Kelanjutan Kontroversi Vaksin AstraZeneca hingga Perpanjangan PPKM Mikro

Content

Indonesia sudah menerima vaksin AstraZeneca dari skema COVAX pada 8 Maret 2021, namun penggunaannya ditunda karena beberapa alasan. (Sumber gambar: Reuters)

Dua bulan sejak vaksinasi berjalan, hingga Kamis (18/3) tercatat vaksin dosis pertama dan kedua telah diberikan masing-masing kepada 48 juta dan 1,9 juta orang. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) mengatakan kecepatan vaksinasi Covid-19 di Indonesia mencapai 300.000-400.000 suntikan per hari. Pemerintah berjanji meningkatkan tingkat kecepatan tersebut mencapai 1 juta vaksinasi per hari. Menteri BGS mengakui keterbatasan pasokan vaksin menjadi pengganjal target tersebut. Bersama catatan itu, berikut kami rangkumkan berita kesehatan terkurasi selama dua minggu ke belakang.

  1. Bertubi Vaksin AstraZeneca

Sejumlah 1,1, juta vaksin yang dikembangkan Oxford-AstraZeneca tiba di Indonesia pada 8 Maret 2021 lalu. Indonesia mendapatkan vaksin jenis ini melalui skema COVAX dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Meski diperoleh gratis, terdapat beragam isu mengenai vaksin ini. Pertama, ditemukan sejumlah kasus pembekuan darah di Eropa yang diduga merupakan efek samping vaksin tersebut. Mengikuti jejak belasan negara lain, pemerintah Indonesia memutuskan menunda penggunaan vaksin AstraZeneca. Regulator Obat Uni Eropa (EMA) ikut mengumumkan pada Kamis (18/3) bahwa vaksin AstraZeneca aman digunakan dan tidak ada hubungannya dengan kasus pembekuan darah yang dilaporkan. WHO juga menyatakan keuntungan penggunaan vaksin AstraZeneca lebih banyak dari risiko potensialnya. Sejumlah negara di Eropa pun melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca setelah pengumuman tersebut.

Kedua, MUI menyatakan vaksin AstraZeneca haram, dikarenakan mengandung unsur babi. Namun, MUI memperbolehkan penggunaan vaksin tersebut dalam keadaan kapasitas vaksin belum mencukupi. Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin Abdul Fatah mengatakan fatwa ‘boleh digunakan’ vaksin AstraZeneca akan gugur ketika stok vaksin halal di Indonesia sudah mencukupi.

Sumber: Kompas (9/3) (16/3), Vox (18/3), Katadata (19/3), Detik.com (19/3)

  1. Empat Jenis Vaksin untuk Vaksinasi Gotong Royong

Kepala BPOM, Penny K. Lukito menyatakan ada empat jenis vaksin yang akan digunakan dalam vaksinasi gotong royong, yaitu Sinopharm, Moderna, Sputnik, juga Novavax. Penny mengungkap hal tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IX DPR RI, Senin (15/3). Perlu diketahui, Bio Farma sudah mengamankan 20,2 juta dosis vaksin untuk vaksinasi mandiri dengan Moderna berkomitmen menyediakan 5,2 juta dosis dan Sinopharm menyediakan 15 juta dosis. (cnbcindonesia.com, 15/3)

  1. PPKM Mikro Kembali Diperpanjang

Pemerintah resmi memperpanjang PPKM skala mikro hingga 5 April 2021. Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto, menyampaikan dalam konferensi pers daring, Jumat (19/3), dalam perpanjangan ini, jumlah provinsi pelaksana PPKM mikro bertambah menjadi 15 provinsi. Kelima provinsi baru yang akan ikut melaksanakan PPKM mikro adalah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Keberhasilan PPKM mikro menekan penyebaran Covid-19 menjadi alasan diberlakukannya perpanjangan ini. (tempo.co, 19/3)

  1. Jangan Gegabah Izinkan Mudik Lebaran 2021

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana melonggarkan ketentuan mobilitas warga dengan tidak melarang mudik Lebaran 2021. Rencana itu disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Selasa (16/3) lalu. Namun di hari yang sama, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah belum memutuskan kebijakan tersebut. Sejumlah pihak meminta pemerintah tidak terlena dengan penurunan kasus Covid-19 di Indonesia lantaran kelalaian sedikit saja bisa menyebabkan ledakan kasus setelah lebaran.  (tirto.id, 19/3)

 

Tentang Rubrik Kesehatan dalam Dua Pekan

Kesehatan dalam Dua Pekan adalah rubrik yang dikelola Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI). Rubrik ini merangkum berita-berita penting terkurasi seputar kesehatan dan pembangunan selama dua pekan ke belakang.

 

Tentang CISDI

Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) adalah think tank yang mendorong penerapan kebijakan kesehatan berbasis bukti ilmiah untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaya, setara, dan sejahtera dengan paradigma sehat. CISDI melaksanakan advokasi, riset, dan manajemen program untuk mewujudkan tata kelola, pembiayaan, sumber daya manusia, dan layanan kesehatan yang transparan, adekuat, dan merata.

 

Penulis

 

Ardiani Hanifa Audwina

767 Pengunjung
Share This!