Mulai dari Satu Juta Kasus, Hingga Ambang Kolaps Rumah Sakit

Content

Selama Januari 2021, terjadi lonjakan tinggi pasien Covid-19 yang menyebabkan rumah sakit kekurangan tempat tidur. (Sumber foto: Tempo)

Sejak Maret 2020, Indonesia genap melawan pandemi Covid-19 selama sepuluh bulan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan duka atas kasus kumulatif yang mencapai angka satu juta kasus per Selasa (26/1). Bersama catatan itu, berikut kami rangkumkan berita kesehatan dalam dua minggu ke belakang. 

  1.   Satu Juta Kasus Konfirmasi

Pada Selasa (26/1) lalu jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi meningkat melebihi satu juta kasus. Angka ini merupakan akumulasi dari kasus pertama yang terjadi sejak Maret 2020 lalu. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) mengatakan, “angka ini membuat kita harus merenung.” Menurutnya, ada dua momen yang perlu disadari, yakni pertama, saatnya Indonesia berduka karena banyaknya pasien terluka dan kedua, kerja ekstra untuk mencegah pandemi mesti terus dilanjutkan. “Kita teruskan kerja keras kita,” ujar Budi (kompas.com, 27/1).

  1.   Vaksinasi Gunakan Data KPU dan BPJS

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pada acara Vaksin dan Kita yang disiarkan kanal YouTube PRMN SuCi pada Jumat (22/1) lalu bahwa dia tidak ingin menggunakan data milik Kementerian Kesehatan untuk program vaksinasi nasional. Sebagai gantinya, BGS akan mengambil data KPU lantaran data tersebut tergolong aktual karena pilkada baru saja berlangsung. “Aku ambil datanya KPU, KPU sudah kita ambil, KPU manual itu,” ujarnya. Melanjuti pernyataan tersebut, Juru Bicara Vaksinasi Siti Nadia Tarmizi kemudian mengatakan akan menggabungkan data KPU dengan data BPJS pada tahap vaksinasi berikutnya. (cnnindonesia.com, 28/1)

  1.   Beban Ganda Covid-Bencana Alam

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas) Wiku Adisasmito menyebut, pandemi Covid-19 di sejumlah lokasi bencana berpotensi memperburuk keadaan. Bencana alam pada saat pandemi Covid-19 menjadi beban ganda pemerintah lantaran lokasi evakuasi warga berpotensi menjadi kluster infeksi Covid-19 di samping penyakit-penyakit lain, seperti diare dan flu. BNPB mencatat sepanjang 1-23 Januari 2021, terjadi setidaknya 197 bencana di Indonesia (kompas.com, 24/1).

  1.   Kolapsnya Rumah Sakit

Pendiri LaporCovid-19 Irma Hidayana menyebut rumah sakit di Jabodetabek telah kolaps dalam konferensi pers bertajuk Lindungi Hak Kesehatan Warga dan Keamanan Pelapor yang diselenggarakan bersama CISDI dan YLBHI pada Senin (25/1). Rumah Sakit Online Kementerian Kesehatan mencatat 11 provinsi memiliki kapasitas keterisian tempat tidur yang melampaui batas aman dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 60 persen per Minggu (24/1). (cnnindonesia.com, 26/1)

  1.   Jabar Perkuat Puskesmas

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, meresmikan program Puskesmas Terpadu dan Juara (PUSPA) di Puskesmas Cikarang, Kabupaten Bekasi. Program ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam melawan pandemi melalui optimalisasi peran puskesmas. “Di 2020, orang yang ngurus Covid di puskesmas tercampur dengan tugas-tugas rutinnya mengurus penyakit lain di luar Covid. Sementara, tugas Covid intens, harus ngelacak orang. Nggak bisa di-handle oleh petugas existing. Itulah mengapa kita buat program PUSPA ini untuk menambahi satu puskesmas lima orang baru,” ujar Kang Emil, sapaan akrabnya. Melalui program ini, Jawa Barat akan meningkatkan kepatuhan 3M di masyarakat serta memperkuat 3T terutama lacak kasus dan is (antara.com, 1/2)

 

Tentang Rubrik Kesehatan dalam Dua Pekan

Kesehatan dalam Dua Pekan adalah rubrik yang dikelola Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI). Rubrik ini merangkum berita-berita penting terkurasi seputar kesehatan dan pembangunan selama dua pekan ke belakang.

 

Tentang CISDI

Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) adalah think tank yang mendorong penerapan kebijakan kesehatan berbasis bukti ilmiah untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaya, setara, dan sejahtera dengan paradigma sehat. CISDI melaksanakan advokasi, riset, dan manajemen program untuk mewujudkan tata kelola, pembiayaan, sumber daya manusia, dan layanan kesehatan yang transparan, adekuat, dan merata.

 

Penulis

Amru Sebayang

Ardiani Hanifa Audwina

583 Pengunjung
Share This!