Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Sukses Tim PUSPA Puskesmas Sumberjaya Tangani Lonjakan Kasus Covid-19

Content

Di tengah lonjakan kasus Covid-19, Tim PUSPA Puskesmas Sumberjaya terlibat kolaborasi lintas sektor penanganan wabah bersama pemangku kepentingan daerah setempat (Sumber gambar: Dok. Tim PUSPA Puskesmas Sumberjaya)

Lonjakan kasus Covid-19 di Jawa Barat sejak pertengahan Juni 2021 memberi dampak besar, khususnya bagi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sumberjaya. Laporan kader dan petugas Gugus Tugas Desa Sumberjaya terus menampilkan tren penambahan kasus yang drastis.

Situasi ini menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat dan kami, tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Sumberjaya. Beberapa tenaga kesehatan serta anggota Tim PUSPA Puskesmas Sumberjaya turut terkonfirmasi positif  dan perlu melaksanakan isolasi.

Meski demikian, tenaga kesehatan PUSPA lainnya tetap melaksanakan tugas pelaporan dan pemantauan kasus baru bersama kader dan gugus tugas melalui jaringan komunikasi selular.

Sementara, puskesmas dengan sisa sumber daya manusia yang ada tetap melaksanakan pelayanan unit kesehatan masyarakat (UKM) dan unit kesehatan perorangan (UKP) serta terlibat dalam penanganan wabah melalui aktivitas 3T (testing, tracing, dan treatment).

Upaya 3T melibatkan banyak pihak, mulai dari tenaga kesehatan Puskesmas Sumberjaya, Tim PUSPA, kader respons Covid-19, gugus tugas RT/RW, aparat pemerintah Desa Sumberjaya, Binmaspol, Babinsa, serta tenaga kesehatan lain di wilayah Desa Sumberjaya.

Untuk meningkatkan testing, Tim PUSPA bersama puskesmas setempat rutin melaksanakan tes massal menggunakan alat tes antigen kepada masyarakat dengan status kontak erat. Di lapangan, beberapa wilayah RW juga melaksanakan tes rapid antigen dibantu tenaga kesehatan swasta setempat.

Dengan memaksimalkan penggunaan tes antigen, kasus positif akan lebih cepat ditemukan dan bisa segera dilaporkan kepada RT/RW setempat sehingga isolasi mandiri dan pemantauan bisa lebih efektif dilaksanakan. Peningkatan tes dan lacak kasus yang masif juga meningkatkan angka rujukan ke rumah sakit.

Di sisi lain, kader respons Covid-19 dan gugus tugas membantu pemantauan pasien isolasi mandiri di rumah. Mereka juga turut serta membantu pemulasaran jenazah ketika terjadi kematian saat isolasi mandiri.

Semua pihak yang terlibat tetap melaksanakan upaya 3T, 3M, dan promosi kesehatan kepada masyarakat sebaik mungkin, baik melalui kunjungan ke puskesmas ataupun melalui sosialisasi lapangan. Kerja sama juga dilakukan untuk kebutuhan lain, seperti dalam meningkatkan cakupan vaksinasi dengan melibatkan sumber daya manusia dan penanggung jawab lintas sektor setempat.

Peran lintas sektor begitu penting dalam penanganan wabah. Ini terbukti dengan penurunan kasus Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Sumberjaya yang terjadi pada minggu kedua pasca kerja sama lintas sektor yang masif.

Lintas Sektor

Belum ada definisi baku yang menjelaskan frasa ‘lintas sektor’, namun frasa tersebut kerap dikenal sebagai rencana kerja yang melibatkan dua lembaga atau lebih dari sektor yang berbeda. Dalam konteks penanganan wabah di Desa Sumberjaya, terjadi kolaborasi antara sektor kesehatan melalui puskesmas setempat dengan sektor pemerintahan melalui pengurus RT dan RW serta keamanan melalui Babinsa dan Binmaspol.

Kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam upaya penanganan wabah. Pemerintah bahkan meluncurkan Paket Panduan Lintas Sektor Tanggap COVID-19 sebagai pedoman kerja sama lintas sektor bagi gugus tugas Covid-19 daerah, manajer program pemerintah, dan penyedia layanan kesehatan.

Secara garis besar, catatan tersebut menguraikan panduan komunikasi risiko dan pelibatan masyarakat, penyediaan air bersih dan sanitasi, manajemen puskesmas dan gizi, manajemen pendidikan, perlindungan anak dan kelompok rentan, serta pembiayaan daerah untuk Covid-19 yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan kolaborasi lintas sektor di tengah pandemi.

Selain dukungan teknis dan non-teknis, kolaborasi lintas sektor dapat berwujud upaya terorganisir penanganan wabah, seperti melalui surveilans berbasis masyarakat (SBM). Pada Program PUSPA sendiri, dari 100 puskesmas penempatan, 87% di antaranya telah membuat komitmen kerja sama lintas sektor.

Dalam membangun ekosistem SBM, 89% puskesmas di wilayah penempatan PUSPA  telah merekrut dan melatih kader surveilans berbasis masyarakat dan sekitar 79% puskesmas telah melaksanakan SBM. Melalui SBM, telah ditemukan setidaknya 48,6% kasus suspek yang dilaporkan langsung oleh kader.

Temuan lain juga menyebut puskesmas yang melaksanakan SBM mampu meningkatkan rasio lacak kasus hingga 19,78%. Surveilans berbasis masyarakat hanyalah satu bentuk kolaborasi lintas sektor yang telah terbukti efektif meningkatkan kapasitas upaya penanganan wabah.

Dengan beragam bentuk kerja sama lintas sektor lain yang terjalin baik dan konsisten diharapkan kasus-kasus konfirmasi baru bisa lebih cepat ditemukan, pasien konfirmasi bisa lebih mudah diobati dan ditangani, dan lebih banyak nyawa bisa diselamatkan.

 

Tentang Program PUSPA

Program PUSPA (Puskesmas Terpadu dan Juara) merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang didukung oleh Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) dalam memperkuat respons penanganan Covid-19 di puskesmas. Program ini merekrut 500 tenaga kesehatan sebagai field officer yang akan ditugaskan di 100 puskesmas di 12 kota/kabupaten di Jawa Barat. Program PUSPA bertujuan menguatkan upaya deteksi, lacak kasus, edukasi publik terkait 3M, menyiapkan vaksinasi Covid-19, hingga memastikan pemenuhan layanan kesehatan esensial di Jawa Barat.

 

Tentang CISDI

Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) adalah think tank yang mendorong penerapan kebijakan kesehatan berbasis bukti ilmiah untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaya, setara, dan sejahtera dengan paradigma sehat. CISDI melaksanakan advokasi, riset, dan manajemen program untuk mewujudkan tata kelola, pembiayaan, sumber daya manusia, dan layanan kesehatan yang transparan, adekuat, dan merata.

 

 

Penulis

 

Cucum Suminar

Tim Puskesmas Terpadu dan Juara

Puskesmas Sumberjaya

Kabupaten Bekasi

102 Pengunjung
Share This!