Bagaimana Peran Puskesmas sebagai Pelayanan Kesehatan Primer untuk Mencapai SDGs?

Content

Puskesmas adalah layanan kesehatan primer di Indonesia yang paling luas jangkauannya dan memengaruhi langsung tingkat kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. (Sumber gambar: Dok. Pencerah Nusantara)

 

Kesehatan adalah salah satu bentuk hak asasi manusia. Negara Indonesia menjamin ini dalam Undang-Undang Dasar Pasal 28 H dan Pasal 34 yang menyatakan setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas kesehatan.

Di samping itu, negara Indonesia juga berkomitmen mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), termasuk tujuan nomor 3 memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua untuk semua usia. Dalam SDGs nomor 3, tercantum pula salah satu targetnya, yaitu mencapai cakupan layanan kesehatan universal (Universal Health Coverage/UHC).

UHC merupakan sistem penjaminan kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, bermutu dengan biaya terjangkau. Memperkuat layanan kesehatan primer, termasuk di dalamnya puskesmas, adalah jalan untuk mencapai target tersebut.

Layanan Kesehatan Primer

Konsep layanan kesehatan primer (primary health care/PHC) pertama kali menjadi agenda global dalam Deklarasi Alma Ata tahun 1978 yang kemudian diperkuat dengan Deklarasi Astana tahun 2018. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan layanan kesehatan primer sebagai pendekatan whole-of-society terhadap kesehatan yang bertujuan untuk memastikan tingkat kesehatan dan kesejahteraan tertinggi masyarakat. PHC merupakan kontak pertama individu, keluarga, dan komunitas dengan sistem kesehatan yang difasilitasi negara sehingga berada sedekat mungkin dengan tempat tinggal masyarakat.

Fokus utama PHC adalah promosi kesehatan dan pencegahan penyakit. Karenanya, PHC merupakan pendekatan yang paling inklusif, adil, hemat biaya, dan efisien untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental, serta kesejahteraan sosial. Ini merupakan bagian integral dari sistem kesehatan negara serta merupakan fungsi dan fokus utama dari keseluruhan pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

Peran Puskesmas

Di Indonesia, PHC dapat ditemui dalam berbagai bentuk, seperti puskesmas, klinik pratama, praktik mandiri dokter, bidan, ataupun perawat, pelayanan kesehatan tradisional, atau pelayanan kesehatan bergerak. Namun, paling umum ditemui adalah puskesmas karena ia wajib tersedia di setiap kecamatan. Menurut data Kementerian Kesehatan, jumlah puskesmas di Indonesia tahun 2019 mencapai 10.134 puskesmas, menjangkau hingga sudut terjauh wilayah Indonesia.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, definisi puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan upaya kesehatan perseorangan (UKP) tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya. Ini sesuai dengan prinsip PHC dan menunjukan peran dan posisi yang strategis puskesmas dalam pembangunan kesehatan.

Setiap puskemas wajib menjalankan lima UKM esensial yakni, promosi kesehatan (promkes), kesehatan lingkungan (kesling), kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana (KIA-KB), pelayanan gizi, dan pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P). UKM adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan dengan sasaran keluarga, kelompok, dan masyarakat.

Kegiatan lain yang dilakukan puskesmas adalah UKP dalam bentuk rawat jalan baik kunjungan sehat maupun kunjungan sakit, pelayanan gawat darurat, pelayanan persalinan normal, perawatan di rumah, dan rawat inap. Dengan sistem kesehatan berjenjang dari tingkat primer, sekunder, dan tersier serta sistem rujuk dan rujuk balik, puskesmas menjadi layanan kesehatan pertama yang dikunjungi masyarakat ketika sakit.

Di pelosok yang jauh dari rumah sakit, keberadaan puskesmas menjadi solusi terdekat bagi masyarakat untuk bertahan hidup. Sementara di perkotaan, setiap penyakit yang berhasil ditangani puskesmas akan mengurangi beban pembiayaan dan sumber daya manusia dari fasilitas kesehatan sekunder dan tersier.

Lebih jauh lagi, puskesmas secara langsung memengaruhi tingkat kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. Tradisi-tradisi dan gaya hidup tidak sehat yang ada di masyarakat bisa pelan-pelan dikurangi melalui promosi kesehatan. Capaian SDGs untuk mengurangi angka kematian ibu, bayi, dan balita juga bersinggungan secara langsung dengan tugas dan kehadiran puskesmas.

Melihat pentingnya puskesmas sebagai layanan kesehatan primer dalam pembangunan kesehatan Indonesia, penting memanfaatkan kehadirannya sebagai prioritas nasional. Dua tantangan terbesar puskesmas saat ini adalah sumber daya manusia yang belum mumpuni dan alokasi dana yang tidak mencukupi. Kedua tantangan ini membutuhkan komitmen dan dukungan dari berbagai pihak, bukan hanya pemerintah.

CISDI sebagai think tank yang bergerak di bidang kesehatan berkomitmen menguatkan layanan kesehatan primer melalui berbagai kegiatan. Mulai dari program Pencerah Nusantara, pelatihan untuk tenaga kesehatan di puskemas, hingga bekerja sama dengan pemerintah untuk menguatkan puskesmas dalam penanganan wabah melalui Program PUSPA. Komitmen menguatkan puskesmas memerlukan kerja sama berbagai pihak dan waktu yang lama, sebab tidak pernah ada jalan pintas untuk masyarakat yang sehat.

 

Tentang Program PUSPA

Program PUSPA (Puskesmas Terpadu dan Juara) merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang didukung oleh Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) dalam memperkuat respons penanganan Covid-19 di puskesmas. Program ini merekrut 500 tenaga kesehatan sebagai field officer yang akan ditugaskan di 100 puskesmas di 12 kota/kabupaten di Jawa Barat. Program PUSPA bertujuan menguatkan upaya deteksi, lacak kasus, edukasi publik terkait 3M, menyiapkan vaksinasi Covid-19 hingga memastikan pemenuhan layanan kesehatan esensial di Jawa Barat.

 

Tentang CISDI

Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) adalah think tank yang mendorong penerapan kebijakan kesehatan berbasis bukti ilmiah untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaya, setara, dan sejahtera dengan paradigma sehat. CISDI melaksanakan advokasi, riset, dan manajemen program untuk mewujudkan tata kelola, pembiayaan, sumber daya manusia, dan layanan kesehatan yang transparan, adekuat, dan merata.

 

Penulis

 

 

Ardiani Hanifa Audwina

217 Pengunjung
Share This!