Apa Saja Manfaat Mengikuti Pencerah Nusantara untuk Perkembangan Karirmu? Berikut Uraiannya

Content

Bergabung sebagai Pencerah Nusantara bisa memberimu beragam manfaat, salah satunya manfaat untuk perkembangan karirmu. (Sumber gambar: Dok. Pencerah Nusantara)

Walau Tim Pencerah Nusantara Covid-19 (PN Covid-19) baru saja selesai menyelesaikan periode intervensi di wilayah penempatan, antusiasme untuk mengikuti program penguatan pelayanan kesehatan primer ini tidak pernah surut. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya orang yang masih mencari tahu seluk beluk tentang pelaksanaan program ini. Memang, bergabung menjadi seorang Pencerah Nusantara adalah suatu kebanggan. Di sisi lain, kesempatan bertugas di wilayah-wilayah bermasalah kesehatan juga merupakan pengalaman pengabdian yang sulit ditemukan dalam kesempatan lain.

Ditambah lagi, visi untuk mengembangkan kondisi kesehatan masyarakat dari puskesmas seolah menjadi panggilan bagi sarjana kesehatan manapun. Ditambah lagi, ada begitu banyak manfaat yang bisa kamu petik dari pengalaman sebagai seorang Pencerah Nusantara. Perjalanan menjadi seorang Pencerah Nusantara hanyalah sementara. Tenggat pelaksanaan intervensi hanya berkisar enam bulan hingga satu tahun.

Setelah kamu selesaikan intervensi di wilayah penempatan, lantas hal apa yang akan kamu lakukan? Berkarir tentunya! Dari berbagai cerita, alumni Pencerah Nusantara tampilkan deretan kesuksesan setelah melaksanakan intervensi. Namun, apakah kesuksesan itu berasal dari keikutsertaan Program PN? Bisa dibilang jawabannya, iya! Berikut kami rangkumkan manfaat mengikuti PN bagi perkembangan karirmu.

Menambah Portofolio Kerja

Satu elemen penting yang selalu muncul dalam seleksi lowongan kerja adalah portofolio atau pengalaman kerja. Ketika kamu mengikuti seleksi Pencerah Nusantara, portofolio menjadi salah satu komponen penilaian bersama dengan pengalaman kepemimpinan dan prestasi, bukan satu-satunya kriteria penilaian tunggal. Oleh karena itu, seorang sarjana kesehatan yang minim pengalaman kerja tetap memiliki potensi lolos sebagai seorang Pencerah Nusantara.

Namun demikian, di dunia pencarian kerja, berlaku hal sebaliknya, portofolio dan pengalaman kerja bisa dibilang segala-galanya. Perusahaan ataupun pemberi kerja tidak akan mau memberi kesempatan bagi seorang tanpa portofolio, minim pengalaman kerja, ataupun belum mampu memberi manfaat apapun bagi lingkungan sekitarnya. Karenanya, bergabung sebagai Pencerah Nusantara benar-benar memberikanmu pengalaman kerja yang bermanfaat.

Selama bertugas di wilayah penempatan, kamu dituntut membuat program intervensi kesehatan multi-pihak melalui penyusunan plan of action (PoA). PoA adalah seperangkat rencana dan tindak lanjut sebelum dan setelah intervensi kesehatan dilaksanakan. Selain itu, kamu juga dituntut untuk mempresentasikan progres intervensi kesehatan ke banyak pihak, mulai dari masyarakat setempat hingga pemerintah daerah.

Keterampilan dan pengetahuan kesehatanmu juga akan sangat dibutuhkan karena kamu pasti akan mengedukasi publik dan lingkungan sekitar. World Economic Forum menyebut keterampilan berpikir analitis, keaktifan belajar, dan kemampuan menyelesaikan persoalan-persoalan kompleks adalah tiga keterampilan teratas yang dibutuhkan pasar tenaga kerja pada 2025 mendatang. Dengan deskripsi tugas di atas, sangat jelas keikutsertaanmu sebagai Pencerah Nusantara memungkinkanmu melatih ketiga keterampilan inti tersebut, sekaligus tentunya, meningkatkan pengalaman kerjamu.

Menambah Koneksi

Dari proses seleksi, penempatan, hingga selesai penempatan Pencerah Nusantara saja sudah dapat dipastikan kamu bertemu dan berjejaring dengan orang-orang hebat. Setidaknya dalam satu kali seleksi program, terdapat tiga hingga lima ribu pendaftar Pencerah Nusantara. Pasca kegiatan penempatan pun kamu masih bisa berjejaring melalui kelompok alumni bernama Alumni Pencerah Nusantara (ALURA).

