Sama-sama Selamatkan Jawa Barat Lewat Program Respons Pandemi yang Transparan

Content

Dalam upaya penanganan wabah, puskesmas adalah tiang utama yang mampu menopang keutuhan sistem kesehatan. Dengan semangat serupa, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menginvestasikan RP 90,4 milliar untuk mengimplementasikan program penguatan puskesmas bernama Puskesmas Terpadu dan Juara (PUSPA) bersama Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) .

PUSPA adalah bentuk komitmen pemerintah Jawa Barat mendukung puskesmas dalam penanganan Covid-19. Program ini merekrut 500 tenaga kesehatan sebagai petugas lapangan penanganan wabah yang ditempatkan pada  100 puskesmas di 12 kota/kabupaten di Jawa Barat. PUSPA bertujuan menguatkan upaya deteksi, lacak kasus, edukasi publik terkait 3M, menyiapkan vaksinasi Covid-19, hingga memastikan pemulihan layanan kesehatan esensial di Jawa Barat.

Kendati disusun dengan tujuan mulia untuk membangun fondasi sistem kesehatan di Jawa Barat yang berdampak jangka panjang, masih terdapat gap pembiayaan dengan kebutuhan aktual program di lapangan senilai Rp 128,7 miliar sehingga dibutuhkan pendanaan tambahan untuk memaksimalkan implementasi program ini. Adapun, salah satu target prioritas pendanaan ialah kebutuhan dana untuk mengaji dampak dan evaluasi program yang lebih komprehensif dengan target Rp 5,2 miliar.

Menjadi pertanyaan besar mungkin, mengapa dampak evaluasi ini dibutuhkan? Kajian dan dampak evaluasi krusial untuk mengukur perubahan perilaku masyarakat dan kesigapan 100 puskesmas di Jawa Barat dalam menghadapi pandemi. Kajian ini juga mampu menjadi acuan nasional yang transparan, akuntabel, dan konkret untuk menunjukkan penanganan pandemi bisa diselesaikan melalui puskesmas.

Ditambah lagi, CISDI bersama PPKMI, Center for Health Research UI, dan Center for Economics and Development Studies UNPAD, telah membuat rancangan pemantauan dan evaluasi dampak berbasis data untuk melihat keterkaitan program selama 6 bulan terhadap (1) performa puskesmas dalam respon Covid-19 (3T), (2) Cost Effectiveness Analysis (CEA) dampak program dengan investasi, (3) peningkatan kapasitas SDM Kesehatan (tenaga dan kader kesehatan), (4) kepatuhan terhadap protokol kesehatan (3M), dan (5) pelibatan lintas sektor dalam respons Covid-19.

CISDI Mengajakmu Berdonasi

Dikarenakan pentingnya Kajian Dampak dan Evaluasi Program, CISDI bersama Gerakan Puskesmas Bangkit, terdiri dari:

  1. Erry R. Hardjapamekas
  2. Akmal Taher
  3. Hario Soeproto
  4. Diah Saminarsih
  5. Kuntoro Mangkusubroto
  6. Natalia Subagjo
  7. Philia Wibowo
  8. Rudiantara
  9. Betti Alisjahbana
  10. Sarwono Kusumaatmadja
  11. Arief Surowidjojo
  12. Endriartono Sutarto
  13. Arifin Panigoro
  14. Fazli Erwin Alfitri
  15. Kemal A. Stamboel

mengajak rekan-rekan filantropi, pelaku bisnis, serta individu manapun untuk bergabung dalam upaya penyelamatan sistem kesehatan yang berdampak panjang ini. Dukungan bisa diberikan dengan cara menyebarkan ajakan ini ke jejaring rekan-rekan sekalian atau dengan berdonasi atau dengan memberikan dana hibah tunai Program PUSPA melalui rekening CISDI: Bank Rakyat Indonesia (BRI) 0230-01-02935-30-9 atas nama: Pusat Inisiatif Strategis Untuk Pemb Ind

Adapun, pertanyaan ataupun informasi lebih lanjut dapat menghubungi Nadhira Febianisari/0877-1948-0350 ([email protected]).

Investasi penguatan puskesmas merupakan investasi jangka panjang untuk menyelamatkan Indonesia dari kolaps, jika kegawatdaruratan kesehatan kembali terjadi di masa depan. Mari berdonasi!

 

Tentang Program PUSPA

Program PUSPA (Puskesmas Terpadu dan Juara) merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang didukung oleh Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) dalam memperkuat respons penanganan Covid-19 di puskesmas. Program ini merekrut 500 tenaga kesehatan sebagai Field Officer yang akan ditugaskan di 100 puskesmas di 12 kota/kabupaten di Jawa Barat. Program PUSPA bertujuan menguatkan upaya deteksi, lacak kasus, edukasi publik terkait 3M, menyiapkan vaksinasi Covid-19 hingga memastikan pemenuhan layanan kesehatan esensial di Jawa Barat.

 

Tentang CISDI

Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) adalah think tank yang mendorong penerapan kebijakan kesehatan berbasis bukti ilmiah untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaya, setara, dan sejahtera dengan paradigma sehat. CISDI melaksanakan advokasi, riset, dan manajemen program untuk mewujudkan tata kelola, pembiayaan, sumber daya manusia, dan layanan kesehatan yang transparan, adekuat, dan merata.

 

Penulis

 

Amru Sebayang

465 Pengunjung
Share This!