NEWS

Pemuda-Pemudi Tangguh yang Ingin Turut Membangun Kesehatan di Indonesia : Direct Assesment Calon Peserta Pencerah Nusantara Angkatan IV
Jakarta, 9-12 Februari 2016 – Pencapaian yang telah dilakukan Pencerah Nusantara tidak berhenti sampai 3 tahun saja. Pencerah Nusantara kembali membuka pendaftaran untuk angkatan ke-4, ditujukan bagi para pemuda yang ingin mengabdi dan membangun kesehatan di Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK) yang tersebar di wilayah Indonesia. Lokasi penempatan yang menjadi tempat para pemuda mengabdi pun merupakan 10 lokasi baru yang sesuai dengan kriteria di mana Pencerah Nusantara akan mengabdi untuk meningkatkan kesehatan di daerah tersebut.

Pendaftaran tahap awal secara online di mana peserta menjawab pertanyaan essay, dan menghasilkan 2.249 pendaftar dari seluruh Indonesia. Tak bisa dipungkiri bahwa begitu banyak pemuda memiliki semangat untuk mengabdi demi pembangunan kesehatan di Indonesia secara menyeluruh. Kemudian, proses seleksi dilanjutkan dengan melakukan seleksi membaca berkas-berkas para pendaftar, sehingga terpilihlah sekitar 120 peserta yang dipanggil ke Jakarta untuk mengikuti proses seleksi tahap II. Daerah asal para peserta pun tidak hanya dari Jakarta, tetapi ada juga dari luar Jakarta seperti Aceh, Makassar, Jawa Tengah, dan masih banyak lagi.

Proses seleksi tahap II berlangsung dari tanggal 9 sampai 12 Februari 2016 di dua tempat yang berbeda di daerah Jakarta. Pada hari Selasa, 9 Februari 2016, seleksi diadakan di kantor PT. Nutrifood, yang bertempat di Kawasan Industri, Pulo Gadung, untuk hari Rabu (10/02) sampai hari Jumat (12/02) diadakan di Kampus II, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat.


CISDI turut dibantu oleh beberapa organisasi profesi, seperti IAKMI, IBI, Fakultas Psikologi UI, Fakultas Kedokteran UI, FKIK UIN Syarif Hidyatullah, dan beberapa organisasi profesi lainnya. Tak hanya organisasi profesi, mitra-mitra yang terdiri dari organisasi sosial lain seperti IYHPS, CIPG dan private sector, seperti Nutrifood, Dayakan Indonesia juga turut membantu menjadi panelis pada sesi wawancara yang akan diikuti peserta. Keberagaman panelis yang menjadi pewawancara dapat memperkaya perspektif kesehatan dari bidang lainnya. Selain itu, beberapa relawan baik dari mahasiswa UIN maupun dari luar UIN juga turut membantu selama proses seleksi berlangsung.

Proses seleksi pun diawali dengan registrasi, lalu peserta diantar menuju ruangan yang besar untuk mengikuti proses psikotes terlebih dahulu bersama dengan para Psikolog dari Psikologi UI.

“Pencerah Nusantara keempat ada karena Pencerah Nusantara satu, dua, dan tiga. Terima kasih kepada alumni yang telah membangun citra PN dengan baik. Sekarang, saatnya kalian tunjukkan diri untuk mengabdi demi mewujudkan pembangunan kesehatan yang merata di Indonesia, karena kesehatan tidak hanya dikerjakan oleh orang-orang kesehatan saja, sehingga butuh berkolaborasi demi kesehatan secara menyeluruh.” ucap Anindita Sitepu, selaku Direktur Program CISDI, saat mebuka proses seleksi tahap II.


Setelah psikotes berlangsung, seleksi dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang kembali dipimpin oleh para Psikolog. Masing-masing peserta yang sudah dibagi berdasarkan kelompoknya akan berdiskusi mengenai langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan sesampainya mereka di lokasi penempatan nanti.

“Menurut saya, sesampainya kita di penempatan nanti kita harus mendekat Pemda sekaligus belajar beradaptasi dengan budaya dari warga setempat, karena kita akan ditempatkan selama 1 tahun, jadi harus bisa beradaptasi dengan cepat.”, ungkap salah satu peserta dalam diskusi yang dilakukan. FGD yang berlangsung kurang lebih 45 menit, menghasilkan pendapat-pendapat yang berbeda dari tiap peserta mengenai inovasi yang ingin dilakukan di daerah penempatan nanti. Semangat serta antusias mereka terlihat saat membahas mengenai inovasi mereka secara konkrit.

