Mulai Bertugas Efektif, Tim PUSPA Puskesmas Pondok Gede Kota Bekasi Sediakan Modul Kelurahan Siaga Aktif

Content

Tim PUSPA yang bertugas di Puskesmas Pondok Gede, Kota Bekasi, terbitkan Modul Kelurahan Siaga Aktif untuk bantu penanganan pandemi Covid-19. (Sumber gambar: Dok. CISDI)

Kota Bekasi, 15 April 2021Baru sebulan bertugas efektif di wilayah penempatan, Tim PUSPA Puskesmas Pondok Gede, Kota Bekasi, membuat inovasi penanganan wabah melalui penerbitan Modul Kelurahan Siaga Aktif. Modul ini bertujuan memberi informasi dan gambaran kepada Kader Siaga Aktif setempat mengenai penerapan Program Kelurahan Siaga Aktif.

“Harapan kami, tidak lain, modul ini dapat memberikan manfaat,” tulis perwakilan tim dalam bagian pembukaan modul. Kelurahan Siaga Aktif adalah konsep kesehatan masyarakat ketika penduduk kelurahan bisa mengakses dengan mudah pelayanan kesehatan dasar.

Selain itu, dalam Kelurahan Siaga Aktif, diharapkan penduduk mampu mengembangkan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) serta secara mandiri menerapkan surveilans berbasis masyarakat (SBM). Dua poin ini krusial, lantaran penanganan wabah tidak bisa lagi bertumpu pada upaya kuratif pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit, dan masyarakat perlu terlibat aktif.

Modul ini terbagi dalam dua bagian yang masing-masing saling melengkapi. Bagian pertama menerangkan pengertian Kelurahan Siaga Aktif beserta kriteria yang diperlukan untuk melaksanakannya. Sementara, bagian kedua menjelaskan rinci bidang-bidang Kelurahan Siaga Aktif serta tugas dan fungsinya.

Adapun dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa tingkat pentahapan Kelurahan Siaga Aktif, yakni tahap pratama, madya, purnama, dan mandiri. Tahapan-tahapan tersebut terbagi berdasarkan berbagai indikator, mulai dari kehadiran forum kelurahan, ketersediaan kader kesehatan, akses ke pelayanan kesehatan dasar, dan beberapa indikator lainnya.

Bidang-bidang          

Kendati Pembina Kecamatan dan Pembina Puskesmas mengomandoi pelaksanaan program ini, struktur organisasi Kelurahan Siaga Aktif terbagi atas beragam bidang, mulai dari bidang kesehatan lingkungan, promosi kesehatan, surveilans, KIA, gizi, hingga kegawatdaruratan.

Bidang kesehatan lingkungan berfungsi mendata dan memetakan kondisi kesehatan lingkungan terkait sarana air bersih (SAB), jamban keluarga, hingga kehadiran rumah sehat. Bidang promosi kesehatan bertugas membentuk jejaring promosi kesehatan yang terdiri atas tokoh masyarakat setempat serta melakukan penyuluhan langsung dan tidak langsung kepada masyarakat.

Bidang surveilans bertanggung jawab terhadap respons cepat pelaporan kasus, termasuk di antaranya mencegah dan menanggulangi penyakit dan masalah kesehatan lainnya. Bidang gizi bertugas melaksanakan pendataan dan pemetaan kadar gizi serta membuat rencana tindak lanjut pendataan. Bidang kegawatdaruratan bertugas memetakan wilayah rawan bencana, melakukan pelatihan kegawatdaruratan setiap hari, serta melatih dan mensosialisasikan kegawatdaruratan bencana.

Terakhir, bidang kesehatan ibu dan anak bertugas mendata dan memetakan ibu hamil, melaksanakan edukasi publik, serta memastikan semua ibu hamil memiliki buku KIA dan kelengkapan administratif lainnya.

“Peran Kelurahan Siaga Aktif sangat penting karena mereka tidak hanya menangani permasalahan Covid-19 saja, tapi permasalahan kesehatan lain. Ada divisi-divisi yang memang menjadi perpanjangan tangan puskesmas,” tutur Deni Frayoga, Program Officer PUSPA.

