Begini Suasana Pelatihan Kader Kesehatan Masyarakat di Tingkat Komunitas Rukun Warga

Content

Pencerah Nusantara bekerja sama dengan PPPKMI dan Puskesmas mitra untuk melakukan pelatihan promosi kesehatan bagi kader masyarakat. (Sumber gambar: Dok. Pencerah Nusantara)

“Ibu-ibu, ingat ya, tagline kita, ‘berubah, usir wabah’,” begitu ucap salah seorang fasilitator dalam pelatihan daring kader masyarakat yang dilaksanakan Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) bekerja sama dengan Tim Pencerah Nusantara COVID-19 (PN COVID-19) dan delapan Puskesmas mitra di Bandung dan Jakarta.

Pelatihan yang berlangsung 3 minggu ini melibatkan 4 sampai 5 orang kader kesehatan per rukun warga (RW) dengan total kader sekitar 300 orang. Setiap minggu, promotor kesehatan memberi kader-kader pembekalan terkait kegiatan promosi kesehatan kepada kelompok berisiko dan rentan.

Pada minggu pertama, fasilitator mengupas mitos COVID-19 yang beredar di tengah masyarakat. Fasilitator membuka materi dengan kuis singkat tentang mitos COVID-19 di Indonesia dan dilanjutkan sesi pembahasan dan diskusi kelompok antar-kader.

“Itu katanya kalau masuk ke rumah sakit pasti bakalan di-COVID-kan?” tanya salah satu kader pada sesi diskusi. Pada sesi ini, kader bisa menyampaikan kabar yang pernah mereka dengar untuk dijawab kebenarannya oleh fasilitator.

Pada minggu selanjutnya, fasilitator membekali kader mengenai pengetahuan umum tentang COVID-19 dan cara pencegahannya, mulai dari penerapan 3M hingga adaptasi kebiasaan baru.  “Jadi, ibu-ibu, kalau melepas masker jangan dipegang bagian depannya, tapi dilepas dari sisi sampingnya. Setelah itu jangan lupa mencuci tangan,” jelas salah seorang fasilitator pelatihan.

Fasilitator menjelaskan materi dengan bahasa yang ringan dan disertai animasi serta gambar pendukung. Fasilitator juga menyelipkan mini games di antara sesi untuk memastikan diskusi berjalan interaktif.

Sesi diskusi sendiri berjalan dinamis. Peserta kader kesehatan antusias dan aktif menyampaikan pertanyaan, seperti “kenapa harus isolasi mandisi sambil menunggu tes swab keluar hasilnya?” atau “apa boleh tes swab lebih dari sekali?” Pada akhir pertemuan, fasilitator juga memberi kader tugas menyusun strategi promosi kesehatan masyarakat yang akan mereka lakukan.

Pada minggu ketiga, pelatihan mengenai strategi mengenal lawan bicara. Kader diajarkan cara edukasi efektif, mulai dari mengenalkan diri dan mengenali lawan bicara, menyamakan tujuan, membangun kedekatan emosi, hingga memahami perbedaan budaya. Melalui cara edukasi efektif, kader diharapkan mampu mengajarkan sopan santun baru kepada masyarakat.

Sesi Presentasi

Sesi dilanjutkan diskusi rencana promosi kesehatan kader. Kader-kader per RW bergantian menjelaskan strategi edukasi kesehatan yang akan dilakukan. Satu RW di Kelurahan Sukaraja membuat rancangan kegiatan promosi kesehatan dengan detail, mulai dari strategi komunikasi hingga pelaksanaan kegiatan. Dari segi komunikasi, mereka akan sampaikan informasi secara lisan serta memanfaatkan media cetak dan sosial. Mereka juga akan berkoordinasi dengan ketua RT, RW, Kecamatan, Kelurahan, serta puskesmas dan satgas setempat kegiatan dilaksanakan.

Pelatihan daring PPPKMI adalah fase pertama dari rangkaian pendampingan promosi kesehatan yang akan berlangsung hingga Januari 2020. Melalui pelatihan ini diharapkan kader mampu menjalankan rencana tindak lanjut berupa edukasi dan promosi kesehatan pencegahan COVID-19 di RW masing-masing. “Karena ibu-ibu tahu saling menularkan virus itu berbahaya, kini saatnya menanamkan pemahaman ini ke warga,” ujar fasilitator ketika menutup rangkaian pelatihan.

 

Tentang Pencerah Nusantara COVID-19

Pencerah Nusantara adalah inovasi mengurangi kesenjangan pelayanan publik di bidang kesehatan untuk mewujudkan Indonesia sehat dan sejahtera yang telah dilaksanakan sejak tahun 2012. Pencerah Nusantara menekankan penguatan pelayanan kesehatan primer (puskesmas) oleh tim pemuda multi-profesi. Pencerah Nusantara COVID-19 hadir menguatkan puskesmas di wilayah Jakarta dan Bandung menghadapi pandemi COVID-19 selama periode 6 bulan masa penempatan. Model Pencerah Nusantara menekankan peran anak muda dalam sebuah tim dengan beragam profesi, pemantauan dan evaluasi, inovasi, dan kolaborasi multi-sektor. Sejak 2015 model intervensi puskesmas berbasis Tim Pencerah Nusantara diadopsi Kementerian Kesehatan sebagai program serupa bernama Nusantara Sehat.

 

Penulis

 

Ardiani Hanifa Audwina

155 Pengunjung
Share This!