Loading color scheme

FAQ : Project ACTION (Active Citizens Building Solidarity and Resilience in Response to COVID-19)

FAQ : Project ACTION (Active Citizens Building Solidarity and Resilience in Response to COVID-19)

Project ACTION (Active Citizens Building Solidarity and Resilience in Response to COVID-19)

Apakah Project ACTION itu?

Project ACTION merupakan singkatan dari Active Citizens Building Solidarity and Resilience in Response to COVID-19 (Masyarakat Aktif Membangun Solidaritas dan Ketahanan dalam Situasi Tanggap COVID-19). Project ACTION adalah sebuah program tanggap COVID-19 yang diinisiasi oleh HiVOS Southeast Asia dengan meningkatkan keterlibatan organisasi masyarakat sipil dalam mencegah dan memitigasi risiko serta kerentanan yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19. 

Apa fokus isu yang dikerjakan di dalam Project ACTION?

Project ACTION adalah program tanggap COVID-19 yang berfokus pada peningkatan upaya  dalam tiga fokus: kesehatan, ekonomi, serta sosial melalui peningkatan kapasitas puskesmas serta pemberdayaan kelompok rentan seperti perempuan, kelompok difabel, kaum muda, minoritas gender, lansia, serta petani, dan pengusaha UMKM.

Siapa saja yang terlibat dalam Project ACTION?

HiVOS Southeast Asia bekerja sama dengan lima LSM Indonesia yaitu Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Perkumpulan Lingkaran Pendidikan Alternatif untuk Perempuan (KAPAL Perempuan), Perkumpulan Pamflet Generasi, Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK), dan Yayasan Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak (SAPDA).

Di mana lokasi intervensi Project ACTION?

Saat ini Project ACTION berfokus pada intervensi di lima daerah dengan kasus COVID-19 yang tinggi di Indonesia: DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.

Berapa lama Project ACTION berlangsung?

Project ACTION berlangsung selama 24 bulan.

Dari mana dana program ini berasal?

Project ACTION menerima dukungan penuh dari Uni Eropa.

Bagaimana keterlibatan CISDI dalam Project ACTION?

CISDI terlibat sebagai salah satu mitra CSO Project ACTION yang bertanggung jawab menyelenggarakan respon kegawatdaruratan untuk COVID-19 yang berdampak pada kesehatan masyarakat. Dalam upaya tersebut, bekerja sama dengan puskesmas dan aktor masyarakat setempat, CISDI akan mengkoordinasikan beberapa kegiatan seperti peningkatan kapasitas puskesmas, kampanye kesehatan dan komunikasi risiko terkait COVID-19, advokasi keterlibatan masyarakat untuk memperkuat strategi tes, lacak kasus, pengobatan, dan isolasi pasien COVID-19, advokasi dan fasilitasi layanan kesehatan esensial termasuk kesehatan mental bagi kelompok rentan, serta memastikan akses sanitasi, air bersih, dan ketersediaan Alat Pelindung Diri melalui kemitraan lintas sektor. Kegiatan ini akan menjadi fokus CISDI selama 6-9 bulan intervensi.

Rekrutmen Field Officer

Apa tugas utama Field Officer?

Sebagai bagian dari pelaksanaan Project ACTION, CISDI melaksanakan rekrutmen Field Officer sebagai tim pelaksana lapangan di daerah intervensi. Tugas utama Field Officer meliputi hal-hal berikut:

  • 1. Melakukan pemetaan kebutuhan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan relawan terkait respon COVID-19
  • 2. Melakukan perencanaan dan evaluasi pelatihan 
  • 3. Melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan lintas sektor dalam aktivasi dan optimalisasi peran gugus tugas tingkat kelurahan dan kecamatan 
  • 4. Melakukan pemetaan kelompok berisiko, rentan dan marjinal seperti orang dengan HIV, orang dengan diskriminasi orientasi seksual, orang dengan disabilitas, ibu hamil, balita, lansia dan pasien dengan komorbid
  • 5. Melakukan pendampingan pelibatan relawan dalam kegiatan pelacakan kasus, testing, dan pemantauan isolasi mandiri 
  • 6. Melakukan advokasi dalam penguatan kapasitas tes di daerah 
  • 7. Melakukan pendampingan penguatan kemampuan penelusuran kasus oleh puskesmas
  • 8. Melakukan pendampingan dan perencanaan kegiatan kampanye publik tentang COVID-19 oleh masyarakat dan Puskesmas
  • 9. Melakukan pendampingan dan advokasi untuk memastikan kelompok rentan mendapatkan layanan esensial sesuai kebutuhan 
  • 10. Merencanakan dan implementasi pelatihan bagi masyarakat dalam penyediaan alat pelindung diri dan fasilitas kebersihan yang mendukung pencegahan COVID-19
  • 11. Melakukan pemetaan dan penilaian keberhasilan capaian
  • 12. Membuat laporan capaian dan hambatan dalam implementasi program 

Apa saja persyaratan untuk melamar sebagai Field Officer?

