Lompat ke konten utama
Logo CISDI: Simbol kolaborasi tiga pilar strategis—riset, advokasi, dan peningkatan kapasitas—untuk kemajuan kesehatan Indonesia.
Thumbnail

Siaran Pers

Digital Health Week 2026, Koalisi Transform Health Indonesia Soroti Pentingnya Perlindungan Data Kesehatan Pribadi

CISDI Secretariat • 3 Nov 2026

Jakarta, 3 November 2026 — Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) sebagai sekretariat Transform Health Indonesia (THI) menyelenggarakan dua diskusi terbatas secara daring dalam rangka memperingati Digital Health Week Indonesia pada 2-8 November 2026.

Diskusi pertama bertajuk Siapa Pemilik Data Kesehatan Saya? menghadirkan Istiqamah, Ketua Tim Kerja Penyelenggaraan Layanan Tim Tanggap Insiden Siber (CSIRT), Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Sementara, diskusi kedua bertajuk Dari Identitas ke Privasi: Seberapa Aman Data Kita di SATUSEHAT Mobile menghadirkan Muhamad Abi Zakaria, Operations Analyst Tim Transformasi Teknologi dan Digitalisasi Kesehatan (TTDK), Kemenkes RI.


Dalam diskusi pertama, Istiqamah menyampaikan bahwa perkembangan rekam medis elektronik, platform kesehatan digital, telemedisin, aplikasi kesehatan, sistem informasi kesehatan, kecerdasan artifisial, serta integrasi data kesehatan memberikan peluang besar untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, kesinambungan, dan akses terhadap pelayanan kesehatan.


“Semakin luasnya pemanfaatan dan pertukaran data kesehatan melalui ekosistem SATUSEHAT menghadirkan tantangan baru dalam keamanan, privasi, dan pelindungan data pribadi masyarakat sebagai pengguna. Kemenkes RI melalui Pusdatin terus berkomitmen untuk memperkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap risiko ancaman siber dan memastikan data kesehatan aman dan terlindungi,” kata Istiqamah.


Pada diskusi kedua, Abi Zakaria menyebut proses verifikasi identitas pengguna dan pencocokan data (Know Your Customer/KYC) sebagai salah satu aspek penting yang perlu dipahami dalam tata kelola layanan kesehatan digital.


“Dalam pelaksanaannya, proses verifikasi identitas dan pencocokan data perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan ketentuan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), terutama karena data dan informasi kesehatan termasuk dalam kategori data pribadi yang bersifat spesifik,” ujar Abi Zakaria.


Dalam konteks layanan kesehatan, pelindungan data pribadi menjadi semakin penting, terutama ketika informasi tersebut berkaitan dengan penyakit yang berpotensi menimbulkan stigma dan diskriminasi, seperti HIV, tuberkulosis, dan hepatitis. Data kesehatan tidak hanya menggambarkan kondisi medis seseorang, tetapi juga berkaitan erat dengan kehidupan sosial, hubungan keluarga, pekerjaan, hingga penerimaan individu di lingkungan masyarakat.


“Melalui kampanye My Data Our Health (MDOH) oleh THI ini diharapkan masyarakat menjadi sadar akan pentingnya keamanan data pribadi. Lalu saat terjadi kebocoran atau pengungkapan informasi kesehatan tanpa dasar yang sah akan menyebabkan stigma dan diskriminasi, sehingga dengan adanya kampanye dan kegiatan ini diharapkan masyarakat lebih memahami seberapa penting keamanan data kesehatannya sendiri” ungkap Chief of Policy, Advocacy, and Campaign CISDI, Fachrial Kautsar.


Digital Health Week merupakan agenda aksi dan kampanye global yang bertujuan menggalang dukungan untuk mempercepat transformasi kesehatan digital untuk mewujudkan cakupan kesehatan semesta (universal health coverage) di tahun 2030. Agenda ini dipimpin oleh koalisi global Transform Health bersama berbagai komunitas di seluruh dunia. Digital Health Week tahun ini mengusung tema Digital Transformation for UHC: Coordinate, Act, Accelerate dan menyoroti pentingnya teknologi untuk mencapai cakupan kesehatan semesta.


Istiqamah menambahkan bahwa pelindungan data pribadi juga menjadi aspek penting dalam pemanfaatan layanan kesehatan digital oleh masyarakat. Salah satu wujud transformasi tersebut adalah pemanfaatan aplikasi SATUSEHAT Mobile yang memungkinkan masyarakat mengakses informasi dan layanan kesehatan secara lebih terintegrasi dalam satu aplikasi.


“Kehadiran platform digital seperti SATUSEHAT Mobile perlu diiringi dengan pengelolaan data yang memperhatikan aspek keamanan, privasi, dan perlindungan data pribadi. Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkan layanan kesehatan digital dengan rasa aman dan kepercayaan terhadap pengelolaan data kesehatannya tetap terjaga,” ujar Istiqamah.


Deyo Alfa Christian, Senior Officer for Policy and Planning CISDI menambahkan, My Data Our Health (MDOH) merupakan bentuk pergerakan kampanye global untuk menyuarakan pentingnya tata kelola dan perlindungan data kesehatan. Dalam momentum Digital Health Week ini juga mengangkat aktivasi kampanye pengumpulan survei “Where's my Data?“ untuk melihat seberapa aman dan aksesibel data kesehatan masyarakat. 

“MDOH merupakan kampanye yang dilakukan bersama dengan seluruh negara koalisi Transform Health, di mana kita akan menyuarakan keamanan data kita dan bagaimana pemerintah menjamin keamanan data tersebut. Kampanye ini tidak bisa berjalan sendiri dan membutuhkan dukungan kolaborasi baik antara semua aspek mulai dari anggota Koalisi, organisasi di luar koalisi dan pemerintah,” ujar Deyo.


Melalui diskusi ini, CISDI dan Transform Health Indonesia menekankan bahwa upaya membangun kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan digital tidak cukup hanya berfokus pada integrasi sistem dan pemanfaatan teknologi. Transformasi kesehatan digital juga perlu disertai tata kelola data yang aman, transparan, dan akuntabel untuk memastikan hak privasi masyarakat tetap terlindungi.


-SELESAI-

Tentang CISDI

Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) adalah organisasi non-profit yang bertujuan memajukan pembangunan sektor kesehatan dan penguatan sistem Kesehatan melalui kebijakan berbasis dampak, riset, advokasi, dan intervensi inovatif yang inklusif dan partisipatif.


Tentang Transform Health Indonesia

Koalisi Transform Health Indonesia (THI) merupakan koalisi nasional yang dibentuk sebagai wujud komitmen bersama organisasi masyarakat sipil, organisasi profesi, dan kepakaran untuk mendukung transformasi digital di bidang kesehatan di Indonesia. Pada tingkat global, koalisi Transform Health Global merupakan koalisi internasional yang diinisiasi oleh Amref Health Africa; NGO berbasis Afrika terbesar di dunia untuk mendorong transformasi digital sektor kesehatan secara berkeadilan dan berkelanjutan. Koalisi ini menghimpun lebih dari 200 organisasi lintas sektor, mulai dari masyarakat sipil, akademisi, sektor swasta, hingga organisasi akar rumput, dan beroperasi di enam negara prioritas termasuk Indonesia.


Informasi lebih lanjut 

Tim Media CISDI

0851-1139-0040

Email: [email protected]

www.cisdi.org


Terbaru