Hal-hal Apa Saja yang Perlu Kamu Persiapkan Mulai dari Sekarang untuk Menjadi Seorang Pencerah Nusantara?

Content

Jiwa kepemimpinan merupakan salah satu kualitas yang dapat dilatih dan wajib dimiliki oleh seorang Pencerah Nusantara. (Sumber gambar: Dok. Pencerah Nusantara)

Masyarakat Indonesia benar-benar membutuhkan tenaga kesehatan yang tidak hanya berkompetensi baik, namun juga memiliki komitmen kemanusiaan yang tinggi. Itu sebabnya, sejak 2012 lalu Pencerah Nusantara hadir untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera dari unit kesehatan paling dekat, yaitu puskesmas.

Namun, untuk bergabung menjadi seorang Pencerah Nusantara pun tidaklah mudah. Ada lapisan proses seleksi yang perlu kamu lalui terlebih dulu. Lalu, jika kamu ingin bergabung menjadi seorang Pencerah Nusantara, hal apa yang bisa kamu persiapkan mulai dari sekarang?

Jiwa Kepemimpinan

Keterampilan memimpin dan berorganisasi merupakan komponen penting untuk menjadi seorang Pencerah Nusantara. Program Pencerah Nusantara didesain untuk memberi solusi kesehatan jangka panjang di suatu wilayah bermasalah kesehatan. Beberapa wilayah intervensi berada jauh dari kota-kota besar yang memiliki fasilitas pelayanan kesehatan mumpuni.

Karenanya, memiliki kemampuan persuasi, memecahkan masalah, hingga bekerja sama tim adalah komponen penilaian yang sangat penting. Kamu bisa mulai melatih jiwa kepemimpinanmu dengan terlibat berbagai aktivitas organisasi atau kepanitiaan. Kamu juga bisa melatih kemampuan persuasi hingga kerja sama tim dengan melaksanakan berbagai kegiatan amal, mulai dari donor darah, hingga kerja bakti.

Memang, sulit mengukur kualitas seperti ‘jiwa kepemimpinan’. Namun, hal tersebut bisa dilihat dari jawaban-jawabanmu saat mengisi formulir ataupun mengikuti wawancara tatap muka. Jadi, mulai hari ini, ayo mulai aktif berorganisasi, perbanyak jejaring dengan orang-orang baru, dan latih keterampilan komunikasi dan memecahkan masalah.

Berprestasi Akademik

Pencerah Nusantara tidak mensyaratkan prestasi akademik yang tinggi atau terhitung sangat sulit dicapai. Kamu hanya membutuhkan IPK di atas 3.0 dari program studi kesehatan pada jenjang D3/D4/SI. Syarat tersebut pun tidak bersifat mutlak dan kerap disesuaikan dengan kebutuhan Program Pencerah Nusantara yang sangat dinamis.

Meski begitu, prestasi akademik dan IPK yang tinggi tetap akan menambah daya tawarmu untuk lolos proses seleksi. Namun, aktivitas lain seperti terlibat dalam perlombaan, menjadi asisten sebuah mata kuliah, atau terlibat dalam penelitian juga merupakan prestasi yang tidak bisa dianggap remeh.

Kamu bisa mulai melatih keterampilan akademik dengan mengikuti kegiatan-kegiatan ilmiah, seperti mengirimkan penelitianmu ke konferensi ataupun simposium. Pun jika kamu kesulitan terlibat dalam penelitian, kamu bisa mulai mengikuti program kreativitas mahasiswa di kampusmu.

Pilihan-pilihan lain tentu juga tersedia. Kamu bisa terlibat dalam lomba penulisan karya tulis, debat ilmiah, atau perlombaan inovasi. Di samping IPK yang tinggi, hal-hal ini juga meningkatkan daya tawarmu selama proses seleksi.

Komitmen Sosial yang Tinggi

Ada satu persyaratan yang tidak pernah berubah sejak awal Program Pencerah Nusantara dilaksanakan, yakni setiap peserta harus bersedia ditempatkan di puskesmas manapun. Tidak bisa dipungkiri, kebanyakan pendaftar program ini berasal dari wilayah berakses pembangunan yang lebih maju.

Ini dikarenakan akses terhadap pendidikan tinggi lebih mudah ditemui di wilayah-wilayah tersebut. Karenanya, Pencerah Nusantara menuntut setiap kandidat memiliki komitmen sosial yang tinggi lantaran mereka akan ditempatkan di wilayah-wilayah bermasalah kesehatan.

Pada situasi melonjaknya kasus Covid-19 tahun lalu, sebagai contoh, Tim Pencerah Nusantara Covid-19 perlu terlibat dengan puskesmas setempat di wilayah Kota Bandung dan Tanjung Priok untuk mendorong pelaksanaan surveilans berbasis masyarakat, menguatkan penelusuran kontak dan lacak kasus, serta mengupayakan promosi kesehatan.

Komitmen sosial yang tinggi menjadi salah satu latar tim Pencerah Nusantara Covid-19 mau dan mampu melaksanakan intervensi kesehatan. Memang pada periode pelaksanaan intervensi tidak sedikit anggota tim yang mengalami tekanan ataupun konflik.

Namun, dikarenakan adanya komitmen terhadap tugas dan program, hal tersebut bisa terlalui dengan baik. Tantangan tentu lebih terasa ketika intervensi dilaksanakan di wilayah luar pulau Jawa dengan ragam kompleksitas sosial dan budaya masing-masing.

Perlu diingat, komitmen sosial juga merupakan suatu kualitas yang bisa dilatih. Kamu bisa mulai mencari informasi tentang situasi ketimpangan di Indonesia, memahami mengapa kesenjangan bisa terjadi melalui diskusi atau percakapan dengan banyak orang, serta mempelajari bagaimana cara mengatasi persoalan-persoalan tersebut di tengah masyarakat.

Tentu, untuk bergabung menjadi tim Pencerah Nusantara, kamu dituntut memiliki beragam pemahaman dan ketangkasan lain. Namun, gambaran di atas cukup untuk menjelaskan hal-hal apa saja yang kamu butuhkan dan bisa kamu siapkan mulai dari sekarang sebelum mengikuti proses seleksi.

Jika kamu mempersiapkan semuanya dengan baik, bergabung menjadi tim Pencerah Nusantara tentu tidak akan berakhir sebagai angan-angan belaka.

 

Tentang Pencerah Nusantara

Pencerah Nusantara adalah inovasi mengurangi kesenjangan pelayanan publik di bidang kesehatan untuk mewujudkan Indonesia sehat dan sejahtera yang telah dilaksanakan sejak 2012. Pencerah Nusantara menekankan penguatan pelayanan kesehatan primer (puskesmas) oleh tim pemuda multi-profesi. Model Pencerah Nusantara menekankan peran anak muda dalam sebuah tim dengan beragam profesi kesehatan, pemantauan dan evaluasi, inovasi, dan kolaborasi multi-sektor. Sejak 2015 model intervensi puskesmas berbasis Tim Pencerah Nusantara diadopsi Kementerian Kesehatan sebagai program serupa bernama Nusantara Sehat.

 

Penulis

 

Amru Sebayang

181 Pengunjung
Share This!