LACAK VAKSIN COVID-19 (GLOBAL)

Oleh Olivia Herlinda, Ardiani Hanifa Audwina

Rancang visual oleh Dedi Suhendi

Pembaharuan per tanggal 25 Maret 2021

Proses Uji Klinis Vaksin

Pra-uji Klinis    : Peneliti mengembangkan vaksin dan melakukan pengetesan pada hewan seperti tikus atau monyet sebagai objek penelitian.

 

Uji Klinis Tahap 1    : Peneliti melakukan uji keamanan dan dosis sekaligus menguji dampak vaksin terhadap imunitas sekelompok kecil relawan.

 

Uji Klinis Tahap 2    : Peneliti menguji vaksin kepada lebih dari seratus orang yang diklasifikasi menjadi beberapa kelompok seperti anak-anak dan lansia, untuk mempelajari efek vaksin pada kelompok yang berbeda. Tahap ini menguji lebih jauh tingkat keamanan vaksin.

 

Uji Klinis Tahap 3    : Peneliti menguji vaksin pada ribuan orang untuk melihat berapa jumlah orang yang terinfeksi dibandingkan dengan kelompok relawan yang menerima placebo. Tahap ini menguji apakah vaksin efektif dalam memberi perlindungan melawan SARS-CoV-2 sekaligus menghitung rasio efikasi. Uji klinis tahap 3 juga memiliki cakupan yang cukup luas untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait efek samping yang langka.

 

Persetujuan        : Pembuat kebijakan mengkaji hasil uji coba pada semua tahap dan merencanakan proses manufaktur vaksin. Pada tahap ini, pembuat kebijakan bisa memutuskan untuk memberikan izin atau tidak.

 

Izin Edar Darurat    : Bentuk perizinan yang diberikan secara terbatas untuk digunakan di satu negara dalam kondisi darurat.

 

Tidak Dilanjutkan    : Jika pembuat kebijakan mendapati gejala-gejala yang mengkhawatirkan pada relawan uji klinis, pembuat kebijakan dapat menunda atau menghentikan uji coba. Setelah investigasi dilakukan, uji coba dapat dilanjutkan atau bahkan dihentikan.

 

Tipe Vaksin

mRNA            : Tipe vaksin mRNA dikembangkan dari coding RNA yang memberi instruksi kepada sel untuk membuat protein yang memicu respon imun dalam tubuh kita. Respon imun yang diproduksi oleh antibodi akan melindungi kita dari virus SARS-COV-2 menyerang tubuh kita.

 

Adenovirus        : Tipe vaksin berbasis vektor virus adalah metode yang mengembangkan vaksin tipe Adenovirus dengan melemahkan virus untuk mengirimkan antigen ke dalam tubuh penerima vaksin. Kemampuan virus dalam menularkan penyakit ke dalam sel memproduksi jumlah antigen tinggi yang mampu meningkatkan respon imun tubuh.

 

Protein            : Tipe vaksin berbasis protein terbuat dari bagian virus (protein antigen) yang sudah dipurifikasi serta mampu memicu munculnya respon imun.

 

Inactivated        : Tipe vaksin tidak aktif (inactivated) adalah metode pengembangan vaksin yang sudah teruji dan terpercaya. Dalam tipe vaksin ini, virus diproses menggunakan panas, senyawa kimia atau radiasi sehingga mereka tidak dapat bereplikasi tetapi masih mampu memicu munculnya respon imun.

