
Feature
Mengenal Kader Kesehatan: Ujung Tombak Pembangunan Kesehatan Berbasis Komunitas
Nidya Eka Putri • 23 Feb 2026
Kesimpulan > Kader kesehatan punya peran penting memastikan terwujudnya kesehatan masyarakat. Dikenal pertama kali pada medio 1970-an, kader kesehatan merupakan anggota masyarakat yang membantu masyarakat lainnya untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Kader kesehatan, atau yang kerap dikenal sebagai kader posyandu, memiliki sejarah yang penting dalam sistem kesehatan di Indonesia. Kita bisa menelusuri sejarah kader kesehatan hingga tahun 1970-an. Peran mereka ketika itu bermula dari Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang berfokus pada kesehatan dan gizi masyarakat.
Pada pertengahan 1980-an, Kementerian Kesehatan secara resmi mendirikan program pos pelayanan terpadu (posyandu). Kader kesehatan bergiat melalui posyandu sebagai penyedia layanan kesehatan esensial bagi ibu maupun anak di tingkat desa. Pada masa awal, para kader yang umumnya perempuan berperan penting menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang ketika itu merupakan isu mendesak nasional.
Posyandu merupakan inisiatif pemerintah desa atau kelurahan dan masyarakat yang saat ini menyediakan layanan kesehatan sepanjang siklus hidup. Artinya, layanan kesehatan disesuaikan dengan kebutuhan individu di setiap tahapan usia–mulai dari dalam kandungan, bayi, balita, anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Posyandu umumnya berada di tingkat Rukun Tetangga (RT) atau Rukun Warga (RW) sehingga terasa dekat kehadirannya di tengah masyarakat.
Seiring waktu, peran kader kesehatan semakin penting. Mereka berkembang dan beradaptasi dengan permasalahan kesehatan nasional. Pemerintah antara lain tengah mengupayakan pengentasan stunting sebagai salah satu agenda pembangunan kesehatan. Dalam hal ini, kader kesehatan berperan mengupayakan keterhubungan kerja sama dan komunikasi yang kuat antar-komunitas di tingkat desa untuk mengentaskan stunting. Kader kesehatan telah lama menjadi jembatan antara program kesehatan pemerintah dan masyarakat di tingkat desa.
Mengapa peran kader kesehatan begitu penting?
Kader kesehatan punya peran penting memastikan terwujudnya kesehatan masyarakat. Dikenal pertama kali pada medio 1970-an, kader kesehatan merupakan anggota masyarakat yang membantu masyarakat lainnya untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Di Indonesia, kader kesehatan biasanya bukan merupakan tenaga kesehatan profesional, melainkan anggota masyarakat yang secara sukarela melayani masyarakat lainnya. Kader kesehatan umumnya berkegiatan di pos pelayanan terpadu (posyandu) yang didukung oleh puskesmas setempat.
Salah satunya adalah Iis Isnawati. Selain menjalani keseharian sebagai ibu rumah tangga, perempuan 37 tahun ini juga menjadi kader kesehatan di Posyandu Gelatik 9, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sebagai kader kesehatan, Iis bertugas memberikan pelayanan posyandu siklus hidup untuk semua kelompok usia, mulai dari balita hingga lansia.
Bersama sembilan kader kesehatan lain, Iis melayani cek kesehatan gratis untuk seluruh masyarakat di wilayah Posyandu Gelatik 9.“Ada pengecekan kadar gula darah dan tensi darah. Lalu ada penimbangan berat badan dan tinggi badan serta pengukuran lingkar perut. Semuanya didata oleh kader kesehatan,” ujar Iis Isnawati.
Salah satu kader kesehatan Program Pencerah Nusantara membantu layanan kesehatan selama pandemi COVID-19. (Sumber gambar: CISDI)
Cara kader kesehatan tingkatkan kualitas kesehatan
Kader kesehatan merupakan salah satu ujung tombak pembangunan kesehatan. Mereka menghubungkan layanan medis formal (puskesmas maupun rumah sakit) dengan realitas di lapangan. Dengan pelatihan memadai, kader kesehatan dapat bertransformasi menjadi agen perubahan yang sangat efektif melalui beberapa peran kunci berikut:
Memahami kebutuhan
Kader kesehatan tinggal di komunitas terdekat. Umumnya, mereka berkegiatan di tingkat posyandu yang berada di level desa atau kelurahan. Karenanya, kader kesehatan memiliki kepekaan yang tinggi dan memahami tantangan lokal dan budaya setempat. Sebagai contoh, kader kesehatan memanfaatkan pangan lokal untuk pemberian makanan tambahan (PMT) bayi ketimbang menggunakan pangan olahan.
Membangun kepercayaan
Kader kesehatan umumnya “bertetangga” dengan komunitas yang mereka layani. Di luar kegiatan kesehatan, mereka biasanya bergaul dengan masyarakat setempat melalui arisan ataupun pengajian. Kedekatan emosional ini seringkali menimbulkan rasa kepercayaan antara komunitas setempat dengan kader kesehatan.
Mendidik dengan tekun
Sesuai dengan fungsinya, kader kesehatan mendidik masyarakat tentang berbagai hal, seperti menjalani hidup sehat hingga mencegah penyakit. Kader kesehatan tidak mendikte masyarakat, melainkan membuka dialog dengan warga setempat tentang kesehatan.
Memicu inisiatif masyarakat
Karena bertugas di tingkat komunitas, kader kesehatan dekat dengan tokoh dan pemimpin lokal. Umumnya, tokoh-tokoh lokal sangat dihargai di tengah masyarakat. Kader kesehatan bisa mengajak tokoh masyarakat terlibat dalam berbagai kampanye kesehatan, mulai dari pameran, kelas memasak, hingga membuat support group.
Kader kesehatan memperkenalkan pemberian makanan tambahan (PMT) dari bahan pangan lokal. (Sumber gambar: CISDI)
-SELESAI-
.png)