
Feature
Membawa Teknologi ke Garda Terdepan Kesehatan: Solusi Digital untuk Memperkuat Layanan Kesehatan Komunitas
CISDI Secretariat • 18 Feb 2026
Di tengah beragam tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, peran tenaga kesehatan (nakes) garis depan, termasuk kader puskesmas dan posyandu, menjadi sangat krusial dalam mendampingi masyarakat mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan mereka. Namun, dalam praktiknya, keputusan-keputusan ini kerap diambil di tengah keterbatasan informasi, koordinasi layanan yang belum optimal, serta beban kerja yang tinggi, terutama di layanan kesehatan primer.
Menjawab tantangan tersebut, CISDI bersama PUSKAPA Universitas Indonesia dan The University of Melbourne merancang proyek riset berjudul “Aplikasi Pencerah Nusantara: Membantu Masyarakat dalam Membuat Pilihan Kesehatan yang Terinformasi melalui Alat Pendukung Keputusan”. Penelitian ini mendukung pengembangan bersama sebuah aplikasi pendukung keputusan digital bernama Pencerah Nusantara, termasuk modul PN-PRIMA (Puskesmas Responsif, Inklusif, Masyarakat Aktif Bermakna), sebuah pendekatan penguatan layanan kesehatan primer yang menempatkan komunitas sebagai pusat perubahan.
Alih-alih menghadirkan teknologi sebagai solusi yang berdiri sendiri, penelitian ini menaruh kebutuhan pengguna sebagai titik awal. Aplikasi Pencerah Nusantara, yang dapat digunakan pada ponsel pintar, dirancang agar selaras dengan realitas kerja di lapangan: nakes harus menangani berbagai program sekaligus, merespons kebutuhan masyarakat yang beragam, serta memastikan kesinambungan layanan. Melalui dukungan informasi yang terstruktur dan mudah diakses, aplikasi ini membantu memperkuat koordinasi layanan, memungkinkan identifikasi risiko kesehatan secara lebih dini, serta memicu tindak lanjut berbasis data di tingkat komunitas.
Pengalaman para nakes dan kader memberikan gambaran nyata tentang bagaimana aplikasi ini bekerja dalam praktik sehari-hari. Dalam kunjungan KONEKSI ke Puskesmas Sukmajaya dan Posyandu Mawar A di Kota Depok pada 22 Januari 2026, berbagai cerita dampak di lapangan pun mengemuka, mulai dari pemantauan tumbuh kembang anak hingga pendampingan keluarga yang lebih terarah.

“Kader puskesmas dan posyandu adalah backbone pelayanan kesehatan dasar,” tegas Yurdhina Meilissa dari Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) dalam paparannya di Puskesmas Sukmajaya, Kota Depok. Seiring dengan perluasan peran posyandu melalui pendekatan Integrated Primary Care (ILP), layanan kini tidak lagi terbatas pada ibu dan anak, tetapi mencakup seluruh siklus hidup. Konsekuensinya, beban kerja kader pun meningkat.
“Posyandu sekarang bukan hanya melayani ibu dan anak, tapi semua kalangan. Oleh karena itu, pekerjaan kader semakin berat. Saat ini di aplikasi ada 400 bayi balita yang sedang dimonitor pertumbuhannya oleh nakes,” ujar dr Enninurmita dari perwakilan Puskesmas Sukmajaya, Kota Depok.
Isyna Saiidah, Ahli Madya Gizi Puskesmas Sukmajaya, menambahkan bahwa nilai tambah PN-PRIMA terletak pada kejelasan langkah lanjutan bagi kader. “Aplikasi PN PRIMA ini melengkapi aplikasi yang sudah ada sebelumnya. Yang jadi added value dari aplikasi ini adalah kader mengetahui next step yang perlu dilakukan.”

Bagi para kader, kehadiran aplikasi ini terasa langsung dalam aktivitas harian mereka. Shelma A. Horst, kader posyandu sejak 2023, menggambarkan alur kerja yang kini menjadi lebih terstruktur:
“Aplikasi ini sangat memudahkan kader dalam melaksanakan tugas karena aplikasi kasih notifikasi ke kader. Kader memastikan (validasi) dengan kunjungan, kader mengukur tinggi badan lalu input ke aplikasi, kemudian keluar diagnosis kira-kira kenapa dan apa yang harus dilakukan. Aplikasi juga mengingatkan langkah selanjutnya.”


PN-PRIMA melengkapi sistem pelaporan yang sudah ada dengan fitur intervensi dan pendampingan. Anak balita yang teridentifikasi berisiko gizi mendapatkan pendampingan lanjutan oleh kader, sementara pesan-pesan kesehatan dapat disampaikan secara lebih tepat sasaran kepada ibu dan keluarga. Pendekatan ini memperkuat peran kader sebagai penghubung antara layanan kesehatan dan masyarakat, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.
“Yang kami lihat, dengan adanya kader PRIMA ini tingkat kepercayaan masyarakat jadi meningkat karena semua dilayani dengan lebih inklusif tanpa dibeda-bedakan, dan itu penting sekali,” tambah dr Enninurmita.

Proses pengembangan PN-PRIMA juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pendekatan berbasis kompetensi dan komunitas berjalan beriringan, mulai dari pelatihan kader, pendampingan berkelanjutan, hingga penyusunan panduan praktis dan materi edukasi. Kader tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga mulai berperan sebagai peer educators yang mendorong perubahan perilaku kesehatan di lingkungan mereka.
Pengalaman di lapangan memperlihatkan bahwa teknologi dapat memberikan dampak yang bermakna ketika diintegrasikan dengan kepemimpinan lokal yang kuat, kapasitas tenaga kesehatan yang memadai, serta keterlibatan aktif masyarakat. Dalam konteks ini, inovasi digital tidak menggantikan interaksi manusia, melainkan memperkuatnya.

Salah satu komitmen utama dari penelitian ini adalah berbagi temuan dan pembelajaran secara terbuka. Dengan membuka akses terhadap pengetahuan yang dihasilkan, Pencerah Nusantara diharapkan dapat menjadi rujukan bagi kolaborasi riset dan inovasi kesehatan di masa depan. Upaya ini juga mendukung perumusan kebijakan yang lebih responsif dan berbasis bukti, baik di Indonesia maupun dalam kerangka kerja sama penelitian Australia–Indonesia.
Melalui dukungannya terhadap penelitian seperti Aplikasi Pencerah Nusantara, KONEKSI terus mendorong pemanfaatan riset sebagai dasar penguatan sistem kesehatan. Melalui aplikasi yang menempatkan informasi langsung di tangan para tenaga kesehatan, inisiatif ini menunjukkan bahwa ketika penelitian, teknologi, dan kebutuhan nyata di lapangan saling terhubung, inovasi dapat menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan kualitas layanan dan kesejahteraan masyarakat.
----------
Artikel ini sebelumnya diterbitkan di koneksi-kpp.id pada 2 Februari 2026. Diterbitkan kembali pada website ini untuk tujuan dokumentasi dan edukasi.
.png)