Dengan menjadi seorang Pencerah Nusantara potensi berkoneksi bisa berkembang berlipat-lipat. Di wilayah penempatan nanti, dapat dipastikan kamu bertemu banyak orang dengan beragam potensi dan keterampilan. Mereka tidak hanya terbatas kepala daerah, relawan-relawan kesehatan, ataupun petugas kesehatan daerah saja, tetapi juga tokoh-tokoh masyarakat setempat. Mengapa kesempatan berkoneksi begitu penting?

Ada adagium yang berkembang dalam dunia pengembangan karir bahwa mencari kerja adalah tentang “siapa yang mengenalmu”. Berkoneksi, alias menjalin hubungan sosial, memungkinkanmu untuk menampilkan etos kerja dan keterampilan di hadapan banyak orang. Dengan sikap, disiplin, dan keterampilan kerja yang baik, orang-orang akan bersimpati terhadapmu dan hal-hal yang kamu kerjakan.

Di dunia kerja, ketika mencari seorang kandidat untuk suatu posisi begitu sulit, perekrut cenderung memanfaatkan relkomendasi dari orang-orang yang mereka kenal sebelum melakukan proses seleksi. Dengan kata lain, semakin banyak orang yang kamu kenal, semakin banyak pula kesempatan untuk mengembangkan karir dan pengetahuanmu. Tapi tentu, untuk mendapatkan kesempatan kerja yang layak setelah periode penempatan, koneksi saja tidak pernah cukup.

Melatih Keterampilan Kerja Sama Tim

Sebagai program penguatan kesehatan masyarakat dengan memanfaatkan upaya intervensi kesehatan, mustahil kamu bekerja sendiri sebagai Pencerah Nusantara. Dalam satu wilayah penempatan, satu tim PN biasanya berisikan tiga sampai lima orang anggota. Kehadiran anggota tim bukan hanya sebagai pendamping pelaksanaan tugas saja, tetapi juga sebagai rekan berbagi perihal persoalan-persoalan yang bersifat personal atau terkait kesehatan mental.

Di wilayah penempatan nanti, dapat dipastikan seluruh anggota tim menghadapi tantangan. Kondisi ini mampu menimbulkan konflik antara tim dengan kelompok tertentu atau bahkan konflik dalam internal tim sendiri. Pada situasi seperti inilah tim melatih kemampuan bekerja sama mereka. Di wilayah penempatan, sesama anggota tim tetap perlu mendukung anggota tim lain, sebab sedari awal mereka menyepakati konflik bisa menghalangi keberhasilan upaya intervensi di lapangan.

Hal ini sudah ditekankan sejak lama. Sebelum melaksanakan intervensi, biasanya tim Pencerah Nusantara telah memiliki pengetahuan tentang manajemen konflik, komunikasi persuasif, dan negosiasi. Situasi lapangan yang kompleks dengan beragam tantangan menjadi ladang untuk menerapkan pengetahuan-pengetahuan ini.

Keterampilan bekerja sama tim dan berorganisasi merupakan suatu hal yang sangat esensial di dunia kerja. Hukum ini berlaku di mana pun lantaran sebagian besar pekerjaan di dunia ini membutuhkan kehadiran orang lain, mulai dari tahap perencanaan hingga eksekusi. Di dunia kerja, kerja sama tim tidak hanya berarti mencapai target pekerjaan saja. Menjaga hubungan yang baik dengan rekan kerja, mengesampingkan persoalan pribadi, serta menghindari atau mengelola konflik intrapersonal juga merupakan bagian dari keterampilan bekerja sama tim.

Sebagai akhiran, perlu dipahami masa tugas sebagai Pencerah Nusantara bersifat sementara. Seusai penugasan setiap individu diharuskan melaksanakan pengabdian di tempat lain, entah sebagai pekerja kesehatan ataupun tidak. Karenanya, pengetahuan mengenai manfaat Pencerah Nusantara dalam perkembangan karir penting diketahui.

Berdasarkan banyak pengalaman alumni, bergabung dengan sebagai Pencerah Nusantara dipastikan menambah portofolio kerja, meningkatkan koneksi, hingga melatih keterampilan kerja sama tim. Ketiga poin tersebut sangat bernilai di dalam dunia kerja. Tak ayal, banyak alumni Pencerah Nusantara mendapatkan karir yang cukup gemilang pasca periode intervensi.

 

Penulis

 

Amru Sebayang

 

117 Pengunjung
Share This!