  • 1. Minimal memiliki latar belakang S1 atau S2 bidang kesehatan 
  • 2. Pengalaman kerja di komunitas bidang pemberdayaan masyarakat selama minimal dua tahun 
  • 3. Memiliki pengetahuan sistem dan pedoman pemerintah terkait penanggulangan COVID-19
  • 4. Memiliki pengetahuan tentang layanan kesehatan primer adalah aset
  • 5. Kemampuan komunikasi dan presentasi lisan yang baik
  • 6. Memiliki inisiatif, mampu bekerja sama baik secara mandiri maupun tim
  • 7. Keterampilan interpersonal yang kuat, termasuk membangun hubungan, interaksi positif dan pemecahan masalah yang efektif
  • 8. Memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap penanggulangan COVID-19
  • 9. Berminat untuk berbagi dan mengedukasi masyarakat
  • 10. Bersedia ditempatkan di puskesmas manapun yang memiliki kasus COVID-19
  • 11. Berjiwa pemimpin
  • 12. Belum menikah
  • 13. Usia di bawah 35 tahun

Dalam masa pandemi, bagaimana CISDI menjamin keselamatan Field Officer?

Field Officer akan dibekali dengan Alat Pelindung Diri (APD) selama masa penugasan berupa masker bedah, face shield, sarung tangan bedah, dan APD penunjang lainnya sesuai dengan kebutuhan program di lapangan. CISDI juga secara berkala melakukan tes RT-PCR kepada Field Officer untuk memastikan Field Officer selalu dalam keadaan sehat. Jika ditemukan Field Officer yang positif COVID-19 maka CISDI akan membantu Field Officer mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik selama masa pengobatan dan pemulihan dimana semua biaya ditanggung oleh CISDI.

Apa saja tahapan rekrutmen Field Officer?

  • 1. Bagi rekan-rekan yang tertarik untuk melamar sebagai Field Officer diharapkan dapat mengirimkan resume dan surat lamaran melalui email ke pencerahnusantara@cisdi.org cc: hrd@cisdi.org paling lambat tanggal 7 Agustus 2020.
  • 2. Tim asesor akan menilai aplikasi yang masuk dan menghubungi rekan-rekan yang lolos seleksi administrasi.
  • 3. Rekan-rekan yang lolos seleksi administrasi untuk mengikuti seleksi wawancara bersama panelis yang memiliki latar belakang kesehatan, kebijakan kesehatan, riset, pemberdayaan masyarakat, serta manajemen program.
  • 4. Rekan-rekan yang lolos seleksi wawancara akan dihubungi oleh tim CISDI.

Apakah Field Officer akan menerima pelatihan sebelum memulai penugasan?

Ya, Field Officer akan mengikuti pelatihan jarak jauh (virtual) sebelum memulai penugasan. Pelatihan yang direncanakan meliputi topik pemahaman program dan pengukuran dampak, metode riset, kebijakan kesehatan, program pengendalian COVID-19 di tingkat nasional, pelayanan kesehatan primer, birokrasi daerah, komunikasi perubahan perilaku dan mobilisasi masyarakat. Selain itu tim juga akan dibekali dengan materi penunjang seperti kepemimpinan, teknik fasilitasi, serta kemampuan untuk advokasi serta berkolaborasi baik tenaga kesehatan maupun lintas sektor terkait. 

Kapan Field Officer mulai bertugas?

Field Officer mulai bertugas pada akhir September 2020 hingga Juni 2021.

Apa saja fasilitas yang didapat Field Officer?

Field Officer akan memperoleh insentif yang kompetitif setiap bulan, mendapat proteksi sosial berupa asuransi BPJS Kesehatan, serta memperoleh fasilitas konsultasi dan tes RT-PCR berkala dengan frekuensi 1x dalam 2 bulan. 

Apakah Field Officer Project ACTION menjadi bagian dari tim Pencerah Nusantara?

Tidak, Field Officer Project ACTION bukan bagian tim Pencerah Nusantara. Namun demikian, Field Officer Project ACTION memiliki kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pikiran dengan tim Pencerah Nusantara di bawah koordinasi CISDI. Di akhir masa penugasan, Field Officer Project ACTION merupakan bagian dari Alumni Pencerah Nusantara.


Untuk informasi lebih lanjut, harap hubungi:

Sdri. Siti Rachma Amalia

amalia@cisdi.org