai serta semangat PN sampai sekarang.”, ujar Gatot selaku tim pengelola CISDI.


Metode FGD kali ini berbeda dengan metode yang sebelumnya, di mana komposisi dari profesi lebih variatif. Tujuannya untuk melihat variasi konflik serta pendapat yang dikeluarkan dari masing-masing profesi, serta kesimpulan yang sama dari latar belakang yang berbeda, sehingga jawaban menjadi lebih holistik.

“Teman-teman silakan diskusikan secara bersama permasalahan yang kalian pegang, lalu utarakan pendapat kalian satu per satu.”, ucap salah satu psikolog saat memimpin jalannya FGD.

Setelah proses FGD selesai, peserta dipanggil satu per satu untuk mengikuti proses wawancara dengan beberapa panelis. Tiap peserta memiliki keunikannya masing-masing, hal tersebut juga diungkapkan oleh panelis yang mewawancarai mereka.


“Bisa terlihat mana peserta yang tangguh dan tidak, terlihat dari latar belakang pengalaman yang mereka miliki.”, ungkap Sophia Hage, dokter dari Selamatkan Ibu yang merupakan salah satu mitra CISDI.

Perjuangan para peserta akan dicatat sebagai bukti bahwa anak muda tidak tinggal diam dan turut berpartisipasi dalam percepatan pembangunan menuju Indonesia yang lebih baik, khususnya di bidang kesehatan. Pencerah Nusantara V tidak akan terwujud tanpa antusiasme peserta yang mau melakukan perubahan, dan dukungan dari para mitra yang setia mendampingi sampai sekarang. Semoga kelak para peserta yang terpilih akan terus menebarkan semangat positif untuk terwujudnya derajat kesehatan yang menyeluruh. 

Pantau terus sosial media kami untuk mengetahui hasil seleksi tahap II. Salam, Pencerah!


Penulis: Hadassah A. T.

Share this: