Tim PUSPA Puskesmas Kaliabang Tengah Bergerak Cepat Hadapi Lonjakan Kasus

Content

Tim PUSPA Puskesmas Kaliabang Tengah, Kota Bekasi, bergerak cepat menghadapi lonjakan kasus yang terjadi di wilayah penempatannya. (Sumber gambar: Dok. Tim PUSPA Kaliabang Tengah)

Malam itu, tepatnya hari Minggu (6/7) lalu telepon pintar kami berdering berulang-ulang. Sepanjang hari muncul laporan kasus konfirmasi baru. Pelaporan yang biasanya berkisar di angka 5 orang per hari melonjak mencapai 29 laporan.

Laporan tentang mereka yang terkonfirmasi mulai bersaut-sautan. Sebagai anggota Tim PUSPA yang bertugas di Kota Bekasi, kami paham lonjakan kasus bisa terjadi seketika, namun kami baru sadar menghadapi lonjakan kasus yang begitu mendadak benar-benar melelahkan dan menegangkan.

Tim PUSPA Kaliabang Tengah, Kota Bekasi, kaget dengan tambahan beban kasus lantaran tugas harian begitu berat. Sehari-hari kami setidaknya perlu memantau isolasi mandiri, melaksanakan pelacakan kontak, dan mengonsultasikan keluhan pasien kepada dokter daerah binaan (darbin). Kegiatan itu belum ditambah tes rapid antigen rutin setiap hari serta pelayanan vaksin lansia yang bisa menerima 100 peserta setiap harinya.

Peningkatan kasus konfirmasi Covid-19 pada Juni ini kemungkinan diakibatkan mudik lebaran yang baru saja terjadi. Rata-rata pasien konfirmasi yang kami tangani bergejala, mulai dari alami ngilu, lemas, hingga sesak napas setiap malam. Di antara pasien-pasien itu ada Pak Siswanto, Ketua Posko Siaga Covid-19 di RW 11, yang dinyatakan reaktif pada 18 Mei lalu.

Pak Siswanto alami keluhan batuk, mulut pahit, napas pendek, dan badan kerap pegal. Selain itu, ia juga alami kondisi pre-diabetes dengan kadar gula setinggi 190. Hasil tes usap Pak Siswanto pun menunjukkan ia terkonfirmasi positif.

Hari itu juga Pak Siswanto dirujuk ke RS Ananda Bekasi dikarenakan sesak napasnya memburuk. Sementara itu, istri dan anak pertamanya pun perlu dirawat di Rumah Sakit yang sama karena mengeluh lemas.

Pada 2 Juni lalu Pak Siswanto diperbolehkan pulang pasca dua kali hasil tes PCR-nya negatif. Namun tiba-tiba, jam 11 malam ia kembali alami sesak napas hingga pihak keluarga perlu hubungi pihak puskesmas kembali.

Kepala Puskesmas Kaliabang Tengah, drg. Elizabeth Hendarty, bergerak cepat menerima Pak Siswanto kembali. Setiap harinya beliau hampir bekerja 24 jam menerima laporan RT, RW, dan langsung berkoordinasi dengan pasien-pasien terkonfirmasi. Pak Siswanto segera dilarikan kembali ke RS Ananda Bekasi dan dirawat di ruang ICU.

Cerita seperti Pak Siswanto ditemukan tidak hanya sekali ataupun dua kali di masa-masa pandemi ini. Namun, cerita ini bisa menyadarkan masyarakat bahwa Covid-19 masih ada, bahkan kini mengakibatkan lonjakan kasus hampir di seluruh daerah di Indonesia.

Vaksin bukanlah jaminan bebas Covid-19. Kami yang bertugas di lapangan menekankan protokol kesehatan tetaplah kunci mengakhiri pandemi. Masyarakat tentu sangat lelah menghadapi pandemi ini sejak Maret 2020 lalu.

Kami, Tim PUSPA yang bekerja di lapangan, pun merasakan jenuh dan lelah yang sama. Namun kami juga menyadari banyak pasien yang keselamatan dan kesehatannya bergantung pada kehadiran kami. Kami juga sadar lonjakan kasus semacam ini tidak bisa dielakkan lagi.

Dengan hibah 1.800 rapid antigen dari Pemprov Jawa Barat, kami akan berupaya keras meningkatkan kapasitas testing untuk menemukan kasus-kasus baru lagi. Semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat juga pasien ditangani. Semakin cepat pasien ditangani, semakin kecil angka kesakitan dan kematian.

Kami juga menyadari selama menjalankan tugas lapangan kami berbuat banyak kesalahan dan kekurangan, tetapi kami selalu bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk menjadi pembelajar. Seorang bijak mengatakan, apa yang disampaikan dari hati akan sampai ke hati pula.

Kami berharap pasien dan pihak Puskesmas Kaliabang Tengah serta masyarakat sekitar bisa merasa sedikit terbantu dengan kehadiran kami. Waktu tugas Tim PUSPA kurang dari tiga bulan lagi. Semoga dengan sisa waktu ini kami mampu melaksanakan usaha terbaik serta menurunkan tingkat penularan di wilayah Kaliabang Tengah.

 

Penulis

 

Anditha Nur Nina

Tim Puskesmas Terpadu dan Juara

Puskesmas Kaliabang Tengah

Kota Bekasi

109 Pengunjung
Share This!