Thumbnail
Siaran Pers

CISDI, Komnas PT, PKJS UI, dan Puskesmas Kecamatan Kembangan Gelar Festival, Ajak Anak Muda Hidup Sehat

CISDI Secretariat • 30 Mei 2022

Jakarta, 31 Mei 2022 Merayakan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 31 Mei, CISDI bersama Komnas Pengendalian Tembakau (Komnas PT), Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS UI), dan Puskesmas Kecamatan Kembangan, menggelar kampanye dan edukasi kepada anak muda dan masyarakat dalam festival bertajuk Ku Kira Ku Sehat di RPTRA Kembangan, Jakarta Barat.


Kegiatan ini menyajikan ragam kegiatan permainan tradisional, seperti gobak sodor, ranking satu, hingga tebak gaya untuk menarik minat anak-anak di wilayah setempat. Di samping itu, turut hadir Chef Sisca Soewitomo yang mengolah menu makanan sehat dan kaya gizi untuk keluarga secara langsung.


Selain itu, pemerintah Jakarta Barat, Puskesmas Kecamatan Kembangan, dan tokoh masyarakat sekitar juga menyediakan paparan kesehatan dan bilik konsultasi berhenti merokok. Dengan ini, diharapkan Festival Ku Kira Ku Sehat mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mencegah penyakit tidak menular (PTM), terutama di kalangan anak muda dan dewasa.


“Kalau kita lihat data, angka perokok anak melonjak dari 7,2% pada 2013 menjadi 9,1% pada 2018, tapi semua seolah terlihat baik-baik saja. Padahal, jika ini terus dibiarkan kita semua akan menanggung beban besar di kemudian hari, baik dari segi kesehatan maupun ekonomi,” tutur Gatot Suarman Ilyas, Direktur Eksekutif CISDI.


Gatot menegaskan kehadiran festival ini diharapkan mendorong masyarakat mengerti dampak buruk konsumsi rokok. “Festival Ku Kira Ku Sehat mencoba mengangkat kesadaran masyarakat agar kita semua menyadari dampak buruk konsumsi rokok dan perlunya pencegahan mulai dari sekarang.”


Untuk menarik perhatian anak-anak, disediakan aktivitas berbentuk permainan, seperti Gobak Sodor, Ranking 1, dan Operasi Dibalik Fakta. Permainan yang ada juga dikemas dengan edukasi kesehatan, misalnya permainan Lempar Bola. Dalam permainan ini anak-anak diminta melempar bola ke dalam botol yang berisikan pertanyaan & fakta seputar kesehatan. Dalam acara ini, anak-anak dan masyarakat dapat melakukan pengecekan kondisi kesehatannya, melalui permainan Cermin Ku Kira Ku Sehat.


Pengetahuan kesehatan bagi anak sangat penting, terutama mengenai kemunculan PTM yang bisa dicegah sejak dini. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), 71% kematian di dunia disebabkan PTM. Sementara, angka kematian karena PTM di Indonesia bahkan mencapai 66% (WHO:2018).


Festival Ku Kira Ku Sehat juga menekankan pentingnya pencegahan PTM yang disebabkan pola hidup tidak sehat, seperti merokok, konsumsi gula dan lemak tinggi, dan kurangnya aktivitas fisik. Festival ini juga ingin menegaskan bahwa masyarakat maupun pemerintah dapat mencegah anak muda alami PTM sejak awal dengan mengawal kebijakan dan melahirkan peraturan untuk mencegah konsumsi berlebihan, seperti menaikkan cukai rokok dan menerapkan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK).


Selama pandemi, kehadiran kebijakan pendukung pengendalian konsumsi semakin penting. Catatan Komnas PT menyebut 49,8% masyarakat tetap membeli rokok seperti sebelum pandemi. Ini menunjukkan pandemi bahkan tidak mampu menurunkan tren konsumsi rokok di tengah masyarakat.


Konsumsi rokok juga dinilai berdampak buruk terhadap anak dan keluarga. Survei PKJS UI menyatakan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah cenderung tetap merokok ketika pandemi. Padahal, biaya untuk membeli rokok bisa dialihkan untuk membeli makanan dan minuman bergizi bagi anak.


Berdasarkan catatan di atas, Festival Ku Kira Ku Sehat diharapkan menjadi pionir pendorong perubahan kebijakan yang sehat dan melindungi masyarakat, serta menjadi kanal edukasi kesehatan masyarakat, khususnya anak muda, untuk tergerak hidup sehat, serta mendorong perubahan kebijakan demi kehidupan yang lebih sehat di masa depan.


drg. Leny Ariyani, MKM, Kepala Puskesmas Kecamatan Kembangan, menekankan, “Masyarakat tidak hanya diberi informasi mengenai bahaya merokok saja, namun sudah waktunya masyarakat bersama unsur lainnya dapat melakukan gerakan nyata di wilayah masing-masing untuk mempersempit ruang gerak perokok dan mewujudkan budaya rumah bebas asap rokok.”


Senada dengan Leny, Gatot mengungkap pentingnya advokasi kebijakan untuk mencegah meningkatnya konsumsi produk-produk yang berbahaya bagi kesehatan. “Saat ini kita terus berupaya mendorong pengambil kebijakan melalui instrumen cukai karena harga rokok saat ini masih sangat murah, bahkan bisa dibeli batangan.”


Gatot juga mengungkap pentingnya pengendalian minuman bergula dalam kemasan yang kerap menjadi penyebab diabetes ataupun obesitas. “Hingga hari ini produk minuman bergula dalam kemasan belum dikenakan cukai. Padahal, wacana ini telah keluar beberapa tahun lalu, kami sangat berharap minuman bergula dalam kemasan bisa dikenakan cukai, sebagai bentuk pengendalian dari dampak buruk produk tersebut.” tutup Gatot.


-SELESAI-


Salam hormat,


CISDI, Komnas Pengendalian Tembakau (Komnas PT), Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS UI), Puskesmas Kecamatan Kembangan, dan Kelurahan Kembangan Utara





Tentang CISDI


Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI): Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) adalah think tank yang mendorong kebijakan kesehatan berbasis bukti untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaya, sehat, dan sejahtera dengan menerapkan paradigma sehat. CISDI melaksanakan riset dan manajemen program serta advokasi kebijakan untuk mewujudkan tata kelola, pembiayaan, sumber daya manusia, dan layanan kesehatan yang transparan, adekuat, dan merata. Info: https://cisdi.org/id/


Tentang Komnas PT


Komite Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT) merupakan organisasi koalisi kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang penanggulangan masalah konsumsi produk tembakau, didirikan pada 27 Juli 1998 di Jakarta, beranggotakan 23 organisasi dan perorangan, terdiri dari organisasi profesi kesehatan, organisasi masyarakat, dan kelompok peduli akan bahaya produk tembakau bagi kehidupan, khususnya bagi generasi muda dan keluarga miskin. Info: https://komnaspt.or.id/


Tentang PKJS UI


Pusat Kajian Jaminan Sosial, Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (PKJS-UI) adalah institusi yang bergerak pada pelatihan, konsultasi, dan penelitian seputar Jaminan Sosial secara luas termasuk menangani isu ekonomi dan kesehatan, untuk berkontribusi pada kesejahteraan rakyat. Info: https://pkjsui.org/


Tentang Puskesmas Kecamatan Kembangan


Puskesmas Kecamatan Kembangan adalah sebuah puskesmas yang berlokasi di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Puskesmas ini bervisi menjadi puskesmas berprestasi dan terpercaya kebanggaan DKI Jakarta. Info: https://puskesmaskecamatankembangan.com/


Terbaru