Penggerak Nusantara

PENGGERAK NUSANTARA

Sekolah sebagai Kawasan Dilarang Merokok yang diatur dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 50/2012 sepertinya belum secara penuh terlaksana. Berdasarkan Survey Pemetaan Kebutuhan yang dilakukan oleh Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) pada bulan Mei 2015 di dua sekolah di Jakarta, hanya 3 dari setiap 5 pelajar yang mengetahui bahwa sekolah adalah kawasan tanpa rokok dan bahkan pada satu sekolah, sebanyak 2 dari setiap 5 pelajar melihat adanya aktivitas merokok di lingkungan sekolah. Hal ini senada dengan temuan Global Youth Tobacco Survey Indonesia tahun 2014 dimana 3 dari 5 pelajar masih melihat adanya aktivitas merokok di lingkungan sekolahnya. Tidak hanya di sekolah, aktivitas merokok juga terpapar pada lingkungan rumah pelajar : setiap 1 dari 2 pelajar melihat adanya aktivitas merokok di dalam rumah.

Selain paparan aktivitas yang tinggi, riset yang dilakukan oleh Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA), Smoke Free Agents (SFA) dan Lentera Anak Indonesia (LAI) pada Maret 2015 memantau 360 sekolah di 5 kota (Bandung, Jakarta, Makasar, Mataram, dan Padang) teramati 85% sekolah dikelilingi oleh iklan rokok baik dalam bentuk spanduk di depan toko/warung, poster dan papan iklan. Kedua hal (aktivitas dan iklan) ini menunjukkan tingginya paparan yang mendekatkan generasi muda dengan produk tembakau. Oleh karena itu perlindungan terhadap remaja tidak cukup bila dilakukan secara eksternal tetapi dukungan pengetahuan yang mengintervensi pemahaman internal pun diperlukan.

Akan tetapi, program pengendalian dalam bentuk pencegahan perilaku masih sangat terbatas, hanya 69,3% pelajar yang mendapat informasi tentang bahaya rokok di sekolah. Padahal upaya promosi kesehatan di sekolah terbukti efektif dalam menurunkan penggunaan rokok pada pelajar dengan metode pembelajaran interaktif dari pelajar ke pelajar yang lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional. Pendidikan kesehatan merupakan bentuk pencegahan primordial yang efektif untuk menghindari kebiasaan merokok pada remaja. Pendidikan kesehatan telah dibuktikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok dan juga telah mengubah sikap remaja terhadap rokok karena sebagian besar remaja ingin menghentikan kebiasaan merokok. Inilah yang melatarbelakangi dan mendorong dibentuknya Modul tutor sebaya program Penggerak Nusantara untuk siswa SMP oleh Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives.


Program tutor sebaya edukasi dampak bahaya rokok Penggerak Nusantara dimulai awal tahun 2015 dan telah implementasikan pada dua sekolah di DKI Jakarta yaitu SMP Negeri 113 dan SMP Al-Izhar. Modul program dengan pendekatan yang inovatif dikembangkan telah disesuaikan dengan hasil implementasi di dua sekolah dan akan terus dikembangkan sesuai dengan hasil implementasi program yang selanjutnya. Tidak hanya melakukan implementasi modul, namun CISDI juga melakukan riset untuk melihat bagaimana dampak dari program Penggerak Nusantara. Hasil yang didapat yaitu terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan dan persepsi tentang dampak bahaya rokok pada tutor sebaya dan teman sebaya yang dillatihnya. Begitu juga hasil dari intervensi program juga dapat memberdayakan para remaja untuk menjadi agents of change.


CISDI akan terus mengembangkan program ini dengan mengimplementasikan pada lokasi baru Pencerah Nusantara angkatan ke-4. Selain itu, CISDI akan melanjutkan implementasi program ini pada sekolah-sekolah lainnya di DKI Jakarta. Setelah berdiskusi rencana tindak lanjut hasil pelatihan di SMP Al-Izhar, modul program akan dijadikan modul edukasi pada OSIS SMP Al-Izhar dan merencanakan pelatihan pada siswa angkatan baru 2016. Pemetaan pemangku kepentingan dan mitra yang berpotensi untuk bekerja sama dengan program ini juga akan dilakukan agar dapat berkolaborasi dan memperluas dampak yang dihasilkan.


Kegiatan "Generasi Kreatif" Penggerak Nusantara

Persiapakan Pemuda "Berantas" Rokok di Kalangan Remaja

Menjadi Agen Perubahan "Anti Rokok"

Bebak Kesehatan Ganda di Indonesia

Edukasi Dampak Rokok Remaja SMP

Edukasi Perilaku Merokok pada Pelajar

Beban Rokok pada Pembangunan

Share this:

VIDEO TERKINI

Menggugah Pemuda Bereaksi Mengantisipasi Beban Sistem Pangan di Masa Depan

Forum for Young Indonesians (FYI) dengan tema 'Our Food, Our Future' digelar di Hall Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta, (Minggu 22/10). Hadir pakar-pakar termuka seperti Wakil Presiden RI ke -11 Prof. Dr. Boediono, Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, ekonomo Faisal Basri, ekonom Prof. Dr. Emil Salim serta inovator-inovator muda yang memberi warna baru dalam praktik sistem pangan berk