Konsultan Pelaksana Fieldwork Riset ....

Konsultan Pelaksana Fieldwork Riset Rokok Ilegal di Indonesia

Daftar sekarang

Indonesia menghadapi tantangan besar dalam pengendalian tembakau, dengan jumlah perokok tertinggi di Asia Tenggara. Global Adults Tobacco Survey (GATS) 2021 mencatat ada 69,1 juta perokok di Indonesia, dengan prevalensi merokok mencapai 34,5% dan 65,5% di antaranya adalah pria dewasa. Meskipun harga tembakau meningkat setiap tahun, produk ini tetap terjangkau bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Selain itu, produk tembakau, terutama rokok, mudah diakses karena dijual secara bebas di ruang publik. Keberadaan rokok ilegal merupakan permasalahan serius di Indonesia dan kerap kali digunakan oleh industri tembakau sebagai alasan untuk menolak kenaikan cukai tembakau. Mereka berargumen bahwa kenaikan cukai akan meningkatkan peredaran rokok ilegal, sehingga mengurangi efektivitas kebijakan tersebut. Namun, kurangnya data dan hasil penelitian yang bervariasi membuat argumen ini sulit dibuktikan.


Kemudian, Peraturan Menteri Keuangan No. 191/2022 menetapkan kenaikan rata-rata 10% pada tarif cukai tembakau untuk tahun 2023 dan 2024. Peraturan ini dicurigai dan diklaim oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dapat meningkatkan peredaran rokok ilegal di pasaran. Namun, informasi terbaru yang dipublikasikan mengenai estimasi ukuran konsumsi rokok ilegal di Indonesia hanya tersedia untuk tahun 2018. Oleh sebab itu, pada tahun ini, Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) terdorong untuk melakukan penelitian ulang terkait peredaran rokok ilegal di Indonesia dengan menggunakan data terbaru dan metode yang belum pernah diterapkan pada studi sebelumnya di Indonesia, yaitu pengumpulan bungkus rokok. 


Studi ini bertujuan untuk mengestimasi ukuran peredaran rokok ilegal di Indonesia guna mendapatkan data yang lebih akurat yang dapat memperbaharui dan memvalidasi hasil penelitian-penelitian selanjutnya. Hasil studi ini juga akan digunakan sebagai basis rekomendasi terkait pengendalian tembakau di Indonesia. 


Luaran 

Luaran utama yang diharapkan dari kandidat organisasi/lembaga/konsorsium meliputi:

  1. Rencana (proyeksi) Anggaran Biaya (RAB) pelaksanaan fieldwork (pilot dan survei utama) untuk setiap skenario Margin of Error (MoE)
  2. Mekanisme sistem manajemen data dari pollster, supervisor, hingga ke peneliti utama
  3. CAPI (untuk proses eksaminasi bungkus rokok) dan GIS mapping (Dokumen titik-titik wilayah dan rute terplih untuk pollster)
  4. Izin penelitian untuk semua lokasi penelitian yang disepakati
  5. Semua cleaned dataset yang terkumpul dalam proses fieldwork (pilot dan survei utama) 


Mekanisme Pengajuan 

Pihak ketiga yang tertarik dapat mengirimkan statement of interest beserta rencana budget untuk kelima skenario margin of error seperti yang tertera pada Tabel 1 (dalam dokumen terlampir). Penawaran biaya yang dilampirkan harus sudah termasuk dengan pajak penghasilan dan pajak institusi/vendor (akan dipotong langsung oleh CISDI dan bukti pemotongan pajak akan diberikan kepada vendor terkait). Dokumen tersebut dikirimkan melalui email ke admfinance@cisdi.org (cc: zulfiqarfirdaus@cisdi.org dan fariza.zahra@cisdi.org ) dengan subyek [Nama institusi]_Open Tender_Fieldwork Riset Rokok Ilegal paling lambat 21 Juni 2024. Kelengkapan dokumen legal lihat dokumen terlampir.


Durasi 

Kegiatan akan dilakukan selama kurang lebih 3 bulan, yang akan dimulai pada bulan Juli hingga September 2024. Lini masa lengkap lihat dokumen terlampir.


Narahubung

Fariza Zahra Kamilah, Quantitative-Economic Researcher CISDI, email: fariza.zahra@cisdi.org 


Dokumen