 

PENJELASAN TENTANG VAKSIN

Efikasi        : Kemampuan suatu vaksin menurunkan munculnya penyakit pada kondisi optimal (dalam kondisi uji klinis)

Cara Membaca Efikasi 

Contoh: efikasi vaksin Sinovac 65%

Pengurangan risiko sebesar 65% untuk terjadinya Covid-19 bergejala pada orang yang sudah divaksin Sinovac dibandingkan dengan orang yang belum divaksin. ATAU Penurunan kasus Covid-19 bergejala sebesar 65% dari jumlah kasus yang diperkirakan akan terjadi bila tidak diberikan vaksin Sinovac

 

Disclaimer: hingga saat ini, vaksin baru terbukti mengurangi angka kematian dan kesakitan karena Covid-19. Belum diketahui secara pasti kemampuan vaksin untuk mencegah kasus Covid-19 asimptomatik (tidak bergejala). Imunitas juga tidak terbentuk seketika setelah dilakukan vaksinasi. Butuh rentang waktu tertentu setelah vaksinasi dilakukan agar imunitas terbentuk optimal.

 

Kelompok uji        : Terdapat dua kelompok dalam uji klinis yaitu kelompok uji yaitu orang-orang yang mendapatkan vaksin dan kelompok plasebo yaitu orang-orang yang mendapatkan air injeksi. Peneliti kemudian membandingkan tingkat kesakitan pada kelompok vaksin dan plasebo untuk menentukan keefektifan vaksin.

Vaksin pemerintah    : Program vaksinasi nasional gratis yang menyasar 181,5 juta warga Indonesia dan dibagi dalam empat tahap berdasarkan kelompok prioritas.

Vaksin mandiri    : Program vaksinasi dari badan hukum atau badan usaha yang diberikan gratis kepada karyawan perusahaan dan keluarganya. Pengadaan vaksin tetap dilakukan oleh PT Bio Farma. 

KETERSEDIAAN VAKSIN DI INDONESIA

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) 9860 Tahun 2020 tentang

Penetapan Jenis Vaksin

 

 

 

 

 

Nama vaksin                : CoronaVac

Pengembang                : Sinovac

Negara asal                  : Tiongkok

Tipe vaksin                   : Tidak aktif (inactivated)

Harga                            : USD 60 (Rp 840.000) untuk dua dosis

Izin Guna Terbatas     : Indonesia, Tiongkok, Brazil, Kambodia, Azerbaijan, Chile, Kolombia, Ekuador, Hong Kong, Laos, Malaysia, Mesiko, Filipina, Thailand, Turki, Ukraina, Uruguay,
Zimbabwe

Siap di Indonesia        : Desember 2020 – Januari 2022

 

 

 

 

 

Nama vaksin             : AZD1222

Pengembang             : Universitas Oxford, AstraZeneca, Serum Institute of India

Negara asal               : Inggris

Tipe vaksin               : Adenovirus

Harga                         : USD 8 (Rp 112.000) untuk dua dosis

Izin Guna Terbatas : WHO memberi status validasi untuk penggunaan darurat

India, Kanada, Meksiko, Inggris, Australia, Uni Eropa, Argentina, Bangladesh, Bhutan, Boswana, Brazil, Chile, Kolombia, Republic Dominika, Mesir, Islandia,
Indonesia, Iran, Iraq, Kuwait, Malaysia, Maldives, Mexico, Moldova, Mongolia, Moroko, Nepal, Nigeria, Norwegia, Pakistan, Papua Nugini, Filipina, Thailand,
Korea, Arab Saudi, Sri Langka, Africa Selatan, Ukraina, Vietnam

Siap di Indonesia    : Kuartal kedua 2021 – kuartal pertama 2022

 

 

 

 

Nama vaksin             : mRNA-1273

Pengembang             : Moderna

Negara asal               : Amerika Serikat

Tipe vaksin               : mRNA

Harga                         : USD 50 (Rp 700.000) untuk dua dosis

Izin Guna Terbatas : Amerika Serikat, Kanada

Siap di Indonesia    : Kuartal ketiga 2021 – kuartal pertama 2022

 

 

 

 

 

 

