Hadapi Lonjakan Kasus, Tim PUSPA Puskesmas Mekarwangi Gerak Cepat Adakan Swab Antigen Massal di RW Zona Merah

Content

Lonjakan kasus yang tinggi mendorong Tim PUSPA Puskesmas Mekarwangi melaksanakan Program Posko Tanggap Corona (POTCA). (Sumber gambar: Dok. Tim PUSPA Puskesmas Mekarwangi)

Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Bogor beberapa waktu terakhir mendorong Tim Puskesmas Terpadu dan Juara (PUSPA) bergerak cepat. Bersama Puskesmas Mekarwangi, puskesmas wilayah penempatan mereka, tim melaksanakan intervensi cepat melalui Program Posko Tanggap Corona (POTCA) di wilayah berzona merah pada Sabtu lalu (26/11).

Melalui POTCA, Tim PUSPA bersama nakes Puskesmas Mekarwangi memberi pelayanan swab antigen massal gratis bagi warga RW 11 Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. RW 11 merupakan wilayah berzona merah lantaran memiliki lebih dari 25 warga terkonfirmasi positif. Di sisi lain, lebih dari 10 rumah di RW ini juga melakukan isolasi mandiri.

Kegiatan ini dihadiri langsung Kepala Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor, Lurah Mekarwangi, Babinkamtibnas, Babinsa, Ketua RW 11, dan seluruh ketua RT setempat. Kepala Kecamatan Tanah Sareal, Bapak Sahib Khan, S.STP, M.PA, mengapresiasi Program POTCA. “Saya mengapresiasi sekali petugas yang bergerak cepat menanggapi lonjakan kasus positif Covid-19. Mudah-mudahan ke depannya terdapat solusi untuk memaksimalkan pelayanan medis di tingkat puskesmas bagi warga yang bergejala, tidak lagi sebatas swab Antigen,” ujarnya.

Tenaga kesehatan yang hadir ikut menjelaskan situasi penanganan wabah. “Dari 75 warga di RW 11 yang mengikuti kegiatan ini, 10 di antaranya terkonfirmasi postif Covid-19. (Mereka) sudah dikonsulkan ke dokter umum puskesmas dan diberikan pelayanan obat-obatan. Mereka juga sudah diberikan konseling isolasi mandiri agar tidak menularkan tetangga yang lain,” ujar Ns. Yulianti, S.Kep, S.Psi, tenaga kesehatan Puskesmas Mekarwangi.

Program POTCA merupakan inovasi Tim PUSPA Puskesmas Mekarwangi untuk meningkatkan kualitas testing, tracing, dan treatment. POTCA awalnya dijadwalkan pada awal Juli 2021, namun dikarenakan terjadinya lonjakan kasus, kegiatan ini pun dipercepat.

Kehadiran POTCA disambut baik masyarakat setempat. Mereka bahkan turut membantu persiapan lapangan, mulai dari mendirikan tenda, menyiapkan kursi dan meja, serta mengabarkan pelaksanaan POTCA kepada masyarakat lain. Adapun, APD dan RDT-Ag kit didapatkan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan APD dan RDT-Ag kit dari Pemprov Jabar, sehingga percepatan 3T di wilayah kerja Puskesmas Mekarwangi bisa berjalan lancar,” ungkap Bd. Fitra Nurul Fayani, S.Keb salah satu Tim PUSPA yang terlibat melaksanakan Program POTCA.

Program POTCA terencana rutin dilaksanakan seminggu sekali di RW berzona merah atau RW dengan tren positif Covid-19 terbanyak dalam seminggu terakhir. Kehadiran POTCA diharapkan mampu memenuhi beberapa target, seperti capaian tes 1 per 1.000 penduduk per minggu, pelacakan kontak mencapai 80% dari satu kasus terkonfirmasi kurang dari 72 jam, serta 90% orang dengan kontak erat harus melaksanakan karantina atau isolasi mandiri.

 

Ledakan Kasus

Indonesia mengalami lonjakan kasus yang tinggi sejak pertengahan Mei 2021 hingga artikel ini ditulis. Per 29 Juni saja, tercatat 20.467 kemunculan kasus aktif baru. Situasi ini belum diperparah dengan tingginya kemungkinan under-reporting atau kasus tidak terdata, dikarenakan kapasitas tes yang lemah dan upaya lacak kasus yang belum membaik.

Ketua Satgas Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, menyatakan lonjakan kasus menandakan Indonesia tengah mengalami gelombang kedua kenaikan kasus. Dari segi sebaran, per 30  Juni 2021, Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah menyumbang jumlah kasus terbesar dengan masing-masing  482.264, 350.719, dan 165.013 kasus.

Di Jawa Barat sendiri, wilayah intervensi Program PUSPA, terdapat setidaknya 11 wilayah berzona merah yang ditetapkan sejak 27 Juni 2021 lalu. Adapun, 16 kota/kabupaten lainnya ditetapkan sebagai wilayah berzona oranye. Berdasarkan data Pikobar, terdata setidaknya 49.617 kasus aktif per 30 Juni di Jawa Barat.

Adapun, Kota Depok, Kabupaten Garut, dan Kota Bandung menjadi tiga wilayah dengan sumbangan kasus aktif tertingi. Khusus Kota Bogor, wilayah intervensi Puskesmas Mekarwangi, ditemukan setidaknya 2.567 kasus aktif atau urutan ketujuh penyumbang kasus aktif terbanyak.

Namun demikian, jika dihitung secara kumulatif, Kota Bogor menempati urutan kelima kasus terbanyak dengan 18.936 kasus infeksi. Karenanya untuk mencegah perluasan kasus, memanfaatkan inisiatif seperti POTCA untuk memaksimalkan upaya penanganan wabah adalah hal yang penting dilakukan.

Dengan kerja sama antara masyarakat setempat dan tenaga kesehatan, upaya penanganan kasus menjadi lebih terukur dan terarah sehingga perlahan-lahan mampu menurunkan laju kasus yang belakangan terus meninggi.

 

Tentang Program PUSPA

Program PUSPA (Puskesmas Terpadu dan Juara) merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang didukung oleh Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) dalam memperkuat respons penanganan Covid-19 di puskesmas. Program ini merekrut 500 tenaga kesehatan sebagai field officer yang akan ditugaskan di 100 puskesmas di 12 kota/kabupaten di Jawa Barat. Program PUSPA bertujuan menguatkan upaya deteksi, lacak kasus, edukasi publik terkait 3M, menyiapkan vaksinasi Covid-19 hingga memastikan pemenuhan layanan kesehatan esensial di Jawa Barat.

 

Tentang CISDI

Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) adalah think tank yang mendorong penerapan kebijakan kesehatan berbasis bukti ilmiah untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaya, setara, dan sejahtera dengan paradigma sehat. CISDI melaksanakan advokasi, riset, dan manajemen program untuk mewujudkan tata kelola, pembiayaan, sumber daya manusia, dan layanan kesehatan yang transparan, adekuat, dan merata.

 

Penulis

 

Fitra Nurul Fayani

Tim Puskesmas Terpadu dan Juara

Puskesmas Mekarwangi

Kota Bogor

 

324 Pengunjung
Share This!