Sejarah

Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives, atau CISDI, merupakan suatu lembaga yang berperan sebagai pusat inisiatif strategis pembangunan nasional Indonesia. CISDI resmi berdiri pada tanggal 8 Desember 2014, didirikan oleh Diah Saminarsih. Bertransformasi dari Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Millennium Development Goals (KUKP-RI MDGs), CISDI banyak melahirkan inovasi di bidang pembangunan kesehatan, keterlibatan pemuda, dan sosialisasi Sustainable Development Goals (SDGs). 

Seperti halnya KUKP-RI MDGs, CISDI juga bergerak dengan semangat dan kepercayaan bahwa pembangunan memiliki sumber isu yang terlalu kompleks untuk diselesaikan oleh satu pihak saja. Karena itu, CISDI selalu mendorong terbentuknya kemitraan antar pemangku kepentingan dari berbagai sektor dalam mengimplementasi berbagai intervensi yang dilakukan.

Sebagai bentuk keberlanjutan KUKP-RI MDGs, CISDI banyak melanjutkan semangat, inovasi, dan jejaring kemitraan yang telah diciptakan. Termasuk di dalamnya, adalah keberlanjutan program Pencerah Nusantara, Peta Kemitraan, dan Youth Forum. Disamping itu, sebagai bagian dari masyarakat sipil, CISDI memiliki banyak fleksibilitas untuk meluncurkan gerakan seperti Generasi Kreatif Penggerak Nusantara dan Diskusi Publik CISDI. Model kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya pun telah banyak diadopsi oleh berbagai pihak lain sehingga lahirnya program Nusantara Sehat dan AIDS Innovation Awards 2015. Semua ini menjadi modal yang dirasa penting dalam mendukung berbagai upaya perbaikan dan pembangunan yang sudah ada di Indonesia.

Share this:

VIDEO TERKINI

Menggugah Pemuda Bereaksi Mengantisipasi Beban Sistem Pangan di Masa Depan

Forum for Young Indonesians (FYI) dengan tema 'Our Food, Our Future' digelar di Hall Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta, (Minggu 22/10). Hadir pakar-pakar termuka seperti Wakil Presiden RI ke -11 Prof. Dr. Boediono, Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, ekonomo Faisal Basri, ekonom Prof. Dr. Emil Salim serta inovator-inovator muda yang memberi warna baru dalam praktik sistem pangan berk