Bantu Warga Laksanakan Isolasi, CISDI dan Beragam Pemangku Kepentingan Laksanakan Peresmian Shelter Isoman Ciwaruga

Content

CISDI, Program PUSPA, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, dan Puskesmas Ciwaruga laksanakan peresmian Shelter Isoman Ciwaruga secara daring pada Jumat (23/7). (Sumber gambar: Dok. CISDI)

Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) bersama Program Puskesmas Terpadu dan Juara (PUSPA), Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, dan Puskesmas Ciwaruga melaksanakan peresmian Shelter Isolasi Mandiri Ciwaruga atau Shelter Isoman Ciwaruga secara virtual pada Jumat (23/7).

“Masyarakat (Desa Ciwaruga) yang perlu melakukan isolasi mandiri, namun secara (fasilitas) rumah tidak memadai, bisa memanfaatkan shelter ini,” ujar Deni Frayoga, Project Officer CISDI untuk Program PUSPA, membuka kegiatan.

Shelter umumnya dipahami sebagai tempat berlindung ketika terjadi bencana. Namun dalam konteks pandemi, shelter dapat diartikan sebagai lokasi isolasi terpusat bagi pasien konfirmasi dengan gejala ringan atau tanpa gejala.

Sebagai catatan, tidak semua orang bisa melaksanakan isolasi mandiri di rumah. Sesuai peraturan pemerintah, untuk melakukan isolasi mandiri di rumah pasien harus memiliki kamar terpisah untuk isolasi dan memiliki kamar mandi di dalam rumah.

Shelter Isoman Ciwaruga terletak di Gedung Serba Guna “MADANI” Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Shelter ini secara aktif dikelola tenaga kesehatan Puskesmas Ciwaruga serta Satgas Penanganan Covid-19 Desa Ciwaruga.

Shelter Isoman Ciwaruga menyediakan berbagai sarana bagi pasien isoman, mulai dari ambulans rujukan, tabung oksigen, ranjang tidur, hingga makanan sehat dan bergizi setiap hari,” ujar Kepala Kelurahan yang juga Ketua Satgas Covid-19 Desa Ciwaruga, Dadang Carmana.

Keberadaan shelter isolasi mandiri didukung oleh pemerintah pusat. Pada 2020 lalu Satgas Covid-19 menerbitkan Protokol Penyediaan Fasilitas Shelter untuk Karantina dan Isolasi Mandiri Berbasis Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19.

Protokol tersebut secara tidak langsung menerangkan berbagai keuntungan melaksanakan isolasi mandiri di fasilitas shelter isolasi terpusat, seperti Shelter Isoman Ciwaruga.

“Dengan mengisolasi diri di shelter (Isoman Ciwaruga) pasien selalu dipantau tenaga kesehatan dan relawan terlatih. Shelter juga memiliki akses ventilasi, pencahayaan, cuci tangan, air bersih, dan MCK yang baik sehingga pasien bisa mengisolasi diri dengan nyaman,” ujar Dadang kembali.

Shelter juga menjadi ruang aman bagi pasien terkonfirmasi terhindar dari stigma, diskriminasi, dan penolakan warga setempat. “Dengan ini kita bisa mengedukasi masyarakat sekitar. Pasien (yang melakukan isoman) harus kita berikan semangat, harus kita bersama-sama bantu bersama masyarakat sekitar,” ungkap Dadang.

Fungsi Penting Shelter

Direktur Program CISDI, Egi Abdul Wahid menerangkan keberadaan shelter menjadi salah satu kunci menekan penyebaran Covid-19. “Di dalam shelter, tenaga kesehatan bisa memantau banyak kasus terkonfirmasi secara langsung sehingga menekan potensi transmisi,” ujarnya.

Selain itu, shelter juga membantu efektivitas kerja tenaga kesehatan memantau kondisi pasien. “Kalau ada perburukan (kondisi pasien), mereka bisa langsung dirujuk (ke rumah sakit).” ujar Egi kembali.

Ketua Satgas Covid-19 Puskesmas Ciwaruga, dr. Indria, menyebut kehadiran shelter membantu efisiensi kerja pemantauan pasien puskesmas. “Dengan ada shelter kita bisa memantau kondisi pasien secara langsung, tanpa harus ke rumah-rumah warga,” ujarnya.

Hingga hari ini, shelter Isoman Ciwaruga bisa menampung hingga 20 pasien. Di luar fasilitas yang disediakan, pasien isoman hanya perlu membawa alat-alat makan, pakaian, perlengkapan mandi dan ibadah, obat-obatan pribadi, serta sprei, bantal, dan selimut untuk keperluan sehari-hari.

“Harapannya, kehadiran shelter bisa mencegah pasien mencapai kondisi yang berat atau kritis sehingga bisa mencegah beban pelayanan di rumah sakit,” ujar dr. Indria kembali.

Keberadaan Shelter Isoman Ciwaruga juga didukung penuh Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (Dinkes KBB). Sebagai regulator, Dinkes KBB berkomitmen memfasilitasi obat-obatan dan APD untuk kebutuhan shelter.

Shelter isoman sebenarnya telah diadakan di beberapa wilayah di Indonesia. Pemerintah D.I. Yogyakarta, sebagai contoh, menjadi salah satu pemerintah daerah yang gencar mengadakan dan mempromosikan shelter isoman untuk menekan angka kesakitan dan kematian pasien terkonfirmasi.

“Kekuatan kita, masyarakat, adalah gotong royong. Kita akan jadikan (Shelter Isoman) Ciwaruga sebagai pilot project, supaya (penanganan Covid-19) lebih optimal,” ujar Dr. dr. Eisenhower Sitanggang, Sp.OG, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, sekaligus meresmikan Shelter Isoman Ciwaruga.

Shelter Isoman Ciwaruga dengan demikian telah resmi beroperasi. Bagi warga Desa Ciwaruga yang hendak mengetahui informasi lebih lanjut terkait shelter dapat menghubungi contact person Shelter Isoman Ciwaruga melalui nomor 0812-2176-095 (Hesti).

 

Tentang Program PUSPA

Program PUSPA (Puskesmas Terpadu dan Juara) merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang didukung oleh Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) dalam memperkuat respons penanganan Covid-19 di puskesmas. Program ini merekrut 500 tenaga kesehatan sebagai field officer yang akan ditugaskan di 100 puskesmas di 12 kota/kabupaten di Jawa Barat. Program PUSPA bertujuan menguatkan upaya deteksi, lacak kasus, edukasi publik terkait 3M, menyiapkan vaksinasi Covid-19 hingga memastikan pemenuhan layanan kesehatan esensial di Jawa Barat.

 

Tentang CISDI

Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) adalah think tank yang mendorong penerapan kebijakan kesehatan berbasis bukti ilmiah untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaya, setara, dan sejahtera dengan paradigma sehat. CISDI melaksanakan advokasi, riset, dan manajemen program untuk mewujudkan tata kelola, pembiayaan, sumber daya manusia, dan layanan kesehatan yang transparan, adekuat, dan merata.

 

Penulis

 

Amru Sebayang

197 Pengunjung
Share This!