Peta Kemitraan

PETA KEMITRAAN

Upaya pembangunan di Indonesia merupakan suatu proses dengan kompleksitas tinggi. Sumber daya yang tersedia, pemangku kepentingan yang terlibat, dan ketepat-gunaan sebuah program pembangunan adalah beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan upaya tersebut. Faktor-faktor ini menciptakan sebuah kebutuhan akan adanya wadah yang bisa diakses publik sebagai pusat informasi mengenai berbagai upaya pembangunan di Indonesia.

Terkait hal ini, CISDI dengan bangga menginisiasi Peta Kemitraan. Peta Kemitraan adalah peta online terkonsolidasi yang menjelaskan detil dinamika inovasi pembangunan di tiap wilayah Indonesia. Peta ini bermaksud untuk memberikan akses informasi kepada publik mengenai sebaran berbagai upaya pembangunan dalam berbagai isu pembangunan di Indonesia. Pertama kali diluncurkan ketika Indonesia MDG Awards 2013 diselenggarakan, peta ini  berhasil mengumpulkan beragam inovasi pembangunan inspiratif yang terjadi di berbagai belahan Indonesia. Untuk memperkuat fungsinya, peta ini pun menampilkan persoalan utama yang mendominasi suatu daerah, agar upaya-upaya yang dilakukan di daerah tersebut dapat tepat sasaran.

Dengan informasi yang tersedia, maka semua pemangku kepentingan dapat menjalin hubungan, saling belajar, dan berkolaborasi, untuk memperluas manfaat yang dihasilkan oleh upaya pembangunan yang dilakukan.

 

Mari berpartisipasi!

CISDI mengajak masyarakat luas untuk terlibat mengembangkan Peta Kemitraan ini. Masukkan inovasi, program, kegiatan, dan upaya pembangunan yang sudah anda atau organisasi anda lakukan di Indonesia. Semakin banyak individu dan kelompok yang berpartisipasi dalam wadah ini, semakin banyak pembelajaran, potensi replikasi, dan kolaborasi positif yang dapat terjadi! 


Daftarkan Inisiatifmu melalui : Pendaftaran Peta Kemitraan >> Klik DAFTAR

Share this:

VIDEO TERKINI

Menggugah Pemuda Bereaksi Mengantisipasi Beban Sistem Pangan di Masa Depan

Forum for Young Indonesians (FYI) dengan tema 'Our Food, Our Future' digelar di Hall Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta, (Minggu 22/10). Hadir pakar-pakar termuka seperti Wakil Presiden RI ke -11 Prof. Dr. Boediono, Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, ekonomo Faisal Basri, ekonom Prof. Dr. Emil Salim serta inovator-inovator muda yang memberi warna baru dalam praktik sistem pangan berk