Nama vaksin                : BNT162b2

Pengembang                : Pfizer, BioNTech

Negara asal                  : Jerman

Tipe vaksin                  : mRNA

Harga                            : USD 39 (Rp 546.000) untuk dua dosis

Izin Guna Terbatas    : WHO memberi status validasi untuk penggunaan darurat

Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Bahrain, Meksiko, Kuwait, Singapura, Jordania, Oman, Kosta Rika, Ekuador, Israel, Panama, Chile, Qatar, UAE, Argentina, Iraq, Swiss, Uni Eropa, Norwegia, Islandia, Denmark, Kepulauan Faore, Greenland, Serbia, Arab Saudi

Siap di Indonesia       : Kuartal ketiga 2021 – kuartal pertama 2022

 

 

 

 

 

 

Nama vaksin                : NVX-CoV2373

Pengembang                : Novavax

Negara asal                  : Amerika Serikat

Tipe vaksin                  : Protein subunit

Harga                           : USD 32 (Rp 448.000) untuk dua dosis

Izin Guna Terbatas    : –

Siap di Indonesia       : Juni 2021 – Maret 2022

 

 

 

 

 

 

Nama vaksin               : Merah Putih

Pengembang               : PT Bio Farma

Negara asal                 : Indonesia

Tipe vaksin                 : Protein rekombinan, DNA dan RNA

Harga                           : –

Izin Guna Terbatas    : –

Siap di Indonesia       : –

 

 

 

 

Nama vaksin                : B8IBP-CorV

Pengembang                : Sinopharm

Negara asal                  : Tiongkok

Tipe vaksin                  : Tidak aktif (inactivated)

Harga                            : USD 145 (Rp 2.030.000) untuk dua dosis

Izin Guna Terbatas    : Tiongkok, UAE, Bahrain, Argentina, Kambodia, Mesir, Guyana, Hungaria, Iran, Iraq, Jordania, Nepal, Pakistan, Peru, Venezuela, Zimbabwe, Serbia, Seychelles

Siap di Indonesia       : –

 

INFO TERKINI

    • 25 Maret 2021: Sebanyak 16 juta bahan baku vaksin Sinovac tiba di Indonesia (pengiriman tahap keenam).
    • 23 Maret 2021: Sebanyak 1,1 juta vaksin AstraZeneca didistribusikan ke Provinsi Jawa Timur, DKI Jakarta, Bali, NTT, Kepulauan Riau, Maluku, dan Sulawesi Utara.
    • 20 Maret 2021: Sebanyak 5,1 juta masyarakat Indonesia sudah menerima suntikan pertama vaksin Covid-19.
    • 19 Maret 2021: BPOM mengizinkan penggunaan vaksin AstraZeneca. MUI menetapkan fatwa memperbolehkan penggunaan vaksin AstraZeneca.
    • 18 Maret 2021: European Medicines Agency (EMA) menyatakan vaksin AstraZeneca aman digunakan.
    • 17 Maret 2021: WHO memasukkan vaksin Janssen ke dalam daftar penggunaan darurat (emergency use listing).
    • 16 Maret 2021: Pemerintah Indonesia menunda penggunaan vaksin AstraZeneca karena adanya kekhawatiran terkait keamanan vaksin.
    • 8 Maret 2021: Sebanyak 1.113.600 dosis vaksin Oxford/AstraZeneca tiba di Indonesia.
    • 2 Maret 2021: Sebanyak 10 juta bahan baku vaksin Sinovac tiba di Indonesia (pengiriman tahap kelima).
    • 1 Maret 2021: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan P. Roeslani mengatakan pihaknya telah memesan 20,2 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinopharm dan Moderna.
    • 26 Februari 2021: Pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan yang mengizinkan vaksinasi mandiri.
    • 23 Februari 2021: Sejumlah 2,6 juta dosis vaksin Covid-19 yang diproduksi Bio Farma didistribusikan ke 6 provinsi untuk kebutuhan vaksinasi tahap kedua.
    • 22 Februari 2021: BPOM menerbitkan persetujuan penggunaan darurat untuk vaksin Oxford/Astrazeneca.
    • 18 Februari 2021: Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin mewajibkan vaksin Covid-19 bagi seluruh masyarakat Indonesia. Di saat yang bersamaan, Kemenkes tegaskan kelompok lansia usia 60 tahun ke atas belum dapat menerima vaksin. Hal ini mengingat data keamanan yang tersedia.
    • 17 Februari 2021: Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin menjadi lansia pertama di Indonesia yang menerima suntikan vaksin Sinovac setelah mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM. Ini sekaligus menandakan awal pelaksanaan vaksinasi tahap dua untuk
    • 11 Februari 2021: Satu juta tenaga kesehatan sudah divaksin Covid-19.
  • 10 Februari 2021: WHO memasukkan vaksin buatan AstraZeneca ke dalam daftar penggunaan darurat (emergency use listing).
    • 2 Februari 2021: Sebanyak 10 juta dosis bahan baku vaksin Sinovac dan 1 juta dosis tambahan (overfill) tiba di Indonesia (pengiriman tahap keempat).
    • 29 Januari 2021: Hasil analisis uji klinis fase ketiga vaksin Novavax di Inggris menunjukkan tingkat efikasi 89,3 persen.
    • 27 Januari 2021: Presiden Joko Widodo dan sejumlah tokoh lainnya menerima suntikan vaksin Sinovac dosis kedua.
    • 25 Januari 2021: WHO memasukkan vaksin buatan Moderna ke dalam daftar penggunaan darurat (emergency use listing).
    • 13 Januari 2021: Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama di Indonesia yang menerima suntikan vaksin Sinovac dosis pertama. Selain Presiden Joko Widodo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dr. Daeng M. Faqih (Ketua IDI), Dr. H. Amirsyah Tambunan (Sekjen MUI/Muhammadiyah) dan Ishomuddin dari PP NU juga turut serta sebagai kelompok pertama yang menerima vaksin Sinovac.
    • 12 Januari 2021: Sejumlah 15 juta dosis bahan baku vaksin Sinovac tiba di Indonesia (pengiriman tahap ketiga).
    • 8 Januari 2021: WHO memasukkan vaksin buatan Pfizer-BioNTech ke dalam daftar penggunaan darurat (emergency use listing).
    • 4 Januari 2021: Sejumlah 313.000 vial Vaksin Sinovac didistribusikan ke 18 provinsi.
    • 3 Januari 2021: Sejumlah 401.240 vial Vaksin Sinovac dikirimkan ke 14 provinsi.
    • 31 Desember 2020: Sejumlah 1,8 juta dosis vaksin Sinovac siap pakai tiba di Indonesia (pengiriman tahap kedua).
  • 6 Desember 2020: Sejumlah 1,2 juta dosis vaksin Sinovac siap pakai tiba di Indonesia (pengiriman tahap pertama).

 

Referensi

Centers for Disease Control and Prevention. (2012, Mei 12). Principles of Epidemiology. https://www.cdc.gov/csels/dsepd/ss1978/lesson3/section6.html

Zimmer, C., Corum, J., & Wee, S. (2021, April 3). Covid-19 Vaccine Tracker: Latest Updates. The New York Times. https://www.nytimes.com/interactive/2020/science/coronavirus-vaccine-tracker.html

Pandamsari, A. P. (2021, Januari 16). Apa itu tingkat efikasi, dan bagaimana perhitungannya? Lokadata.ID. https://lokadata.id/artikel/apa-itu-tingkat-efikasi-dan-bagaimana-perhitungannya

Prabata, [@adamprabata]. (2021, Januari 12). VAKSIN A EFIKASINYA 90% VAKSIN B EFIKASINYA 70% VAKSIN S EFIKASINYA 65% APA ARTINYA DAN PERBEDAANNYA? [Instagram Post]. Instagram. https://www.instagram.com/p/CJ-soMAnpa3/

327 views
Share This!