   

Metode FGD yang digunakan bertujuan untuk melihat interaksi dari satu peserta ke peserta lainnya, sehingga Psikolog pun dapat melihat bagaimana tiap peserta mengutarakan pendapatnya serta kemampuan mereka bekerja dalam kelompok.

“Setiap peserta memiliki pemikirannya masing-masing mengenai rencana pembangunan kesehatan di daerah, ada yang merasa harus bertemu Pemda terlebih dahulu, ada yang melakukan pendekatan dengan warga sekitar, dan lain-lain. Memang masing-masing peserta memiliki karakter yang unik-unik.”, ungkap Ibu Susana, Psikolog dari K-Talenta, Psikologi UI.

Proses wawancara menjadi rangkaian terakhir yang diikuti oleh para peserta seleksi. Panelis yang mewawancarai memiliki latar belakang yang datang memiliki bidang kesehatan maupun non kesehatan. Keberagaman latar belakang dari para panelis tersebut bertujuan untuk memberikan perspektif kesehatan dari bidang yang dimiliki masing-masing panelis. Terdapat 5 ruangan untuk peserta mengikuti wawancara, masing-masing ruangan ditempati oleh 4 sampai 5 orang panelis.

“Kenapa kamu ingin bergabung dan menjadi bagian dari Pencerah Nusantara?”, tanya dr. Daniel Kambey dari IYHPS. Pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang ditanyakan ke setiap peserta guna untuk mengetahui motivasi dari tiap peserta bergabung menjadi bagian dari Pencerah Nusantara.


“Sebelum datang untuk mengikuti seleksi, aku menambah ‘bekal’ terlebih dahulu dengan membaca-baca buku terkait kesehatan khususnya di Indonesia.”, ungkap Rasida, salah satu peserta seleksi.

Para panelis merasa karakter yang dimiliki oleh masing-masing peserta memiliki keunikannya masing-masing, sehingga apabila mereka ditempatkan ke dalam satu kelompok harus bisa saling melengkapi satu sama lain.

“Komposisi penempatan juga harus dipertimbangkan dari segi karakter masing-masing peserta supaya bisa saling mendukung, karena mereka ditempatkan selama 1 tahun dan chemistry harus dibangun cepat atau lambat setelah mereka sudah ditempatkan nanti.


Tanggapan peserta selama menjalani wawancara terhadap pertanyaan yang diberikan para panelis juga berbeda-beda. Ada yang menceritakan dengan penuh semangat terkait hal yang sudah dia lakukan, ada yang bercerita mengenai dirinya dengan suara yang kecil karena malu, ada juga peserta yang terharu saat menceritakan kisah hidupnya dan kerinduannya mengabdi untuk membantu mewujudkan kesehatan di Indonesia secara merata.

Konsep kesehatan untuk semua yang dibawa oleh Pencerah Nusantara disadari betul oleh beberapa peserta. Zahra, yang datang dari Jawa Tengah dan berlatar belakang pendidikan Sastra Inggris ini pun memiliki tujuan untuk memajukan kesehatan Indonesia.

“Semua bidang keilmuan punya peran untuk memajukan kesehatan. Tidak harus menjadi orang yang bekerja di bidang kesehatan terlebih dahulu baru bisa terlibat, tetapi bagaimana saya yang memiliki latar belakang berbeda jauh dengan bidang kesehatan, dapat menggunakan ilmu saya untuk turut memajukan kesehatan di daerah penempatan saya nanti.”, jawab Zahra, menanggapi pertanyaan dari salah satu panelis yang bertanya kepada dirinya mengenai alasan mendaftar Pencerah Nusantara.

Pengumuman kelulusan peserta seleksi tahap II akan diberitahukan pada akhir bulan Februari 2016. Setelah mendapatkan nama-nama yang lolos menjadi peserta Pencerah Nusantara IV, mereka akan dipanggil kembali ke Jakarta untuk menjalani proses persiapan yaitu pelatihan selama 7 minggu pada akhir bulan Maret sampai awal bulan April 2016. Pelatihan tersebut guna untuk mempersiapkan mereka sebelum berangkat menuju lokasi penempatan, dan semoga kelak sudah ditempatkan di sana, Pencerah Nusantara kembali terlibat dalam pembangunan kesehatan layanan primer di seluruh wilayah Indonesia. Salam, Pencerah!

Penulis: Muhammad Etsha & Hadassah Alexandria T.
 

Share this: