NEWS

Pencerah Nusantara Gandeng Tangan Pemda Wujudkan Kesehatan Bagi Semua













Jakarta, 9 Juli 2019 – Pencerah Nusantara pertama kali diperkenalkan di tahun 2012 oleh Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk Millenium Development Goals (MDGs) di bawah arahan Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, SpM(K). Dengan memberangkatkan 33 praktisi kesehatan muda yang berprofesi sebagai dokter, perawat, bidan, dan ahli kesehatan masyarakat, Pencerah Nusantara bertujuan memperkuat Puskesmas di 7 kabupaten yang berlokasi di DTPK.

Saat ini, Pencerah Nusantara telah memberangkatkan 222 anak muda ke 16 kabupaten dengan masalah kesehatan yang beragam seperti gizi kurang, gizi buruk, tingginya angka kematian ibu, rendahnya kesadaran kesehatan, serta rendahnya dukungan masyarakat terhadap kesehatan. Namun, upaya ini tentu tidak optimal tanpa kolaborasi antara Pencerah Nusantara dengan pemerintah daerah.

H. Tuwuh, SAP., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, mengamini kolaborasi pemerintah daerah Sumbawa Barat dan Pencerah Nusantara adalah sebuah praktik cerdas yang perlu dilanjutkan.

“Pencerah Nusantara bertugas di Kabupaten Sumbawa Barat sejak 2016 hingga 2019. Pada awalnya, saya kaget karena tim Pencerah Nusantara isinya anak muda semua. Tetapi setelah berkolaborasi bersama, saya harus akui bahwa tim Pencerah Nusantara penuh dengan inovasi dalam membantu kami menjawab tantangan kesehatan,” demikian komentar H. Tuwuh, SAP.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menerima tiga angkatan Pencerah Nusantara sejak 2016 yang terdiri dari satu dokter, dua dokter gigi, tiga perawat, tiga bidan, empat ahli kesehatan masyarakat, dan satu pemerhati kesehatan. Di awal kedatangan tim Pencerah Nusantara ke Sumbawa Barat, beberapa tantangan kesehatan yang perlu segera ditangani diantaranya meliputi rendahnya angka kunjungan ke posyandu, tingginya kasus gizi kurang, serta masih ditemui kasus pasung pada gangguan jiwa.
 
“Di awal kedatangan ke Poto Tano, kami melakukan pemetaan masalah. Kami sangat bersyukur karena pihak pemerintah daerah Sumbawa Barat dan teman-teman Puskesmas Poto Tano terbuka terhadap semangat kolaboratif yang menjadi nilai utama Pencerah Nusantara. Hal ini memudahkan tim Pencerah Nusantara dalam memahami akar permasalahan dan berkontribusi dalam mencari solusi bagi tantangan tersebut,” demikian ujar Bryan Christian, alumni Pencerah Nusantara penempatan Sumbawa Barat.

Bagi pemerintah daerah Sumbawa Barat, model intervensi kolaborasi yang digerakkan oleh pemuda menjadi inovasi yang membawa ide-ide segar dalam menyelesaikan isu-isu kesehatan.

“Kami percaya kolaborasi ini adalah praktik yang harus diadopsi oleh pemerintah daerah lainnya. Keterlibatan anak muda perlu mendapat tempat yang besar dalam pembangunan karena mereka adalah generasi penerus bangsa yang akan menikmati kesuksesan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Jika kolaborasi ini dimulai saat ini, permasalahan kesehatan dapat diatasi secara bersama-sama untuk mewujudkan masyarakat yang berdaya,” demikian tutup H. Tuwuh. 


Penulis:
Angga Prabowo

Share this: