The Forgotten Hero: Kisah Koordinator Cleaning Service di Puskemas Tanjung Priok

Content

Pak Heri memegang mesin disinfektan untuk mensterilkan ruangan-ruangan di Puskesmas. (Sumber gambar: Dok. Pencerah Nusantara)

“Saya sudah swab tes sebanyak 10 kali gara-gara kontak dengan teman-teman tenaga kesehatan yang positif. Tapi saya mah santai aja, jangan dibawa beban karena nanti ngaruh ke imun tubuh. Saya ingin menyemangati teman-teman nakes yang positif COVID-19, jangan dibawa beban dan semoga cepat sembuh.”

Pak Muhammad Haerudin, atau yang akrab disapa Pak Heri, adalah koordinator cleaning service di Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok. Beliau memiliki tim yang terdiri dari 8 orang yaitu Wati, Nur, Devi, Armi, Sholeh, Kamal, Udin, dan Ucup. Setiap orang bertanggung jawab atas kebersihan di area tertentu di Puskesmas.

Pak Heri, misalnya, bertugas di lantai 2 area Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) yang terdiri dari ruang imunisasi, KIA, KB, MTBS, Badan Poli Umum, PKPR, Gizi dan Sanitasi, Lab, ruangan UKP, ruang menyusui, dan ruang ganti baju.

Cleaning service di Puskesmas Tanjung Priok bekerja hampir dua belas jam pada hari Senin sampai Jumat (06.30 – 17.00) dan bekerja setengah hari pada hari Sabtu (06.30 – 13.00). Meski jam kerjanya panjang, Pak Heri juga sering bekerja melewati jam tersebut, kadang beliau baru pulang pukul 19.00.

Sebelum pandemi, pekerjaan Pak Heri dan tim cleaning service adalah membersihkan dan merapikan ruangan. Namun, selama pandemi pekerjaan mereka menjadi berlipat ganda. Salah satu tugas tambahannya adalah melakukan penyemprotan disinfektan setiap hari Rabu dan Jumat pada sore hari. Ada juga yang bertugas untuk mencuci APD seluruh tenaga kesehatan yang bisa dicuci (rewashable/reusable) setiap hari. Pak Heri bertugas untuk membagikan APD ke pemiliknya masing-masing setelah dicuci dan dijemur.

Pak Heri dan tim cleaning service pun harus siap menjawab bila ada pasien yang bertanya. Dari sekedar menanyakan letak ruang tertentu di puskesmas, hinga mekanisme swab tes, dan hal lain mengenai rujukan COVID-19. Jika Pak Heri tidak mengetahui jawabannya, pasien akan diarahkan ke Mbak Mira selaku satpam di Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok. Dalam melaksanakan tugasnya, tim cleaning service dijamin keamanan dan keselamatannya oleh pihak Puskesmas. Swab tes juga rutin dilakukan setiap hari Senin pada awal bulan.

Pak Heri dipercaya dan dianggap sebagai keluarga oleh tenaga kesehatan yang bekerja di lantai 2. Pernah suatu ketika ada nakes yang bertugas di lantai 2 terkonfirmasi positif COVID-19 dan menelepon Pak Heri sambil menangis dan meminta maaf. Pak Heri tetap tenang dan justru memberikan semangat untuk nakes tersebut. Pak Heri memang sangat akrab dengan para tenaga kesehatan, dia sering dimintai tolong untuk berbagai hal, dari fotokopi sampai pinjam korek api.

Peran cleaning service di Puskesmas layaknya pahlawan yang terlupakan. Mereka memiliki peran vital untuk menjaga kebersihan dan kesterilan Puskesmas agar virus tidak menyebar. Tanpa adanya cleaning service, tenaga kesehatan dan pasien Puskesmas akan lebih mudah tertular COVID-19.

 

Tentang Pencerah Nusantara COVID-19

Pencerah Nusantara adalah inovasi mengurangi kesenjangan pelayanan publik di bidang kesehatan untuk mewujudkan Indonesia sehat dan sejahtera yang telah dilaksanakan sejak tahun 2012. Pencerah Nusantara menekankan penguatan pelayanan kesehatan primer (puskesmas) oleh tim pemuda multi-profesi. Pencerah Nusantara COVID-19 hadir menguatkan puskesmas di wilayah Jakarta dan Bandung menghadapi pandemi COVID-19 selama periode 6 bulan masa penempatan. Model Pencerah Nusantara menekankan peran anak muda dalam sebuah tim dengan beragam profesi, pemantauan dan evaluasi, inovasi, dan kolaborasi multi-sektor. Sejak 2015 model intervensi puskesmas berbasis Tim Pencerah Nusantara diadopsi Kementerian Kesehatan sebagai program serupa bernama Nusantara Sehat.

 

Penulis

Anditha Nur Nina (Sarjana Kesehatan Masyarakat)

Pencerah Nusantara Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara

153 Pengunjung
Share This!