Youth Town Hall

Apakah Anda familiar dengan pemandangan ini? Meja bundar perumusan kebijakan didominasi oleh profesor dan pakar senior. Anak muda duduk di belakang, dianggap sebagai objek pembangunan.

Pemandangan itu tidak lama lagi akan berubah karena kita sudah tiba pada masa di mana keterlibatan kaum muda menjadi faktor yang memengaruhi berhasil atau tidaknya implementasi sebuah kebijakan. Namun, perjalanan ini masih panjang karena beberapa negara belum menempatkan kaum muda sebagai mitra yang setara dalam diskursus kebijakan kesehatan.

Di sinilah kami mengambil peran lebih jauh.

Pada tahun 2019, kami bersama Kementerian Kesehatan RI dan WHO menyelenggarakan Youth Town Hall, sebuah forum dialog yang mempertemukan kaum muda dan pembuat kebijakan di kawasan Asia Pasifik dan nasional. Pada forum itu, kaum muda menyampaikan visi mereka terkait kebijakan dan layanan kesehatan yang ideal bagi mereka dan teman-teman seusianya. Dengan tantangan kesehatan yang semakin kompleks seperti meningkatnya kematian akibat bunuh diri, ancaman kesehatan mental, akses informasi dan edukasi kesehatan reproduksi yang terbatas, fasilitas yang minim bagi kaum muda difabel, terbengkalainya pelayanan kesehatan untuk penyakit-penyakit endemik seperti TBC dan HIV/AIDS serta banyak lagi, sudah saatnya pembuat kebijakan mendengarkan dan memahami kebutuhan kaum muda lebih jauh. Youth Town Hall menghadirkan lebih dari 1.500 perwakilan kaum muda dari Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

Simak perjalanan Youth Town Hall di sini dan di sini. Pelajari Deklarasi Kaum Muda yang disampaikan pada Youth Town Hall di sini.