Lompat ke konten utama
Logo CISDI: Simbol kolaborasi tiga pilar strategis—riset, advokasi, dan peningkatan kapasitas—untuk kemajuan kesehatan Indonesia.
Sembilan dari Sepuluh Produk Pangan Kemasan di Indonesia Mengandung Gula, Garam, atau Lemak Tinggi: Temuan Studi Nutrient Profile Models

Riset

Sembilan dari Sepuluh Produk Pangan Kemasan di Indonesia Mengandung Gula, Garam, atau Lemak Tinggi: Temuan Studi Nutrient Profile Models

Studi ini menemukan bahwa sebagian besar makanan kemasan yang beredar di Indonesia belum memenuhi standar kesehatan yang ideal. Berdasarkan analisis terhadap lebih dari 8.000 produk makanan dan minuman di empat kota besar—Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar—sekitar sembilan dari sepuluh produk mengandung gula, garam, atau lemak berlebih, atau menggunakan pemanis non-gula. Temuan ini menunjukkan bahwa paparan masyarakat terhadap makanan tidak sehat jauh lebih luas dari yang selama ini diperkirakan, sekaligus menegaskan urgensi intervensi kebijakan untuk melindungi kesehatan publik.


Temuan lainnya menunjukkan bahwa model profil gizi (Nutrient Profile Model) praktik terbaik (best practice)—yang menggabungkan pendekatan berbasis bukti dari berbagai model yang dikembangkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta pembelajaran dari negara-negara di Amerika Latin—lebih efektif dalam mengidentifikasi produk tidak sehat dibandingkan ambang batas Nutri-Level yang saat ini diusulkan di Indonesia. Dengan pendekatan yang lebih ketat dan konsisten, model ini dapat menjadi landasan yang kuat bagi kebijakan seperti pelabelan di bagian depan kemasan, pembatasan pemasaran, hingga kebijakan fiskal. Hasil studi ini diharapkan dapat mendorong penguatan regulasi pangan di Indonesia agar lebih transparan, berbasis bukti, dan benar-benar berpihak pada kesehatan masyarakat.