Lompat ke konten utama
Logo CISDI: Simbol kolaborasi tiga pilar strategis—riset, advokasi, dan peningkatan kapasitas—untuk kemajuan kesehatan Indonesia.
Thumbnail

Siaran Pers

Jelang UNGA ke-81, CISDI dan Para Pakar Kesehatan Global Serukan Reformasi Sistem Kesehatan Dunia

CISDI Secretariat • 14 Sep 2026

New York, 15 September 2026 – Sepekan menjelang Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) ke-81 di New York, sekelompok pakar kesehatan global terkemuka dari Afrika, Asia, Eropa, dan Amerika Latin menyerukan para pemimpin dunia untuk segera mengambil tindakan dalam mewujudkan reformasi kesehatan global.


Melalui paper terbaru berjudul "Rethinking the global health system for a new international order" yang diterbitkan di jurnal ilmiah Nature Medicine, para ahli menegaskan bahwa perdebatan kesehatan global harus segera beralih dari fase diagnosis ke implementasi nyata. Makalah ini ditulis oleh konsorsium lintas benua, termasuk Chief Executive Officer Wellcome John-Arne Røttingen. Wellcome merupakan lembaga filantropi global independen.


“Kami mengkaji berbagai jalur praktis untuk mereformasi ekosistem kesehatan global agar dapat lebih baik dalam mendukung prioritas negara, memperkuat kolaborasi, dan meningkatkan hasil kesehatan,” kata Røttingen.


Sederet pakar kesehatan global ternama berkontribusi dalam penulisan paper ini, antara lain Kumanan Rasanathan, Giulia Loffreda, dan Amirhossein Takian dari WHO Alliance for Health Policy and Systems Research; Keith Cloete dari Western Cape Department of Health and Wellness; Githinji Gitahi dari Amref Health Africa (Kenya); dan Diah Saminarsih dari Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) dari Indonesia.


Para penulis membawa perspektif yang beragam, mulai dari organisasi multilateral, pemerintah, lembaga kesehatan nasional, institusi penelitian, serta organisasi masyarakat sipil.


"Di tengah keterbatasan ruang dan sumber daya yang dihadapi banyak negara, tugas utama kita adalah memastikan negara tetap mampu menghadirkan perubahan serta dampak nyata bagi masyarakatnya. Lanskap arsitektur kesehatan global saat ini sedang bergerak dan berubah secara dinamis. Dalam peta baru ini, masyarakat sipil di tingkat nasional maupun regional harus memegang peran yang bermakna, bukan sekadar menjadi pendengar atau penonton semata,” kata Diah Saminarsih, Founder dan CEO CISDI.


Dalam konteks CISDI, Diah menambahkan, perolehan consultative status ECOSOC di PBB beberapa waktu lalu merupakan pencapaian strategis. Menurut Diah, status ini memastikan kiprah CISDI dalam diplomasi kesehatan global dan ruang formal untuk terus memastikan keterlibatan aktif masyarakat sipil dari kawasan Global South dalam setiap dialog dan diskursus perubahan lanskap arsitektur kesehatan global. Dengan begitu, CISDI dapat memastikan kebijakan global yang dirumuskan di PBB atau forum multilateral betul-betul menjawab realitas di tingkat akar rumput.


Paper terbaru di jurnal Nature Medicine ini merumuskan jalan praktis untuk merombak ekosistem kesehatan global, dengan sejumlah kesimpulan utama sebagai berikut:


  • Kendali di tangan negara: Pemerintah nasional memegang penuh penentuan prioritas kesehatan, sementara organisasi internasional bertindak sebagai pendukung.


  • Penyederhanaan Birokrasi: Menyederhanakan struktur kerja internasional dengan pembagian peran yang lebih tegas antar-organisasi.


  • Kemandirian Pendanaan: Menghentikan ketergantungan pada bantuan donor (aid dependency) dan memperkuat pendanaan domestik sebagai fondasi utama.


  • Penguatan Layanan Primer: Mengintegrasikan program penanganan penyakit spesifik yang didanai donor ke dalam sistem layanan kesehatan primer nasional. 


  • Fokus Kolaborasi Internasional: Mengarahkan kerja sama global khusus pada ancaman lintas negara seperti kesiapsiagaan pandemi, pengawasan penyakit, serta akses obat dan vaksin.


  • Kerja Sama Selatan-Selatan: Memperkuat kolaborasi antar-negara berkembang (South-South cooperation) untuk menyelesaikan tantangan regional.


  • Fokus pada Implementasi: Mengakhiri wacana teoritis dan berfokus pada langkah-langkah konkret yang dapat dicapai secara politik.


Røttingen mengatakan, pihaknya dalam beberapa bulan ke depan turut mendorong pembahasan mengenai reformasi ekosistem kesehatan global melalui kontribusi analisis, bukti, dan gagasan praktis untuk mengeksplorasi berbagai jalur perubahan yang potensial. Menurut dia, Wellcome juga berkomitmen untuk terus memfasilitasi dialog regional dan menyediakan bukti empiris guna memastikan hasil riset ini terkonversi langsung menjadi kebijakan publik.


Sebagai lembaga filantropi global yang menginvestasikan miliaran dolar dalam penelitian untuk mengatasi berbagai tantangan kesehatan, Wellcome ingin memastikan bahwa ekosistem kesehatan global mampu menerjemahkan berbagai penemuan tersebut secepat dan seefektif mungkin menjadi perbaikan nyata dalam kehidupan masyarakat di seluruh dunia.


“Pertanyaannya kini bukan lagi apakah sistem perlu berubah, tetapi bagaimana dan kapan perubahan tersebut dilakukan. Menempatkan negara sebagai penggerak utama akan menjadi kunci. Selain itu, dengan menyelaraskan pendanaan dan dukungan teknis dengan rencana yang dipimpin oleh negara, kita dapat membangun sistem kesehatan global yang lebih sederhana, efektif, dan akuntabel,” ujar Røttingen.


Diah menuturkan, keterlibatan perwakilan Indonesia menekankan pentingnya peran aktif negara-negara Global South dalam menentukan arah kebijakan kesehatan dunia. “Dengan sistem yang lebih terintegrasi dan fokus pada pendanaan dalam negeri, negara berkembang seperti Indonesia dapat mengalokasikan langsung sumber daya ke fasilitas layanan kesehatan primer tanpa terhambat oleh agenda vertikal dari lembaga donor luar negeri,” ucap Diah.


-SELESAI-


Tentang CISDI

Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) adalah pusat kepakaran yang bertujuan memajukan pembangunan sektor kesehatan dan penguatan sistem kesehatan melalui kebijakan berbasis dampak, riset, advokasi, dan intervensi inovatif yang inklusif dan partisipatif.


Informasi lebih lanjut

Tim Media CISDI

0851-1139-0040

Email: [email protected]

www.cisdi.org


Terbaru