NEWS

Peran Pemuda dan Aksi Nyata dalam Mewujudkan SDGs di Indonesia: Diskusi Interaktif dan Dialog Terbuka di Universitas Katolik Parahyangan Bandung

Bandung, 25 November 2015 – Delapan tujuan yang termuat dalam Tujuan Pembangunan Milenium/Millenium Development Goals (MDGs) akan segera berakhir. Kita akan memasuki 17 tujuan dan 169 target pembangunan global yang diadopsi oleh 193 negara, melalui Agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs). Tujuan demi tujuan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, dibutuhkan beberapa pihak terkait lainnya yang mau turut berperan aktif dalam mewujudkan pembangunan Indonesia, salah satunya adalah peran pemuda. Pemuda dikenal sebagai generasi yang mau terlibat aktif dalam pergerakan dan memiliki keinginan untuk mengubah. Maka dari itu, pemuda dapat turut mewujudkan tujuan-tujuan yang telah diagendakan selanjutnya melalui SDGs.

CISDI mengadakan diskusi interaktif dan dialog terbuka dengan para mahasiswa di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, hari Rabu, 25 November 2015. Anindita Sitepu, Direktur Program CISDI, membuka diskusi dengan penjelasan mengenai transisi MDGs menuju SDGs, serta apa yang bisa dilakukan oleh pemuda agar bisa terlibat aktif dalam melakukan aksi nyata.

“Data sensus 2010 menyebutkan bahwa 1 dari 4 penduduk di Indonesia adalah pemuda. Dengan demikian pemuda merupakan salah satu aktor pembangunan nasional yang memiliki potensi besar dan diharapkan dapat turut berpartisipasi aktif untuk menjadi penggerak serta pencipta berbagai inovasi di masa mendatang.”, tutur Anindita Sitepu.

Para mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk menjelaskan 17 goals tersebut menurut pandangan mereka. Beberapa dari mereka memberi tanggapan mengenai aksi nyata yang dapat dilakukan oleh pemuda.

“Pemuda identik dengan kreatifitas, sehingga dapat terlibat dalam pembangunan melalui berbagai hal, seperti seni, wirausaha, dan lain-lain.”, ungkap Stephen, salah satu mahasiswa dari Fakultas Hubungan Internasional UNPAR.

Mahasiswa lain juga memberi tanggapan mengenai modal-modal yang harus dimiliki oleh pemuda dalam mewujudkan aksi nyata tersebut.

“Keberanian anak muda adalah modal dalam meningkatkan kepedulian sesama pemuda untuk terlibat aktif dalam pembangunan.”, ungkap salah satu mahasiswa dari fakultas Hubungan Internasional UNPAR.

Diskusi dilanjutkan dengan penjelasan dari Adi Sarosa, Outreach and Partnership Coordinator CISDI, mengenai peran-peran apa saja yang dilakukan oleh CISDI.

“CISDI menyadari pentingnya peran dan partisipasi aktif pemuda yang ingin melakukan perubahan dalam pembangunan. Oleh karena itu, CISDI hadir untuk membantu pemuda menjadi inkubaotr berbagai gerakan yang diinisiasi oleh pemuda dalam mencapai target-target tersebut. Pencerah Nusantara merupakan salah satu contoh gerakan nyata untuk penguatan layanan kesehatan primer yang sejalan dengan kebijakan pembangunan kesehatan nasional.”, tutur Adi.

Gambar : 17 goals SDGs

Kesehatan merupakan gerbang utama yang dipakai oleh Pencerah Nusantara, namun untuk menciptakan gambaran kesehatan secara utuh, tidak hanya dibutuhkan tenaga kerja di bidang kesehatan saja. Tim yang dikirim ke lokasi terdiri dari dokter, bidan, perawat, dan dua pemerhati kesehatan, seperti psikologi, dokter hewan, dan lain-lain.

“Peserta Pencerah Nusantara juga ada yang berasal dari latar belakang Sastra. Ia bergabung karena memiliki concern untuk turut membantu pembangunan kesehatan di skala nasional.”, kata Adi sambil menjelaskan mengenai keanekaragaman bidang dari para peserta, namun memiliki kesamaan visi dan misi yang tergabung dalam Pencerah Nusantara.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Pencerah Nusantara dijelaskan oleh perwakilan Alumni Pencerah Nusantara (ALURA) angkatan ke-3, yaitu dr. Udin Shaputra Malik, yang ditempatkan di Tosari, Jawa Timur. Sebagian besar, ia menceritakan mengenai macam-macam kegiatan yang dilakukan di Tosari bersama dengan tim.

Pendekatan yang dilakukan Pencerah Nusantara dalam menjalani program tidak semerta-merta mengubah program yang sudah dimiliki oleh penduduk setempat, tapi membantu meningkatkan program apa yang sudah dijalankan dan bagaimana program tersebut bisa berjalan dengan maksimal. Pandangan penduduk lokal pun menjadi pegangan para peserta Pencerah Nusantara dalam menjalani program, karena program yang dibuat ditujukan untuk penduduk lokal setempat.

“Banyak pembelajaran yang saya dapatkan saat terjun langsung untuk melakukan aksi nyata ke masyarakat. Satu hal yang saya pelajari adalah jangan bertanya tentang apa yang telah kamu berikan kepada masyarakat, tetapi tanyakan apa saja yang masyarakat telah berikan kepadamu. Karena sebetulnya, apa yang masyarakat berikan jauh lebih besar daripada yang kau berikan kepada masyarakat, yaitu nilai tentang kehidupan.”, ungkap dr. Udin setelah selesai memaparkan tentang hasil kerja nyatanya di Tosari, Jawa Timur.

Antusiasme para mahasiswa UNPAR sehubungan dengan SDGs diperlihatkan saat sesi terakhir yaitu sesi tanya jawab. Sekiranya tujuh mahasiswa bertanya mengenai arahan untuk melakukan aksi nyata tersebut.

“Apakah gerbang utama yang harus kita lakukan untuk melakukan perubahan berasal dari aspek kesehatan saja?”, tanya salah satu mahasiswa angkatan 2013 dari Fakultas Hubungan Internasional UNPAR.

It’s a one million dollar questions! Semua isu pembangunan itu penting. Aspek yang ingin dikembangkan terlebih dahulu ditentukan berdasarkan prioritas kalian, sehingga kontribusi dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan dan keahlian kita masing-masing.”, tanggap Anindita.

Setiap isu dan tujuan-tujuan yang terdapat dalam SDGs tidak hanya merupakan ‘PR’ pemerintah saja, tetapi setiap elemen masyarakat di Indonesia. Pemuda yang mau terlibat aktif diharapkan dapat menjadi jembatan awal tergeraknya seluruh lapisan masyarakat dalam mewujudkan 17 goals SDGs.

 

Penulis : Hadassah Alexandria T.

Share this:

BERITA SEBELUMNYA

Pemetaan dari Program MDG

Sejak diputuskan adanya Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untu

Indonesia a continued effort to put commitments into action

Improving women’s and children’s health remains a high priority in Indonesia, particularly in the context of achieving the MDGs by

Indonesia needs to take more efforts to achieve MDGs

Yogyakarta (ANTARA News) - Indonesia still needs to take more efforts to achieve the Millennium Development Goals (MDGs) by 2015,

VIDEO TERKINI

Mutiara Indonesia "Pencerah Nusantara" | DAAI TV

Program talkshow yang mengangkat kisah-kisah perempuan Inspiratif Indonesia. Yang membawa perubahan positif bagi masyarakat. Setiap Hari Minggu pada pukul 17.30 WIB. Hanya di DAAI TV.