Belum Sampai Seminggu Bertugas, Puskesmas Garuda Gerak Cepat Sediakan Tes PCR bagi Tim PUSPA

Content

Puskesmas Garuda memfasilitasi Tes PCR gratis bagi tenaga kesehatan PUSPA yang mulai melaksanakan intervensi di wilayah kerja penempatan. (Sumber gambar: Dok. Humas Kota Bandung)

Kota Bandung, 23 Maret 2021 – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bersama Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) resmi meluncurkan Program Puskesmas Terpadu dan Juara (PUSPA) pada Selalu (16/3) lalu. Peluncuran PUSPA menjadi momentum penguatan pelayanan kesehatan primer, khususnya puskesmas, dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Stakeholder daerah, mulai dari dinas kesehatan hingga pengurus puskesmas setempat menyambut baik kehadiran Tim PUSPA. Puskesmas Garuda Kota Bandung, salah satu contohnya, memberi dukungan melalui fasilitas tes PCR gratis kepada tenaga kesehatan PUSPA. “Inisiatif tes ini untuk meningkatkan upaya 3T di wilayah Puskesmas Garuda. Seiring peningkatan kasus, kami lebih ketat melaksanakan 3T,” ujar Kepala UPT Puskesmas Garuda, dr. Nitta Kurniati.

Puskesmas Garuda merupakan salah satu puskesmas yang terletak di wilayah Bandung Raya. Wilayah ini memiliki cakupan administrasi yang luas dengan empat kota/kabupaten dan tiga puluh puskesmas tercatat di dalamnya. Dengan luasnya cakupan wilayah tersebut, setidaknya terdapat 150 anggota Tim PUSPA yang akan bertugas di wilayah Bandung Raya.

Dalam lima hari waktu penempatan, Tim PUSPA masih melaksanakan intervensi terbatas melalui initial assessment, seperti mengikuti program orientasi puskesmas dan melakukan kunjungan lintas sektor. “Harapan kami, Tim PUSPA dapat membantu pelaksanaan surveilans berbasis masyarakat (SBM) dan pelaksaan program esensial kami,” tutur dr. Nitta kembali.

Sejauh ini dengan komposisi tenaga kesehatan multi-profesi, Tim PUSPA bertugas mendukung segala upaya penanganan wabah. Karenanya, Tes PCR bisa meminimalisir potensi penularan beberapa kegiatan tim paling berisiko, seperti pelacakan kasus, kampanye perubahan perilaku, hingga pelatihan surveilans berbasis masyarakat (SBM).

Walau belum efektif bertugas di lapangan, tim sudah kerap hadapi berbagai tantangan. “Beberapa pasien tidak jujur berikan informasi kesehatan, beberapa warga juga kurang kooperatif, dan berkembang pemahaman yang salah tentang Covid-19,” tutur drg. Yeny Ardine Rosalina, team leader PUSPA yang juga tenaga kesehatan Puskesmas Garuda.

Walaupun demikian, tim juga telah mendapatkan sambutan baik dari komunitas setempat. “Dari pertemuan antara tim dengan perwakilan masing-masing kelurahan terlihat respons baik,” ujar drg. Yenny kembali. Harapan ke depan, ia menambahkan, tim bisa ikut meluaskan cakupan wilayah kerja Puskesmas Garuda.

Mepsa Putra, Regional Technical Advisor Program PUSPA untuk wilayah Bandung Raya menyebut inisiatif Puskesmas Garuda menyediakan tes antigen sangat patut diapresiasi. “Inisiatif ini sangat diperlukan seluruh anggota tim di wilayah Bandung Raya maupun wilayah lain,” ujarnya.

Mepsa mengakui, inisiatif serupa sebenarnya telah dilakukan oleh puskesmas-puskesmas di wilayah lain di Bandung Raya. “Beberapa puskesmas di Cimahi juga sudah menyambut Tim PUSPA dengan baik.” Namun Mepsa juga tidak menampik, inisiatif seperti ini perlu diketahui banyak orang sehingga mendorong puskesmas penempatan PUSPA lainnya melaksanakan inisiatif serupa.

 

Tentang Program PUSPA

Program PUSPA (Puskesmas Terpadu dan Juara) merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang didukung oleh Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) dalam memperkuat respons penanganan Covid-19 di puskesmas. Program ini merekrut 500 tenaga kesehatan sebagai field officer yang akan ditugaskan di 100 puskesmas di 12 kota/kabupaten di Jawa Barat. Program PUSPA bertujuan menguatkan upaya deteksi, lacak kasus, edukasi publik terkait 3M, menyiapkan vaksinasi Covid-19 hingga memastikan pemenuhan layanan kesehatan esensial di Jawa Barat.

 

Tentang CISDI

Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) adalah think tank yang mendorong penerapan kebijakan kesehatan berbasis bukti ilmiah untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaya, setara, dan sejahtera dengan paradigma sehat. CISDI melaksanakan advokasi, riset, dan manajemen program untuk mewujudkan tata kelola, pembiayaan, sumber daya manusia, dan layanan kesehatan yang transparan, adekuat, dan merata.

 

Penulis

 

Amru Sebayang

Share This!