Loading color scheme

Ini Beragam Prediksi Akhir Pandemi COVID-19 di Indonesia

Beberapa instansi akademik menyampaikan beragam prediksi terkait dengan akhir pandemi COVID-19 di Indonesia. (Sumber gambar: dokumenatsi BNBP)

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan oleh CNBC, salah satu orang terkaya di dunia sekaligus penggerak filantropi, yaitu Bill Gates memprediksi pandemi COVID-19 akan berakhir pada 2021 mendatang. Gates meyakini pandemi ini akan berakhir ketika vaksin telah ditemukan sehingga memerlukan waktu yang lama. Gates bukan satu-satunya tokoh dunia yang memprediksi akhir pandemi COVID-19. Michael Levitt, seorang pemenang nobel, ahli biofisika dan biologi struktural dari Universitas Stanford Amerika Serikat justru menyatakan pandemi COVID-19 akan berakhir pada waktu dekat. Sebelumnya, Levitt mengestimasi Tiongkok akan berhasil melawan wabah ini ketika tren kasus infeksi sedang naik dan pernyataan itu terbukti benar. 

Gates dan Levitt hanyalah beberapa dari sekian banyak figur dunia yang memprediksi kapan pandemi COVID-19 berakhir berdasarkan asumsi dan kepakaran masing-masing. Sementara itu, di Indonesia telah banyak instansi akademik yang memprediksi puncak akhir pandemi ini dengan berbagai metode. Siapa saja mereka? Dan kapan pandemi ini berakhir menurut mereka?

Alumni Matematika Universitas Indonesia (UI)

Alumni Departemen Matematika UI menerbitkan makalah terkait akhir pandemi COVID-19. Sala satu data yang disampaikan diketahui orang yang lebih banyak dari yang terkonfirmasi positif. (Sumber gambar: dokumenatsi Iluni Matematika UI).

Matematikawan dari Perkumpulan Alumni Departemen Matematika UI menerbitkan makalah bertajuk “Akan sampai kapan perjuangan kita melawan pandemi Covid-19”. Peneliti yang terdiri dari Barry M. Calvin, Rahmat Al Kafi, Yoshua Y. Hamonangan, dan Imanuel M. Rustijiono menggunakan Model Matematika SIRU (Suspectible, Infected, Reported, Unreported) untuk melakukan prediksi beberapa skenario pandemi COVID-19 yang bisa terjadi di masa depan.

Mereka menggunakan data dari kawalcovid19.id yang bermula dari tanggal 2-29 Maret 2020. Data-data tersebut dimasukkan ke dalam kurva eksponensial untuk dihitung secara matematis agar mendapatkan jumlah estimasi kasus. Nilai estimasi ini yang kemudian digunakan untuk menghitung nilai awal dari beberapa kuantitas kasus pada model SIRU, yakni infected dan unreported case. Berdasarkan data yang ditampilkan terlihat bahwa jumlah orang yang terinfeksi lebih banyak dari yang terkonfirmasi positif. Berdasarkan hal itu, pandemi COVID-19 diprediksi akan mencapai puncak pada 16 April 2020 dengan jumlah kasus positif mencapai 546 kasus positif baru dan akumulasi kasus positif mencapai 17.000. Pandemi diperkirakan mereda pada Mei hingga awal Juni 2020. 

Berdasarkan data yang sama, dapat dipahami bahwa 1 orang positif COVID-19 dapat menulari 2-3 orang lainnya ketika jumlah penduduk yang terinfeksi mencapai ribuan orang. Meski demikian, tim peneliti menyadari bahwa penelitian ini belum mempertimbangkan lebih banyak variabel dan estimasi yang lebih rumit dan canggih, sehingga sangat terbuka dengan saran maupun kolaborasi. 

Institut Teknologi Bandung (ITB)

Beberapa peneliti dari Institut Teknologi Bandung melakukan prediksi terkait akhir pandemi COVID-19 menggunakan Model Logistik Richard’s Curve. (Sumber gambar: AFP)

Dr. Nuning Nuraini, Lektor Kepala Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB, bersama beberapa rekan melakukan serangkaian penelitian menggunakan Model Logistik Richard’s Curve. Mereka menghitung parameter kasus COVID-19 di 5 negara, yakni Tiongkok, Italia, Iran, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Berdasarkan penghitungan parameter tersebut, peneliti menghitung laju awal pertumbuhan, asumsi batas atas penderita, dan efek asimtomatik. 

Parameter-parameter tersebut kemudian diestimasi dengan Least Square Method untuk menampilkan kurva yang mampu merepresentasikan dinamika orang-orang yang terinfeksi COVID-19 di setiap negara yang ditinjau. Kurva ini dianggap cukup representatif. Sebagai contoh, jumlah orang dengan infeksi COVID-19 di Tiongkok cenderung tidak bertambah pada angka sebesar 80.000 kasus dan jumlah kasus baru mengalami penurunan signifikan sejak 5 Februari 2020. Setelah dibuatkan model untuk 5 negara berdasarkan Kurva Richard, parameter yang diperoleh digunakan untuk melakukan simulai jumlah kasus COVID-19 di Indonesia. Model Korea Selatan digunakan untuk menghitung proyeksi kasus di Indonesia lantaran tren kasus di Korea Selatan relatif mirip dengan yang terjadi di Indonesia. 