Dari Kebingungan 

Walaupun mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah setempat, penerbitan modul ini bermula dari kebingungan. “Awalnya kami bingung, namun setelah konsultasi dengan pihak puskesmas, kami berinisiatif membentuk kelurahan siaga aktif agar program-program PUSPA berjalan,” tutur Putri perwakilan Tim PUSPA Puskesmas Pondok Gede.

Kendati modul secara lengkap menerangkan tugas hingga proses pelaksanaan kegiatan, hingga saat ini surat keputusan (SK) pelaksanaan masih dalam proses penerbitan. Itu sebabnya, pengesahan Kelurahan Siaga Aktif sudah terlaksana, namun implementasi program belum bisa dijalankan.

Ke depan, kelurahan siaga aktif memiliki dua fokus kegiatan kesehatan, yaitu surveilans berbasis masyarakat (SBM) dan promosi kesehatan (Promkes). “Selama 6 bulan pertama diharapkan adanya penurunan kasus dan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Setelah 6 bulan diharapakan setiap divisi aktif melaksanakan kegiatan masing-masing.”

Putri juga sangat mengapresiasi pemimpin daerah setempat. Selama proses perancangan modul dan program, Kelurahan setempat telah menerbitkan SK, memfasilitasi tempat kegiatan, hingga menjadi penghubung tim dengan puskesmas setempat. “Kami sangat mengapresiasi niat baik dari pihak Kelurahan,” ujarnya kembali.

Tim PUSPA

Penerbitan modul kesehatan ini adalah bentuk implementasi tugas Tim PUSPA di wilayah penempatan. Sejak diberangkatkan secara resmi pada 16 Maret lalu, Tim PUSPA telah melalui serangkaian proses assessment awal sebelum melaksanakan implementasi kegiatan.

“Kehadiran modul ini adalah salah satu bentuk implementasi tugas Tim PUSPA di wilayah penempatan,” tegas Deni kembali. Deni mengakui Tim PUSPA telah banyak menerapkan berbagai inisiatif serupa di berbagai wilayah penempatan.

“Di Tasikmalaya juga ada Desa Siaga Aktif di Puskesmas Sariwangi dan di Karawang di Puskesmas Rengasdengklok.”

Namun, peluncuran modul ini juga suatu keistimewaan lantaran melibatkan pihak puskesmas dan masyarakat secara langsung dalam proses penyusunannya. “Modul ini sangat berguna dalam membangun strategi surveilan berbasis masyarakat (SBM) di tingkat akar rumput.”

Penyusunan modul hanya salah satu bentuk aktivitas Tim PUSPA di wilayah penempatan, ke depan, Deni menjelaskan, tim juga akan giat bertugas melaksanakan edukasi publik, membantu proses pelacakan kasus, hingga mendorong proses vaksinasi terselenggara dengan baik. “Tim akan bertugas semaksimal mungkin agar upaya penanganan wabah berlangsung holistik,” ujarnya menutup percakapan.

 

Tentang Program PUSPA

 

Program PUSPA (Puskesmas Terpadu dan Juara) merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang didukung oleh Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) dalam memperkuat respons penanganan Covid-19 di puskesmas. Program ini merekrut 500 tenaga kesehatan sebagai field officer yang akan ditugaskan di 100 puskesmas di 12 kota/kabupaten di Jawa Barat. Program PUSPA bertujuan menguatkan upaya deteksi, lacak kasus, edukasi publik terkait 3M, menyiapkan vaksinasi Covid-19 hingga memastikan pemenuhan layanan kesehatan esensial di Jawa Barat.

 

Tentang CISDI

 

Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) adalah think tank yang mendorong penerapan kebijakan kesehatan berbasis bukti ilmiah untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaya, setara, dan sejahtera dengan paradigma sehat. CISDI melaksanakan advokasi, riset, dan manajemen program untuk mewujudkan tata kelola, pembiayaan, sumber daya manusia, dan layanan kesehatan yang transparan, adekuat, dan merata.

 

 

Penulis

 

 

Amru Sebayang[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

622 Pengunjung
Share This!