Forum for Young Indonesians

FYI: Forum for Young Indonesians
Our Food, Our Future!
Jakarta 22nd October 2017



FYI: Forum for Young Indonesians bertujuan untuk menyediakan wadah nasional bagi pemuda untuk terlibat dalam membentuk sistem pangan masa depan. Secara spesifik, Forum ini bertujuan untuk memberi informasi tentang perkembangan terkini tentang sistem pangan berkelanjutan, membangun diskursus, menumbuhkan kolaborasi, memfasilitasi praktik baik, menyuarakan perspektif unik, serta mendesain solusi bersama untuk menangani masalah terkait pangan yang paling mendesak bagi Indonesia. Forum ini akan menggabungkan berbagai format acara, termasuk pidato kunci, diskusi, presentasi, dan diskusi panel yang menampilkan ide-ide cemerlang di Indonesia. Seluruh sesi akan digelar dengan berfokus pada ide, solusi, dan praktik terbaik.

Latar Belakang

Pemuda saat ini memiliki kesempatan untuk membuat pencapaian di berbagai bidang untuk mewujudkan ‘bonus demografi’, sebagaimana diketahui bahwa pemuda merupakan mayoritas populasi di negara-negara berkembang. Berdasarkan sensus populasi pada tahun 2010, Indonesia memiliki 63 juta pemuda, yang jumlahnya setara dengan 26 persen dari 238 juta total penduduk Indonesia. Berada dalam kelompok usia produktif, pemuda merupakan pencerminan kesejahteraan bangsa di masa kini maupun masa depan. 

Pada saat yang sama, dengan terus bertambahnya populasi dunia, dunia menghadapi tantangan yang mendasar dalam menerapkan pola yang sehat dalam mengonsumsi makanan secara berkelanjutan terhadap sembilan miliar penduduk pada tahun 2050 kelak. Saat ini, pola makan dan sistem pangan global mengarah pada peningkatan penyakit tidak menular dan kerusakan signifikan terhadap lingkungan; sehingga kesehatan dan nutrisi menjadi tidak terpisahkan dari kondisi perubahan iklim dan lingkungan. Untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dan menjaga kelestarian bumi agar tetap menjadi ruang yang nyaman bagi manusia untuk berkembang, transformasi cepat terhadap pola makan sehat dan sistem pangan harus segera dicapai.

Terletak di kawasan Asia Pasifik dengan pangsa populasi wilayah yang luas, Indonesia bercita-cita untuk memimpin upaya untuk menempatkan keberlanjutan kesehatan dan perubahan iklim sebagai pusat dari visi pembangunan untuk kawasan ini. Berkolaborasi dengan The EAT Foundation, Kementerian Kesehatan RI mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan EAT Asia Pasific Food Forum, yang diselenggarakan untuk pertama kalinya di kawasan ini. Inisiatif strategis ini akan digelar di Jakarta pada 30-31 Oktober 2017, dan menjadi pertemuan sebanyak 500 pemimpin dari berbagai sektor di kawasan Asia Pasifik, seperti bidang sains, politik, dan bisnis. Dengan dukungan Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) sebagai mitra pelaksana, pertemuan ini akan berfokus pada terciptanya solusi, terbentuknya komitmen, dan lahirnya inovasi untuk mempromosikan pola makan sehat dan sistem makan yang berkelanjutan.

Dengan adanya momentum APFF dan penekanannya pada konsep batasan pangan yang ada di bumi (planetary boundaries), CISDI akan menjadi tuan rumah atas sebuah forum yang ditargetkan khusus unuk pemuda, yang bernama FYI: Forum for Young Indonesians. Forum ini akan membangun platform, dimana pemuda Indonesia memiliki kesempatan untuk memainkan peran kunci dalam proses pembangunan negara, termasuk transformasi sistem pangan. Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mengubah persepektif mengenai pemuda, untuk melihat mereka tidak hanya sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai elemen kunci serta investasi dalam pembangunan. Pemuda memiliki kapabilitas serta peran penting dalam menggerakkan masyarakat untuk perubahan yang lebih baik. Dengan dorongan, pemberdayaan dan pengembangan kapasitas, kemampuan pemuda yang tinggi dalam menyerap pengetahuan dan informasi baru dapat menjadi modalitas strategis bagi peluang serta tantangan yang ada saat ini. Berinvestasi pada pemuda sejak awal siklus kehidupan mereka, dapat menentukan apakah transisi demografis dapat menghasilkan manfaat yang lebih besar, atau sebaliknya menjadi kerugian bagi bangsa. 

Dengan posisi yang luar biasa untuk mendapatkan keuntungan dari kemajuan teknologi dan perubahan terkait ekonomi global, pemuda perlu melahirkan ide inovatif untuk menghadapi tantangan dalam keterkaitan antara kesehatan manusia dan kelestarian bumi. Inilah waktunya untuk melibatkan pemuda untuk membentuk sistem pangan masa depan yang adil, transparan, sehat, serta menguntungkan bagi semua orang. Lewat plaftofm yang inklusif dan kolaboratif, FYI: Forum for Young Indonesians bertujuan untuk memfasilitasi komunikasi lintas sektor dan interaksi antar pemuda untuk menjembatani pengetahuan dan pemahaman, sekaligus teori serta praktik baik yang dibutuhkan untuuk mendorong transformasi holistik terhadap sistem pangan di Indonesia. 

FYI: Forum for Young Indonesians akan menjawab tantangan utama dalam sistem pangan di Indonesia, mengenali empat komponen sistem pangan, yang meliputi: pertanian, ekonomi, sistem sosial dan politik, serta lingkungan. Topik-topik yang akan diangkat mencakup: 

  • Konsep konsep batasan pangan yang ada di bumi (planetary boundaries)
  • Ketahanan pangan dalam perubahan iklim
  • Kewirausahaan untuk pembangunan berkelanjutan
  • Petani: persepsi dan potensi yang tersembunyi
  • Pola makan sehat dan beban ganda malnutrisi
  • Pemanfaatan teknologi dalam rantai pasokan makanan

Informasi lebih lanjut, kunjungi website Forum for Young Indonesians

Hubungi Kami :
Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives
Jl. Cikini Kecil No 10, Lantai 4, Jakarta Pusat 10330. Telp: (021) 3147590

Share this:

VIDEO TERKINI

Menggugah Pemuda Bereaksi Mengantisipasi Beban Sistem Pangan di Masa Depan

Forum for Young Indonesians (FYI) dengan tema 'Our Food, Our Future' digelar di Hall Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta, (Minggu 22/10). Hadir pakar-pakar termuka seperti Wakil Presiden RI ke -11 Prof. Dr. Boediono, Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, ekonomo Faisal Basri, ekonom Prof. Dr. Emil Salim serta inovator-inovator muda yang memberi warna baru dalam praktik sistem pangan berk