Penyakit tidak menular seperti hipertensi menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat paling mendesak di Indonesia. Di sisi lain, sistem kesehatan primer yang ada masih terfragmentasi; program yang tumpang tindih, data yang tidak terhubung, dan lebih dari tiga perempat penderita hipertensi belum mendapatkan layanan yang mereka butuhkan. Infrastruktur sebenarnya sudah tersedia, namun belum beroperasi secara optimal hingga ke tingkat komunitas.
Primary Healthcare Impact Lab (PHIL) hadir untuk menjawab kesenjangan ini. Digagas bersama CISDI, Universitas Harkat Negeri, Harvard Medical School, dan Tamaris Hidro, PHIL bekerja di Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes untuk memperkuat sistem kesehatan primer melalui tiga pilar: inovasi model pelayanan, penelitian berbasis bukti, serta pendidikan dan pengembangan kepemimpinan. Tujuannya adalah sistem kesehatan primer yang lebih tangguh, adil, responsif, dan akuntabel terhadap komunitas yang dilayaninya.
.png)

