Keluarga Berimun adalah program kampanye peningkatan kesadaran akan imunisasi dasar anak selama 12 bulan di Kota Depok dan Kabupaten Bekasi. Program ini memadukan komunikasi digital dan keterlibatan masyarakat secara langsung untuk mengatasi hambatan perilaku dan praktis yang dihadapi pengasuh dalam hal imunisasi.
Selama dua belas bulan, kampanye Keluarga Berimun ditayangkan sebanyak 121,5 juta kali dan menjangkau 64,3 juta orang dengan biaya Rp 26 (USD 0,0015) per orang. Keterlibatan yang lebih intensif berasal dari saluran komunikasi dua arah: 3.286 pengasuh menggunakan Hotline WhatsApp, 1.820 orang bergabung dengan Grup Dukungan, dan para anggota menghasilkan 21.942 pesan organik dari mereka sendiri. Hampir setengah dari pengasuh mengakses saluran tersebut melalui pesan WhatsApp dari petugas kesehatan masyarakat (49,5%) dan 43,8% lainnya melalui rujukan saat kunjungan ke Posyandu, yang menunjukkan bahwa platform digital memperoleh kredibilitasnya dari ‘hubungan’ yang sudah ada dan keterlibatan masyarakat secara offline.
Evaluasi dampak independen, yang membandingkan Depok dan Bekasi dengan wilayah kontrol di Kota Semarang dan Kabupaten Kendal, menunjukkan bahwa pengasuh di wilayah intervensi 14,5% lebih mungkin meyakini bahwa imunisasi melindungi dari penyakit, 12,3% lebih mungkin menganggapnya penting bagi kesehatan anak mereka, dan 9,1% lebih mungkin mempercayai rekomendasi tenaga kesehatan. Temuan utama dari penelitian ini adalah bahwa pengasuh yang dijangkau saat hamil 17 poin persentase lebih mungkin memiliki anak yang menyelesaikan jadwal imunisasi lengkap. Data analisis efektivitas biaya juga menunjukkan temuan serupa, di mana menggerakkan pengasuh dari pengetahuan ke tindakan memerlukan investasi yang lebih besar, terutama setelah terjadi dosis yang terlewat.
Biaya untuk menjangkau pengasuh pada fase awal adalah Rp 82.307 per orang, sedangkan biaya untuk memulihkan pengasuh yang telah melewatkan satu dosis adalah Rp 1.036.945.
*Publikasi ini tersedia dalam Bahasa Inggris.
.png)