Apa Saja Keterampilan yang Terasah Selama Menjadi Pencerah Nusantara?

Content

Dalam pengabdian, anggota Pencerah Nusantara mengasah berbagai kemampuan seperti menyelesaikan masalah, manajemen diri, serta kepemimpinan dan bersosialisasi. (Sumber gambar: Dok. Pencerah Nusantara)

Program Pencerah Nusantara yang sudah berjalan hampir satu dekade selalu mengundang banyak peminat. Program ini memberi manfaat berganda bagi penerima manfaat di wilayah penempatan dan juga anggota Pencerah Nusantara sebagai pelaksana program. Tidak bisa disangkal, pengalaman mengabdi sebagai Pencerah Nusantara sangat berharga bagi tenaga kesehatan muda karena akan meningkatkan berbagai kemampuan mereka.

Berdasarkan World Economic Forum, di tengah dinamika perubahan dunia kerja saat ini, terdapat sepuluh keahlian yang dibutuhkan di dunia kerja masa depan. Dari sepuluh keahlian tersebut, berikut beberapa keahlian yang terasah selama pengabdian.

Kemampuan Menyelesaikan Masalah

Kemampuan memecahkan masalah memiliki banyak cabang, dari berpikir analitis, inovatif, kreatif, original, dan mengambil inisiatif. Selama pengabdian, tim menghadapi berbagai tantangan, misalnya acuhnya masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Dengan menerapkan cara berpikir analitis, tim bisa mencari informasi kenapa masyarakat acuh, lalu secara sistemik memeriksa informasi yang terkumpul dan memahami masalah ini dari berbagai sudut pandang.

Langkah selanjutnya adalah merancang solusi untuk masalah tersebut. Dalam hal ini, tim Pencerah Nusantara dituntut selalu memberi solusi yang inovatif, kreatif, serta out of the box dengan tetap menyesuaikan dengan kondisi wilayah penempatan. Contohnya, agar pesan kunci mengenai Covid-19 lebih mudah dimengerti masyarakat, tim membuat poster promosi kesehatan menggunakan bahasa daerah.

Inisiatif juga penting dimiliki seorang Pencerah Nusantara karena mereka adalah yang akan menginisiasi berbagai program intervensi. Misalnya, ketika berfokus pada masalah gizi buruk dan stunting, Pencerah Nusantara mengisiasi program peningkatkan status gizi bagi anak di bawah dua tahun dan melaksanakan berbagai beragam pelatihan dan lokakarya dengan target sasaran ibu-ibu dan tenaga kesehatan puskesmas wilayah penempatan.

Kemampuan Manajemen Diri

Sesuai dengan namanya, kemampuan manajemen diri terkait dengan kemampuan seseorang mengelola emosi, tindakan, dan pikiran dirinya. Salah satu bentuknya adalah kemampuan belajar secara aktif dan mandiri. Anggota Pencerah Nusantara memiliki latar belakang pendidikan dan profesi yang berbeda-beda, tidak semua memiliki pengetahuan mengenai cara menjalankan intervensi di tingkat akar rumput. Karena itu, mereka harus memiliki kemampuan dan kemauan untuk terus belajar hal-hal baru.

Keahlian untuk terus belajar juga penting dimiliki saat bekerja. Tidak jarang seorang menjabat di posisi yang tidak ada hubungannya dengan latar belakang pendidikannya. Tetapi orang tersebut memiliki kemampuan dan kemauan untuk terus belajar, dia bisa menguasai pekerjaan di posisi tersebut. Di dunia kesehatan, pengetahuan medis pasti akan terus berkembang dari tahun ke tahun. Karena itu, tenaga kesehatan yang memiliki semangat belajar terus-menerus akan sukses mengikuti perkembangan zaman.

Selain terus berusaha meningkatkan kemampuan, tim juga harus memiliki kegigihan, toleransi stres, dan fleksibilitas. Ketiga kemampuan ini saling berhubungan dan terutama terlihat ketika seseorang berada di luar zona nyamannya. Perlu diingat, Pencerah Nusantara umumnya bertugas di wilayah pedalaman Indonesia dengan kondisi kesehatan bermasalah. Para anggota yang terbiasa hidup di kota harus bisa beradaptasi dengan wilayah penempatan.

Kemampuan untuk memimpin dan bersosialisasi

Keberhasilan program Pencerah Nusantara tidak lepas dari dukungan yang diberikan berbagai pihak seperti puskesmas, pemerintah setempat, hingga masyarakat. Untuk dapat berkolaborasi dengan pihak-pihak ini, tim Pencerah Nusantara perlu memiliki kemampuan komunikasi dan koordinasi yang baik. Mereka juga harus peka dengan pembagian tugas dan kapasitas pihak lain dalam mencapai tujuan pembangunan kesehatan.

Salah satu tugas Pencerah Nusantara adalah melakukan promosi kesehatan. Untuk bisa melakukan tugas ini dengan baik, tim perlu belajar bagaimana cara bersosialisasi dan mendekatkan diri dengan berbagai kelompok masyarakat. Cara berkomunikasi dengan ibu-ibu, bapak-bapak, atau remaja tentu akan berbeda sehingga kemampuan komunikasi Pencerah Nusantara akan terus terasah.

Kepemimpinan adalah keahlian yang sangat terlatih selama penugasan. Seorang Pencerah Nusantara juga diharapkan bisa memimpin berbagai kegiatan intervensi kesehatan untuk mencapai tujuannya. Di dunia kerja masa depan, semakin tinggi jabatan seseorang, maka kemampuan memimpinnya akan semakin dibutuhkan.

Berbagai keahlian yang sudah disebutkan itu bukan hanya akan berguna sebagai seorang tenaga kesehatan yang bekerja di bidang medis, tetapi juga merupakan transferable skills yang bisa diaplikasikan di semua jenis pekerjaan. Dengan memiliki keahlian-keahlian tersebut, alumni program Pencerah Nusantara memiliki keahlian lebih dibandingkan rekan sejawat mereka. Tentunya keahlian tersebut akan membantu para Pencerah Nusantara untuk berkarir setelah masa penugasan.

 

Tentang Pencerah Nusantara

Pencerah Nusantara adalah inovasi mengurangi kesenjangan pelayanan publik di bidang kesehatan untuk mewujudkan Indonesia sehat dan sejahtera yang telah dilaksanakan sejak 2012. Pencerah Nusantara menekankan penguatan pelayanan kesehatan primer (puskesmas) oleh tim pemuda multi-profesi. Model Pencerah Nusantara menekankan peran anak muda dalam sebuah tim dengan beragam profesi kesehatan, pemantauan dan evaluasi, inovasi, dan kolaborasi multi-sektor. Sejak 2015 model intervensi puskesmas berbasis Tim Pencerah Nusantara diadopsi Kementerian Kesehatan sebagai program serupa bernama Nusantara Sehat.

 

Penulis

Ardiani Hanifa Audwina

497 Pengunjung
Share This!