NEWS

Wapres JK Ajak Negara G20 Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan











JawaPos.com - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menyampaikan dalam rapat G20 bahwa Indonesia telah menunjukkan komitmen besarnya terhadap pembangunan berkelanjutan lewat langkah-langkah menurunkan angka kemiskinan menjadi satu digit.

JK mengatakan bahwa baru-baru ini, sebagai tuan rumah Pertemuan Tahunan IMF/Bank Dunia dan ASEAN Leaders Gathering (ALG), Indonesia telah fokus pada pengurangan kesenjangan dan penguatan sinergi atau kolaborasi untuk pembangunan.

“(Sebagai tuan rumah) Indonesia telah mengangkat urgensi untuk mengurangi kesenjangan pembangunan. Sementara itu, para Pimpinan ASEAN telah menyatakan bahwa pencapaian SDGs membutuhkan sinergi di antara organisasi dan institusi di tingkat regional dan global,” ujarnya dalam siaran persnya, Minggu (2/12).

JK memberikan beberapa rekomendasi yang pada intinya mengajak negara-negara G20 untuk menguatkan kolaborasi, diantaranya menegaskan kembali komitmen bersama untuk mewujudkan kemitraan multilateral yang kuat, berkomitmen penuh terhadap terwujudnya kesepakatan-kesepakatan internasional termasuk Kesepakatan Paris, memperkuat kolaborasi dalam mencapai SDGs 2030, dan memanfaatkan teknologi sesuai dengan kebutuhan rakyat dan planet bumi.

JK lebih menekankan bahwa kolaborasi ini perlu diwujudkan dalam bentuk kemitraan antarnegara. Pada Wapres JK memandang bahwa kemitraan ini akan sangat bermanfaat untuk pengembangan bidang-bidang penting khususnya dalam percepatan transisi energy.

“Kemitraan (antar-negara) seperti ini juga telah dikembangkan untuk mempercepat transisi energi Indonesia melalui pengembangan energi bersih dan terbarukan, termasuk bahan bakar hayati dan inovasi untuk efisiensi energi,” tuturnya.

Dalam bidang energy ini juga, papar Wapres JK, Indonesia telah menjalankan beberapa kebijakan progresif di antaranya reformasi subsidi BBM, peningkatan penggunaan energy terbarukan dan rasio elektrifikasi yang kini mencapai 98 persen.

JK tidak memungkiri bahwa ada beberapa aspek penting dalam pembangunan di bidang energi. Menutup pidatonya di sesi ketiga ini, JK mengungkapkan bahwa aspek-aspek tersebut di antaranya peningkatan investasi swasta, penguatan inovasi dan transfer teknologi antar negara G20.

“Indonesia mendesak negara-negara G20 untuk memperkuat kemitraan kita (antar-negara G20) sebagai sarana untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan mempercepat penyaluran energi terbarukan,” tandasnya.

Share this: