Tentang Pencerah Nusantara

Diperkenalkan di tahun 2012, Pencerah Nusantara mendorong perubahan kesehatan di 130 desa, 16 kabupaten bagi 262.000 penerima manfaat hingga tahun 2019.

Kami percaya memperkuat sistem kesehatan nasional harus dimulai dari unit pelayanan kesehatan yang terdekat dengan masyarakat seperti Puskesmas. Puskesmas mengampu upaya kesehatan perseorangan dan upaya kesehatan masyarakat karena pada dasarnya pembangunan kesehatan adalah tanggung jawab semua orang.

 

Alasan itulah yang menjadi dasar komitmen CISDI pada program penguatan layanan kesehatan primer bernama Pencerah Nusantara. Kami memberangkatkan tim kesehatan yang tergabung sebagai Pencerah Nusantara ke daerah-daerah dengan masalah kesehatan yang kompleks sejak 8 tahun yang lalu. Pembelajaran demi pembelajaran turut mempertajam portofolio kami pada advokasi kebijakan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta manajemen Puskesmas. Walhasil, Pencerah Nusantara tidak hanya menciptakan dampak bagi penerima manfaat di 16 kabupaten, tetapi juga memperoleh pengakuan global dan nasional. Kementerian Kesehatan RI mengadopsi dan mereplikasi secara nasional model Pencerah Nusantara menjadi Nusantara Sehat.

 

Kami percaya Pencerah Nusantara adalah wadah yang strategis bagi kaum muda untuk membangun kesehatan dan membantu masyarakat menciptakan kualitas hidup yang lebih baik. Ketika pandemi Covid-19 muncul di Indonesia, kami melakukan berbagai upaya untuk memperkuat penanganan Covid-19 di tingkat komunitas. Menyaksikan sendiri bagaimana gagapnya masyarakat Indonesia melawan pandemi, kami meluncurkan Pencerah Nusantara Covid-19. Inisiatif ini bertujuan memicu kolaborasi lintas sektor dan mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan testing, tracing, treatment dan isolation (3T).