Dengan ditemukannya kasus pertama pada 2 Maret 2020 dengan 2 orang penderita dan jumlah tidak bertambah hingga 7 Maret 2020, berdasarkan penghitungan kasar dan sederhana, tingkat infeksi COVID-19 di Indonesia diprediksi mencapai puncak pada akhir Maret 2020. Sedangkan, pandemi ini diprediksi berakhir pada April 2020 dengan jumlah maksimum mencapai 8.000 kasus dan kasus baru harian mencapai 600 kasus.  Meski demikian, tim peneliti mengakui bahwa penelitian ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Nuning juga menyatakan bahwa data yang ada dan digunakan saat ini masih sangat dinamis, sehingga proyeksi penelitian bisa bergeser. 

Singapore University of Technology and Design (SUTD)

Singapore University of Technology and Design (SUTD) memprediksi akhir pandemi COVID-19 di beberapa negara menggunakan model matematis Susceptible-Infected-Recovered (SIR). (Sumber gambar: Al-Jazeera)

Melalui simulasi data menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) yang dibuat oleh Data-Driven Innovation Lab, SUTD memprediksi akhir pandemi COVID-19 di beberapa negara. Adapun, model matematis yang digunakan adalah Susceptible-Infected-Recovered (SIR) untuk memprediksi masa akhir pandemi di 27 negara. Model ini menggunakan analisis statistik berdasarkan data jumlah individu dan populasi yang rentan, positif terinfeksi, dan sembuh. Prediksi tersebut cenderung berubah sesuai dengan data yang diperbarui setiap hari. 

Menurut simulasi data pada Sabtu (25/4), Indonesia menempati posisi 24 dari 27 negara dalam soal kecepatan mengakhiri pandemi COVID-19. Akhir pandemi di Indonesia diperkirakan terjadi pada 6 Juni atau salah satu yang terlama dibanding negara lain yang ditinjau. Berdasarkan simulasi data tersebut, kasus positif terinfeksi COVID-19 di Indonesia akan mencapai 97 persen pada 6 Juni. 

Saling Setuju

Masing-masing instansi menampilkan analisis prediksi berdasarkan data dan metode yang berbeda. Hasil yang ditampilkan pun berbeda-beda sesuai dengan rumusan penelitian masing-masing. Meskipun begitu, setiap instansi saling setuju bahwa pembatasan jarak fisik adalah kunci untuk memerangi pandemi ini. IKA (Ikatan Keluarga Alumni) Matematika UI, misalnya, menyatakan bahwa penutupan tempat hiburan hingga WFH (work from home) adalah kebijakan yang berkontribusi mengurangi laju interaksi antar manusia sehingga dapat mengurangi potensi infeksi. Senada dengan itu, Dr. Nuning, mewakili Peneliti ITB, juga menyatakan bahwa menjaga jarak sosial adalah cara paling sederhana menghentikan penyebaran COVID-19. 

Pembatasan jarak yang masif di wilayah episenter juga diperlukan untuk mencegah penyebaran epidemi ini. Komunitas kesehatan masyarakat di Indonesia menyepakati supresi total, penggabungan antara pembatasan sosial berskala besar (PSBB), karantina wilayah, karantina rumah, dan karantina rumah sakit adalah kebijakan paling efektif untuk menekan laju infeksi COVID-19.  Supresi total juga bermanfaat untuk mencegah ledakan epidemi yang disebabkan oleh perpindahan penduduk dari wilayah episenter. Singkatnya, imbauan menjaga jarak, kerja dari rumah, dan menghindari kerumunan akan lebih efektif menekan jumlah kasus infeksi jika diterapkan dalam kondisi kebijakan supresi total. 


Sumber: 

Alumni Matemarika UI Prediksi Akhir Pandemi Virus Corona di Indonesia. https://kumparan.com/kumparansains/alumni-matematika-ui-prediksi-akhir-pandemi-virus-corona-di-indonesia-1t8GYCte5G8/full. 1 April 2020.

Apa yang Negara-negara Dunia Lakukan Ketika Pandemi COVID-19 Mendera? https://cisdi.org/index.php/id/167-blog-idn/recent/2273-apa-yang-negara-negara-dunia-lakukan-ketika-pandemi-covid-19-mendera. 15 April 2020.

Bill Gates: An effective COVID-19 vaccine is at least 18 months away https://www.cnbc.com/video/2020/04/09/bill-gates-an-effective-covid-19-vaccine-is-at-least-18-months-away.html. 9 April 2020.

Indonesia Diprediksi Jadi Salah Satu Negara Terlama yang Akhiri Pandemi Corona. https://kumparan.com/kumparansains/indonesia-diprediksi-jadi-salah-satu-negara-terlama-yang-akhiri-pandemi-corona-1tIt4ADbLKo/full. 27 April 2020.

Ilmuwan Peraih Nobel Prediksi Pandemi Virus Corona Akan Segera Berakhir. https://kumparan.com/kumparansains/ilmuwan-peraih-nobel-prediksi-pandemi-virus-corona-akan-segera-berakhir-1t6FBVr6cth/full. 27 Maret 2020.

Peneliti ITB Prediksi Puncak dan Akhir Pandemi Cirus Corona di Indonesia. https://kumparan.com/kumparansains/peneliti-itb-prediksi-puncak-dan-akhir-pandemi-virus-corona-di-indonesia-1t2irx28Blt/full. 18 Maret 2020.

Ragam Prediksi Puncak Corona di Indonesia: Dari UI hingga BIN. https://kumparan.com/kumparannews/ragam-prediksi-puncak-corona-di-indonesia-dari-ui-hingga-bin-1t9BnIAWaNh. 3 April 2020. 


Penulis

Amru Sebayang