NEWS

Pencerah Nusantara Kembali Melanjutkan Semangat (Health for All) di 9 Lokasi Baru

Jakarta, 23 Maret 2016 – Semangat dalam upaya memperbaiki kesehatan di layanan primer yang telah dibawa oleh Pencerah Nusantara selama 3 tahun kembali berlanjut. Setelah berhasil membantu meningkatkan derajat kesehatan di 7 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, kini semangat itu kembali dibawa oleh Pencerah Nusantara dengan membuka angkatan ke-4.

Sebanyak 45 peserta terpilih sedang dipersiapkan dengan mengikuti pelatihan intensif selama 7 minggu di Anjungan Lampung TMII. Tujuannya untuk mempersiapkan peserta saat berada di penempatan. Lokasi-lokasi tersebut di antaranya Aceh Selatan (NAD), Muara Enim (Sumatera Selatan), Cirebon (Jawa Barat), Grobogan (Jawa Tengah), Gunung Mas (Kalimantan Tengah), Sumbawa Barat (Nusa Tenggara Barat), Mamuju Utara (Sulawesi Barat), Konawe (Sulawesi Tenggara), dan Sorong (Papua Barat).

Diskusi yang diselenggarakan di Workroom Coffee, Cikini, pada Rabu, 23 Maret 2016 kali ini membahas tentang berbagai permasalahan kesehatan serta keadaan geografis di 9 lokasi baru yang akan diintervensi oleh Pencerah Nusantara pada angkatan ke-4 ini.

“Intervensi yang dilakukan Pencerah Nusantara selama 3 tahun di 7 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia terbukti mampu menjadi katalisator sekaligus fasilitator untuk menggerakkan para pemangku kepentingan terkait dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas, yang fungsinya sebagai unit terdepan pemberi layanan kesehatan masyarakat.”, sambut Diah Saminarsih, selaku pendiri CISDI, saat membuka diskusi.

Kolaborasi merupakan salah satu semangat yang menuntun program Pencerah Nusantara terus berjalan sampai sekarang. Kesehatan bukan hanya miliki orang-orang kesehatan saja, melainkan milik semua orang. Menyelesaikan suatu permasalahan, dalam hal ini adalah permasalahan kesehatan, membutuhkan kerjasama serta pandangan dari banyak pihak lain di luar bidang kesehatan. Tujuannya, supaya paradigma sehat bisa dimiliki oleh semua orang secara menyeluruh, terutama mengingat hidup sehat bukan hanya milik orang-orang kesehatan saja, melainkan milik semua orang. Semangat dalam kolaborasi lintas sektoral ini juga diutarakan oleh Diah Saminarsih dalam sesi penutupan diskusi. 

Pengenalan 9 lokasi baru yang dibawakan oleh Olivia Herlinda, selaku koordinator Project Management CISDI, menjelaskan mengenai permasalahan kesehatan apa saja yang dimiliki di tiap daerah dan akses jalanan, keadaan geografis, serta faktor budaya yang dimiliki oleh tiap-tiap lokasi.

“Lokasi-lokasi baru kali ini memiliki struktur geografis yang cukup mewakilkan geografis Indonesia secara keseluruhan, yaitu pegunungan, pesisir pantai, dan hutan. Masing-masing memiliki akses jalanan serta ketersediaan listrik yang berbeda-beda. Selain karena keadaan geografis serta permasalahan kesehatan yang dimiliki masing-masing lokasi, komitmen Pemda juga menjadi kunci utama keterlibatan tim Pencerah Nusantara dalam membantu meningkatkan layanan kesehatan primer di tiap-tiap daerah.”, jelas Olivia.

Diskusi dilanjutkan dengan memanggil beberapa narasumber yang memiliki latar belakang yang berbeda dengan tujuan , yaitu Dedi Supratman selaku Sekretaris Jendral Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI), dr. Trevino Aristarkus Pakasi dari Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Sutara selaku Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Andrianto Martiono dari GE Healthcare sebagai perwakilan dari sector swasta untuk melengkapi perspektif dalam diskusi, dan kembali memanggil Olivia Herlinda. Anindita Sitepu, selaku Direktur Program CISDI, menjadi moderator dalam berjalannya diskusi.

“Saya merasa bangga karena dari 45 peserta yang terpilih, di antaranya terdapat 16 orang Sarjana Kesehatan Masyarakat yang terlibat. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran dalam mewujudkan kesehatan yang menyeluruh sudah tidak hanya dimiliki oleh tenaga kesehatan yang bekerja secara klinisi.”, ujar Dedi.

Dinas Kesehatan dari Kabupaten Cirebon juga menyambut baik kehadiran tim Pencerah Nusantara dalam membantu meningkatkan derajat kesehatan di wilayah Cirebon.

“Setelah melihat prestasi yang telah dilakukan selama 3 tahun, saya yakin di lokasi baru tempat Pencerah Nusantara ditempatkan termasuk di Cirebon, akan mampu menyadarkan masyarakat setempat untuk menjaga kesehatan dan mencegah terkena penyakit. Selain itu, saya juga berharap masyarakat yang datang ke Puskesmas nantinya bukan hanya untuk berobat, tetapi juga terbuka untuk diberikan edukasi mengenai hidup sehat.”, ungkap dr. Sutara.

Dokter Trevino turut melengkapi diskusi dengan memberikan penjelasan mengenai kontribusi pendidikan tinggi para tenaga kesehatan yang bekerja. Bentuk intervensi yang dilakukan oleh Pencerah Nusantara dalam bentuk team based dapat menjangkau masyarakat lebih banyak lagi. Keterlibatan berbagai pihak, seperti sektor swasta, dalam upaya pembangunan selalu menjadi aktor yang tidak boleh tertinggal. Andrianto, perwakilan dari GE Healthcare, melihat bahwa sektor swasta memiliki banyak potensi untuk terlibat dalam pembangunan dari segala aspek, tidak hanya dari segi pendanaan saja.

Program Pencerah Nusantara yang menyasar kepada penguatan layanan primer, menjadi sangat penting di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) karena dapat membantu menciptakan layanan nyata yang bisa dibiayai oleh BPJS. Penguatan layanan primer juga akan memastikan Puskesmas tidak hanya menjadi kurator rujukan ke Rumah Sakit.

“Upaya dalam mewujudkan kesehatan masyarakat butuh aksi nyata, bukan kata-kata.”, tutup Anindita Sitepu.

Kesehatan merupakan gerbang awal yang dibawa oleh Pencerah Nusantara dalam membantu mewujudkan pembangunan di Indonesia. Hasil kolaborasi serta dukungan yang diberikan dari berbagai pihak telah membantu program ini berjalan dan membawa semangat positif bagi warga yang sudah merasakan aksi nyata yang dilakukan oleh tim saat berada di lapangan. Pencerah Nusantara akan selalu siap membawa perubahan positif dalam peningkatan derajat kesehatan terutama layanan primer di seluruh Indonesia.


Penulis: Hadassah A. T.

Share this: