NEWS

Pencerah Nusantara Tunda Pamit, Lanjutkan Perkuat Kesehatan Primer











Penguatan layanan kesehatan primer dengan menempatkan tim kolaborasi inter-profesi menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Pendekatan seperti ini telah diimplementasi di beberapa daerah di Indonesia oleh Pencerah Nusantara, program intervensi kesehatan yang dikelola oleh Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) yang memberangkatkan anak-anak muda berprofesi dokter, perawat, bidan, ahli kesehatan masyarakat, ahli gizi, sosiolog, psikolog, dan masih banyak lagi. Program Pencerah Nusantara hadir untuk menjawab tantangan dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan, ketersediaan tenaga kesehatan, dan memastikan pemerataan kualitas kesehatan di Indonesia.

Keberhasilan program ini dalam menciptakan dampak berkelanjutan terhadap pembangunan kesehatan di daerah diakui oleh Kementerian Kesehatan RI. “Pencerah Nusantara berhasil meyakinkan para jajaran di Kementrian Kesehatan untuk mengadopsi dan mereplikasi program ini menjadi Nusantara Sehat berbasis tim dan menjadi salah satu program nasional dari Kemenkes” tutur Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, Sp.M (K).

Tidak hanya diakui secara nasional, program ini juga memperoleh pengakuan global. Prestasi Pencerah Nusantara yang berhasil memperoleh posisi runner-up pada Open Government Award 2015 sebagai program terobosan di sektor kesehatan tidak lepas dari kolaborasi bersama 222 orang muda. Selain itu, Program Pencerah Nusantara telah memberikan dampak positif bagi 226.000 penerima manfaat kesehatan di 16 kabupaten di Indonesia. “Sebelum diberangkatkan ke daerah-daerah penugasan, orang-orang muda terpilih ini menjalani pelatihan selama 6 minggu untuk bisa mendampingi masyarakat. Pelatihan yang diberikan tidak hanya terkait keterampilan di bidang kesehatan saja, tetapi juga di semua aspek kehidupan seperti kepemimpinan, keterampilan bertahan hidup, kepekaan budaya, komunikasi, advokasi, dan pemahaman kebijakan,” tutur Diah Saminarsih, Pendiri CISDI sekaligus Penasihat Senior bidang Gender dan Pemuda di Kantor Dirjen WHO.

Program Pencerah Nusantara telah berkolaborasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam melahirkan banyak inovasi dalam dunia kesehatan. Salah satu inovasi yang muncul adalah Repost Kelor, sebuah program penguatan gizi dengan mengoptimalkan Daun Kelor sebagai sumber pangan lokal di Kabupaten Sumbawa Barat. “Inovasi ini bahkan sudah diadopsi di seluruh posyandu di Kabupaten Sumbawa Barat seiring dengan diterbitkannya Peraturan Gubernur (PERGUB) No. 80 tahun 2017 tentang Gerakan Menanam dan Melestarikan Kelor. Bagi saya, sebagai perwakilan pemerintah daerah, kolaborasi antar pemuda ini memang membantu kami dalam menjawab tantangan kesehatan di daerah,” tutur H. Tuwuh, S.AP Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa Barat.

Kolaborasi antara kaum muda dan pemerintah daerah menjadi satu terobosan untuk menjawab tantangan-tantangan kesehatan yang muncul. Keterbukaan pemerintah daerah dan kaum muda untuk terus bergerak dan menciptakan perubahan membuktikan bahwa terobosan-terobosan baru masih terus diharapkan. Hal ini yang menggerakkan Pencerah Nusantara untuk terus bergerak bersama masyarakat.

“Setelah mendengar tanggapan positif, antusiasme yang tinggi terhadap Pencerah Nusantara, dan melihat tantangan di dunia kesehatan di Indonesia, saya percaya kehadiran Pencerah Nusantara masih terus dinanti. Saya berharap Pencerah Nusantara dapat terus berkontribusi sesuai dengan kondisi dan situasi yang ada di masyarakat saat ini.” Tutup Diah Saminarsih.


Penulis:
Angga Prabowo

Share this: